Aturan Visa Baru Trump, Anggota Partai Komunis China Makin Sulit Masuk AS

Amerika Serikat membatasi visa bagi anggota Partai Komunis China/Net

Pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan aturan baru yang dapat membatasi perjalanan anggota Partai Komunis China (PKC) ke Amerika Serikat (AS).

Aturan baru itu dikeluarkan pada Rabu (2/12) dalam sebuah pernyataan yang dirilis jurubicara Departemen Luar Negeri, seperti dimuat The New York Times (NYT).

Dalam aturan yang akan segera berlaku itu, anggota PKC dan keluarganya hanya mendapatkan visa perjalanan selama satu bulan untuk satu kali masuk.

Selain itu, validitas visa mereka juga akan dikurangi dari 10 tahun menjadi hanya satu bulan.

"Kebijakan, peraturan, dan tindakan penegakan hukum oleh pemerintah AS untuk melindungi negara dari pengaruh buruk PKC," kata jurubicara itu.

"Selama beberapa dekade kami mengizinkan PKC akses gratis dan tidak terbatas ke institusi serta bisnis AS. Sementara hak istimewa yang sama ini tidak pernah diberikan secara bebas kepada warga AS di China," tambahnya.

Setelah diberlakukan, aturan baru itu akan mempengaruhi perjalanan bagi 270 juta warga China, di mana PKC sendiri memiliki sekitar 92 juta anggota.

Adapun status anggota dan keluarga PKC akan diklasifikasikan berdasarkan aplikasi visa dan wawancara mereka, serta pemahaman lokal pejabat tentarang keanggotaan PKC.

NYT memuat, klasifikasi tersebut tidak proporsional karena kemungkinan akan digunakan untuk pemimpin bisnis China.

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Gelar Pesta Saat Keadaan Darurat, 89 WNA Ditangkap Polisi Thailand
Dunia

Gelar Pesta Saat Keadaan Dar..

28 Januari 2021 17:52
Sindir AS, Dubes Cui Tiankai: Menganggap China Sebagai Saingan Strategis Adalah Sebuah Kesalahan
Dunia

Sindir AS, Dubes Cui Tiankai..

28 Januari 2021 17:10
Armenia Peringati Hari Tentara, PM Pashinyan Letakkan Bunga Di Makam Pahlawan
Dunia

Armenia Peringati Hari Tenta..

28 Januari 2021 17:06
Angela Merkel Dukung Seruan Xi Jinping Untuk Hindari Perang Dingin Baru, Tapi Tetap Tekan China Soal HAM
Dunia

Angela Merkel Dukung Seruan ..

28 Januari 2021 16:04
Karantina Selesai, Tim Ilmuwan WHO Lancarkan Misi Selidiki Asal-usul Virus Corona
Dunia

Karantina Selesai, Tim Ilmuw..

28 Januari 2021 15:35
Boneka Rajut Meme Bernie Sanders Laku Terjual Ratusan Juta Rupiah
Dunia

Boneka Rajut Meme Bernie San..

28 Januari 2021 14:44
53 Orang Hangus Terbakar Dalam Tabrakan Maut Bus VS Pengangkut Bahan Bakar Di Kamerun
Dunia

53 Orang Hangus Terbakar Dal..

28 Januari 2021 14:34
Pendeta Di Rumania Di-Bully Netizen Gara-gara Sosialisasikan Vaksinasi Di Medsos
Dunia

Pendeta Di Rumania Di-Bully ..

28 Januari 2021 14:25