Bila Azerbaijan Dan Armenia Berdamai, Iran Berpotensi Raih Banyak Keuntungan

Mantan duta besar Iran untuk Republik Azerbaijan Mohsen Pakaein/Net

Berakhirnya perang 45 hari di Nagorno-Karabakh menghasilkan pembebasan tujuh distrik di wilayah konflik yang kemudian secara resmi dinyatakan berada dalam kendali Azerbajian. Namun pembebasan wilayah Karabakh Atas (Artsakh) tak berhasil dilakukan.

Mantan duta besar Iran untuk Republik Azerbaijan Mohsen Pakaein menilai, justru pembebasan Artsakh  ini yang menjadi isu penting.
 
"Ini dapat berujung pada perang (lagi). Ketidakamanan dan pelanggaran gencatan senjata lagi. Bisa menciptakan situasi yang tidak menentu di wilayah Karabakh,” ujar Mohsen Pakaein saat berbicara dalam sebuah wawancara dengan situs web Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri, Jumat (4/12), dikutip dari Mehr.

Artinya, terang Mohsen Pakaein, tidak jelas negara mana yang akan memegang kedaulatan wilayah (karabahk). Sementara Republik Azerbaijan secara alami menganggap Karabakh sebagai bagian dari integritas teritorialnya.
 
Mohsen Pakaein yang juga adalah pakar urusan Asia menerangkan, tuntutan utama Azerbaijan agar Karabakh dikembalikan ke negara itu sebagai republik otonom. Namun, pada saat yang sama, pemerintah Karabakh dengan dukungan Armenia, berkeras untuk memisahkan wilayah tersebut dari Republik Azerbaijan.

"Ini menimbulkan situasi yang tidak menentu. Bisa jadi konflik akan terus berlanjut dan implementasi ketentuan sisa rencana tersebut otomatis akan menjadi ambigu," urai Pakaein.

Jika wilayah Artsakh benar berada di bawah kewenangan Azerbaijan, lanjut Pakaein, perdamaian tentu akan dibangun di kawasan itu. Perdamaian ini sangat penting bagi Republik Azerbaijan dan Armenia. Karena kedua negara telah berperang bertahun-tahun, dan keduanya, terutama Armenia, sangat menderita akibat perang.

Selain itu, lanjut Pakaein, di lain sisi, perdamaian antara Azerbaijan dan Armenia juga akan membawa manfaat bagi Republik Islam Iran, sebagai tetangga mereka.

Pertama, ujar Pakaein, dalam hal keamanan, perbatasan negara akan terjaga. Kedua dari segi ekonomi, akan ada kesempatan bagi Iran untuk bekerja sama dan berpartisipasi dalam pembangunan kembali tujuh kota yang hancur di Azerbaijan yang jaraknya hanya sekitar satu kilometer dari Iran.

"Jika Republik Islam Iran bertindak dengan hati-hati dan dengan perencanaan yang baik, itu akan menciptakan peluang yang bagus," lanjutnya.

Meski kesepakatan damai dan genjatan senjata telah ditandatangani, implementasi perdamaian di wilayah itu, tetap masih menjadi tanda tanya. Hal itu tentu akan berdampak bagi Iran.

"Keuntungan Iran adalah akan menjadi wilayah transit utama. Iran menjadi koridor utara-selatan dan sebaliknya, yang menghubungkan Azerbaijan dan Armenia ke Laut Oman dan Teluk Persia. Dalam hal ini, Iran memperoleh pendapatan dari lalulintas transit,"  jelasnya.

Perang telah membuat Azerbaijan terpaksa melintasi wilayah Iran untuk pergi ke Nakhchivan, dan tampaknya Azerbaijan tetap akan menggunakan rute alternatif itu. Iran hanya mendapat manfaat pada Armenia dalam hal transit.

Pakaein menyarankan agar Republik Islam Iran harus ikut serta mengupayakan perdamaian atas masalah Karabakh. “Menyatukan Azerbaijan dan Armenia sebagai negara yang bersahabat,” ujarnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Gelar Pesta Saat Keadaan Darurat, 89 WNA Ditangkap Polisi Thailand
Dunia

Gelar Pesta Saat Keadaan Dar..

28 Januari 2021 17:52
Sindir AS, Dubes Cui Tiankai: Menganggap China Sebagai Saingan Strategis Adalah Sebuah Kesalahan
Dunia

Sindir AS, Dubes Cui Tiankai..

28 Januari 2021 17:10
Armenia Peringati Hari Tentara, PM Pashinyan Letakkan Bunga Di Makam Pahlawan
Dunia

Armenia Peringati Hari Tenta..

28 Januari 2021 17:06
Angela Merkel Dukung Seruan Xi Jinping Untuk Hindari Perang Dingin Baru, Tapi Tetap Tekan China Soal HAM
Dunia

Angela Merkel Dukung Seruan ..

28 Januari 2021 16:04
Karantina Selesai, Tim Ilmuwan WHO Lancarkan Misi Selidiki Asal-usul Virus Corona
Dunia

Karantina Selesai, Tim Ilmuw..

28 Januari 2021 15:35
Boneka Rajut Meme Bernie Sanders Laku Terjual Ratusan Juta Rupiah
Dunia

Boneka Rajut Meme Bernie San..

28 Januari 2021 14:44
53 Orang Hangus Terbakar Dalam Tabrakan Maut Bus VS Pengangkut Bahan Bakar Di Kamerun
Dunia

53 Orang Hangus Terbakar Dal..

28 Januari 2021 14:34
Pendeta Di Rumania Di-Bully Netizen Gara-gara Sosialisasikan Vaksinasi Di Medsos
Dunia

Pendeta Di Rumania Di-Bully ..

28 Januari 2021 14:25