Presiden Vucic: Vaksin Covid-19 Sputnik V Telah Dikirim Ke Serbia, Dia Akan Jadi Orang Pertama Yang Siap Diujicoba

Presiden Serbia Aleksandar Vucic /Net

Sekitar 20 dosis vaksin Covid-19 Sputnik V buatan Rusia telah dikirim ke Serbia untuk dukungan uji coba.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan dia akan membiarkan otoritas Serbia memilih dan menentukan pilihannya dari semua vaksin yang dikirim ke negara itu untuk diujicobakan.

"Saya menyampaikan informasi eksklusif ini, bahwa hari ini gelombang pertama vaksin Rusia, sebanyak 20 dosis, telah dikirim ke Serbia," kata Vucic, dalam wawancara dengan saluran televisi Serbia RTS Kamis (3/12) malam waktu setempat.

"Tugas kami mengumpulkan vaksin-vaksin, biarkan orang Serbia menentukan pilihannya, karena setiap vaksin yang akan secara resmi terdaftar di negara besar, adalah baik," kata Vucic.

Namun demikian, ternyata Vucic tidak memperhitungkan rekomendasi vaksin dari Brussel yang berarti bertentangan dengan apa yang dikatakannya.

"(Vaksin) itu sama sekali tidak menarik minat saya. Saya menghormati Brussels, tapi saya lebih mencintai Serbia, dan saya mencintai kebanyakan orang yang tinggal di Serbia," kata Vucic, ketika ditanya oleh wartawan, apakah Serbia akan memutuskan untuk membuat pilihan vaksin Rusia dan China.

Vucic memiliki argumen untuk pernyataannya itu. Menurutnya, menyelamatkan nyawa adalah hal yang paling utama. Walau Brussel, misalnya merasa tidak nyaman karena rekomendasinya diabaikan, dia akan tetap pada keputusannya.  

"Saya akan mampu menahan teguran apa pun dari Brussel. Dari Brussel, Washington, Moskow, bahkan Beijing sekalipun," lanjutnya.

Jika ia, misalnya,  memutuskan untuk tidak menerima vaksin Rusia atau China hanya karena mengikuti pendapat Brussel, maka bagaimana ia bisa tidur sementara ada orang, yang seharusnya bisa diselamatkan, justru sedang sekarat.

"Bagaimana saya bisa hidup dengan cara begitu?" kata Vucic.

Pemimpin Serbia itu juga menyatakan bahwa batch yang dikirim dari vaksin anti-Covid-19  Sputnik V Rusia akan diperiksa secara menyeluruh oleh para ahli Serbia, yang akan memutuskan apakah itu harus digunakan untuk populasi nasional.

Vucic mengumumkan pada 11 Agustus bahwa dia siap untuk menjadi orang pertama yang diujicoba dengan vaksin anti-Covid-19 buatan Rusia.

Pada 12 November, dia mengatakan negaranya telah menyetujui pembelian 1,8 juta dosis vaksin Pfizer dan sedang merundingkan kemungkinan pembelian vaksin dari China dan Rusia.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Gelar Pesta Saat Keadaan Darurat, 89 WNA Ditangkap Polisi Thailand
Dunia

Gelar Pesta Saat Keadaan Dar..

28 Januari 2021 17:52
Sindir AS, Dubes Cui Tiankai: Menganggap China Sebagai Saingan Strategis Adalah Sebuah Kesalahan
Dunia

Sindir AS, Dubes Cui Tiankai..

28 Januari 2021 17:10
Armenia Peringati Hari Tentara, PM Pashinyan Letakkan Bunga Di Makam Pahlawan
Dunia

Armenia Peringati Hari Tenta..

28 Januari 2021 17:06
Angela Merkel Dukung Seruan Xi Jinping Untuk Hindari Perang Dingin Baru, Tapi Tetap Tekan China Soal HAM
Dunia

Angela Merkel Dukung Seruan ..

28 Januari 2021 16:04
Karantina Selesai, Tim Ilmuwan WHO Lancarkan Misi Selidiki Asal-usul Virus Corona
Dunia

Karantina Selesai, Tim Ilmuw..

28 Januari 2021 15:35
Boneka Rajut Meme Bernie Sanders Laku Terjual Ratusan Juta Rupiah
Dunia

Boneka Rajut Meme Bernie San..

28 Januari 2021 14:44
53 Orang Hangus Terbakar Dalam Tabrakan Maut Bus VS Pengangkut Bahan Bakar Di Kamerun
Dunia

53 Orang Hangus Terbakar Dal..

28 Januari 2021 14:34
Pendeta Di Rumania Di-Bully Netizen Gara-gara Sosialisasikan Vaksinasi Di Medsos
Dunia

Pendeta Di Rumania Di-Bully ..

28 Januari 2021 14:25