Mantan PM Australia: Jika ingin Menghadapi China, Contohlah Jepang

Mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd/Net

Mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd angkat bicara terkait ketegangan yang terus meningkat antara Beijing dan Canberra.

Singkirkan megafon dan ambil bagian dari buku pedoman diplomatik Jepang. Itulah sepenggal nasihat Rudd kepada Canberra di tengah sengitnya hubungan kedua mitra dagang itu dalam beberapa pekan terakhir.

Berbicara di Konferensi China yang diselenggarakan oleh South China Morning Post pada hari Selasa (1/12), Rudd mengatakan kemampuan Tokyo untuk berurusan dengan Beijing sangat layak dicontoh oleh Canberra, karena ia memandang ada kesamaan antara Australia dan raksasa Asia Timur itu.

“Jepang adalah sekutu dekat Amerika Serikat seperti Australia. Jepang memiliki hubungan ekonomi yang sangat besar dengan China seperti Australia. Jepang adalah negara demokrasi liberal seperti Australia, dan Jepang - tidak seperti Australia - memiliki sengketa wilayah yang sedang berlangsung dengan China di Laut China Timur,” kata Rudd, seperti dikutip dari SCMP, Kamis (3/12).

Rudd menyoroti bahwa selama ini Jepang di bawah kepemimpinan Shinzo Abe dan Yoshihide Suga mampu mengelola hubungan baik dengan Beijing. Setidaknya dalam beberapa tahun belakangan.

Dia juga mengingatkan, kemungkinan besar pemulihan kembali hubungan antara AS dan China dapat terjadi. Presiden terpilih Joe Biden dapat membawa beberapa perubahan positif pada keadaan saat ini, menurutnya.

“Jika AS akan terlibat dengan Republik Rakyat China dalam pemulihan hubungan AS-China, saya pikir mungkin restabilisasi paralel dengan Kanada, dengan orang Australia, dan dengan orang lain yang memiliki hubungan retak dengan China dalam beberapa tahun terakhir, (juga dapat) menjadi bagian dari pengaturan keseluruhan itu,” ungkapnya.

Jika itu terjadi, Rudd mengatakan bahwa dia berharap kedua negara akan ‘menyingkirkan megafon’ dan menggunakan sesuatu yang sangat kuno yang disebut ‘diplomasi’.

Dia memuji modus operandi Jepang yang menempatkan ‘megafon’ mereka ‘di bawah meja’ dan memiliki kebijakan luar negeri di mana pemerintah tidak diam tentang segala hal, tetapi selektif tentang hal-hal yang tidak seharusnya didiamkan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Tanggapi Laporan Panel WHO, Jubir: China Bukan Yang Terbaik Tapi Lebih Baik Dalam Penanganan Krisis Kesehatan
Dunia

Tanggapi Laporan Panel WHO, ..

20 Januari 2021 18:24
Ulama Kanada Minta Umat Islam Agar Tidak Terprovokasi Teori Konspirasi Vaksin Covid-19
Dunia

Ulama Kanada Minta Umat Isla..

20 Januari 2021 18:11
Tentara AS Kedapatan Bantu ISIS Rencanakan Serangan Di Monumen 9/11
Dunia

Tentara AS Kedapatan Bantu I..

20 Januari 2021 17:37
Menlu Zimbabwe Meninggal Terinfeksi Covid-19
Dunia

Menlu Zimbabwe Meninggal Ter..

20 Januari 2021 17:17
Penyebab Efek Samping Kelumpuhan Wajah Usai Disuntik Vaksin Pfizer Belum Diketahui
Dunia

Penyebab Efek Samping Kelump..

20 Januari 2021 16:54
Pabrik Tempe Indonesia Pertama Resmi Dibuka Di Shanghai
Dunia

Pabrik Tempe Indonesia Perta..

20 Januari 2021 16:33
Desa Kecil Di India Penuh Suka Cita Rayakan Pelantikan Kamala Harris
Dunia

Desa Kecil Di India Penuh Su..

20 Januari 2021 16:09
Kantongi Dukungan Di Senat, Pemerintahan Conte Di Italia Terselamatkan
Dunia

Kantongi Dukungan Di Senat, ..

20 Januari 2021 16:05