Kasus Foto Satir Makin Panas, Scott Morrison Menulis Di WeChat Tenangkan Komunitas China Di Australia

Perdana Menteri Scott Morrison/Net

Perdana Menteri Scott Morrison menulis di platform media sosial Tiongkok yang populer, WeChat, untuk menarik jutaan warga Tiongkok.

Ia berusaha menenangkan dan meyakinkan orang-orang China di Australia bahwa pertengkaran terbaru Australia dan China tentang unggahan gambar satir yang diposting di Twitter tidak akan berpengaruh terhadap mereka.

"Postingan itu tidak mengurangi rasa hormat dan penghargaan terhadap komunitas China di Australia atau persahabatan kami dengan orang-orang di China," ujar Morrison dalam postingannya itu, dalam upayanya untuk menjaga komunitas China tetap aktif.

Morrison telah bergabung dengan WeChat pada 2019 untuk menarik pemilih China-Australia selama pemilihannya.

Postingan Morrison yang ditulisnya pada Selasa (1/12) itu telah dilihat lebih dari 50.000 kali.

"Saya sangat bangga dengan semua warga Australia yang mengenakan seragam untuk Australia. Saya bangga atas kerja keras mereka dalam pelayanan dan dedikasi mereka menjaga keamanan Australia dan Australia," tulis Morrison pada postingan tersebut, seperti dikutip dari AP, Rabu (2/12).

Morrison menyampaikan apresiasinya terhadap semua warga Australia (juga yang termasuk keturunan China di Australia) yang telah setia kepada negara itu dan menyanjung nilai-nilainya.

"Nilai-nilai ini menentukan bagaimana kita (warga Australia) sebagai suatu bangsa menangani masalah-masalah sulit, seperti yang diidentifikasi oleh Inspektur Jenderal dalam laporannya tentang Angkatan Pertahanan Australia," kata Morrison.

Australia akan terus bertindak sebagai bangsa yang bebas, demokratis, dan tercerahkan.

"Ketika terjadi insiden yang memerlukan tindakan, kami telah menetapkan prosedur yang jujur ??dan transparan untuk menanganinya," kata Morrison.

Postingan Morrison muncul untuk menanggapi pernyataan pejabat China yang menganggap Australia berlebihan karena menuntut permintaan maaf atas isi Twitter yang diunggah Juru Bicara China Zhao Lijian.

Zhao men-tweet ilustrasi satir yang menampilkan foto seorang tentara Australia membunuh seorang anak Afghanistan dalam pangkuan.

"Kemarahan dan raungan beberapa politisi dan media Australia tidak berarti apa-apa. Kalian salah membaca, dan bereaksi berlebihan terhadap tweet Zhao," kata seorang juru bicara kedutaan China.

Tuduhan yang dibuat Australia terhadap China hanya untuk dua tujuan. Yang pertama untuk mengalihkan perhatian publik dari kekejaman mengerikan yang dilakukan oleh tentara Australia, yang kedua untuk menyalahkan China atas memburuknya hubungan bilateral.

"Semua ini jelas tidak membantu untuk mengatur ulang hubungan bilateral," ujar pejabat kedutaan.

Kebuntuan diplomatik telah memicu kekhawatiran bahwa warga China-Australia (Warga Australia keturunan China) dapat menjadi sasaran yang tidak adil karena insiden tersebut.

Postingan Morrison di WeChat itu untuk memohon secara langsung kepada komunitas China.

"Kami mengakui, sangat menghargai dan menghargai kontribusi yang telah diberikan oleh generasi imigran China ke Australia. Selama lebih dari 200 tahun, warga Australia berlatar belakang China telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi negara kami,"  ujar Morrison.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Tanggapi Laporan Panel WHO, Jubir: China Bukan Yang Terbaik Tapi Lebih Baik Dalam Penanganan Krisis Kesehatan
Dunia

Tanggapi Laporan Panel WHO, ..

20 Januari 2021 18:24
Ulama Kanada Minta Umat Islam Agar Tidak Terprovokasi Teori Konspirasi Vaksin Covid-19
Dunia

Ulama Kanada Minta Umat Isla..

20 Januari 2021 18:11
Tentara AS Kedapatan Bantu ISIS Rencanakan Serangan Di Monumen 9/11
Dunia

Tentara AS Kedapatan Bantu I..

20 Januari 2021 17:37
Menlu Zimbabwe Meninggal Terinfeksi Covid-19
Dunia

Menlu Zimbabwe Meninggal Ter..

20 Januari 2021 17:17
Penyebab Efek Samping Kelumpuhan Wajah Usai Disuntik Vaksin Pfizer Belum Diketahui
Dunia

Penyebab Efek Samping Kelump..

20 Januari 2021 16:54
Pabrik Tempe Indonesia Pertama Resmi Dibuka Di Shanghai
Dunia

Pabrik Tempe Indonesia Perta..

20 Januari 2021 16:33
Desa Kecil Di India Penuh Suka Cita Rayakan Pelantikan Kamala Harris
Dunia

Desa Kecil Di India Penuh Su..

20 Januari 2021 16:09
Kantongi Dukungan Di Senat, Pemerintahan Conte Di Italia Terselamatkan
Dunia

Kantongi Dukungan Di Senat, ..

20 Januari 2021 16:05