Tidak Percaya Pada Iran, Jerman Tuntut Perjanjian Nuklir Plus

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas/Net

Jerman berharap banyak kepada Iran. Selain tidak ada senjata nuklir, juga tidak ada program roket balistik. Sebab keduanya dikhawatrikan mengancam keamanan seluruh kawasan.

Bagi Jerman, Iran perlu memainkan peran lain di kawasan itu di luar nuklirnya. Maka, perlu adanya  kesepakatan yang lebih luas, yang disebut Jerman sebagai 'Perjanjian Plus'.
Perjanjian Plus ini juga sebagai pengganti dari perjanjian 2015 yang saat ini sudah tidak mencukupi.

"Perlu adanya bentuk 'perjanjian nuklir plus', yang juga merupakan kepentingan kami," ujar Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, dalam wawancaranya dengan majalah Spiegel, seperti dikutip dari AP, Jumat (4/12).

"Kami membutuhkan kesepakatan ini karena kami tidak mempercayai Iran," tegas Maas.

Komentar Maas muncul sebagai tanggapannya atas Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif yang berbicara di konferensi virtual MED 2020 dengan mengatakan bahwa Iran menolak untuk menegosiasikan ulang JCPOA.

Zarif mengatakan pada hari Kamis: "Kami tidak akan merundingkan kembali kesepakatan yang telah kami negosiasikan."

Dia mengatakan Washington menarik diri dari kesepakatan itu bukan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sehingga AS harus memenuhi komitmennya di bawah Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Pemerintahan Trump melanggar UNSCR 2231 dan sekarang AS tidak dalam posisi untuk menetapkan kondisi baru dalam masalah tersebut, menurutnya. 

Kesepakatan nuklir 2015 -yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, atau JCPOA- memberi Iran keringanan sanksi sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.

Uni Eropa dan AS adalah penandatangan utama dalam kesepakatan itu, tetapi Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian itu pada 2018 dan telah menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan terhadap Teheran sebagai bagian dari kampanye 'tekanan maksimum'.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Gelar Pesta Saat Keadaan Darurat, 89 WNA Ditangkap Polisi Thailand
Dunia

Gelar Pesta Saat Keadaan Dar..

28 Januari 2021 17:52
Sindir AS, Dubes Cui Tiankai: Menganggap China Sebagai Saingan Strategis Adalah Sebuah Kesalahan
Dunia

Sindir AS, Dubes Cui Tiankai..

28 Januari 2021 17:10
Armenia Peringati Hari Tentara, PM Pashinyan Letakkan Bunga Di Makam Pahlawan
Dunia

Armenia Peringati Hari Tenta..

28 Januari 2021 17:06
Angela Merkel Dukung Seruan Xi Jinping Untuk Hindari Perang Dingin Baru, Tapi Tetap Tekan China Soal HAM
Dunia

Angela Merkel Dukung Seruan ..

28 Januari 2021 16:04
Karantina Selesai, Tim Ilmuwan WHO Lancarkan Misi Selidiki Asal-usul Virus Corona
Dunia

Karantina Selesai, Tim Ilmuw..

28 Januari 2021 15:35
Boneka Rajut Meme Bernie Sanders Laku Terjual Ratusan Juta Rupiah
Dunia

Boneka Rajut Meme Bernie San..

28 Januari 2021 14:44
53 Orang Hangus Terbakar Dalam Tabrakan Maut Bus VS Pengangkut Bahan Bakar Di Kamerun
Dunia

53 Orang Hangus Terbakar Dal..

28 Januari 2021 14:34
Pendeta Di Rumania Di-Bully Netizen Gara-gara Sosialisasikan Vaksinasi Di Medsos
Dunia

Pendeta Di Rumania Di-Bully ..

28 Januari 2021 14:25