Erdogan Singgung Macron: Jika Ingin Memiliki Kedaulatan Negara, Serahkan Saja Marseille Kepada Armenia!

Presiden Recep Tayyip Erdogan /Net

Turki mengatakan bahwa posisi mediasi Prancis di Nagorno-Karabakh tidak lagi valid karena keputusan kontroversial yang diserukan dalam Majelis Nasional Prancis baru-baru ini. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Prancis di bawah kepemimpinan Emmanuele Macron telah kehilangan 'peran mediator' dalam sengketa Karabakh.

"Mengapa? Anda adalah mediator, tetapi di sisi lain, Anda telah mengeluarkan resolusi di parlemen Anda ... tentang daerah di mana Anda seharusnya menjadi mediator,” kata Erdogan kepada wartawan usai melaksanakan ibadah shalat Jumat di Masjid Agung Aya Sofya di Istanbul (4/12), seperti dikutip dari AP.

Erdogan juga mengulangi komentar dari Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev bahwa Prancis harus menyerahkan Marseille (sebuah kota di pesisir tenggara Prancis) ke Armenia jika ingin memiliki kedaulatan negara. Dia mengatakan setuju dengan komentar itu.

"Saya membuat nasihat yang sama: jika mereka memang ingin memiliki kedaulatan negara, mengapa mereka tidak memberikan Marseille kepada Armenia?" kata Erdogan sinis. “Sesederhana itu!”

Majelis Nasional Prancis menyetujui resolusi pada Kamis (3/12) yang menyerukan pemerintah untuk mengakui Nagorno-Karabakh sebagai 'republik'.

Setelah disahkan bulan lalu di Senat, resolusi, yang memiliki nilai simbolis, diadopsi di Majelis dengan 188 suara "setuju" melawan tiga suara "tidak", sementara 16 deputi abstain dari pemungutan suara.

Dengan keputusan tersebut, pemerintah Prancis diminta untuk mengakui "Republik Nagorno-Karabakh" dan mengevaluasi ulang proses keanggotaan Turki ke UE dengan mitra Eropa karena peran Turki dalam konflik Nagorno-Karabakh.

Menurut PBB, Nagorno-Karabakh adalah wilayah Azerbaijan.

Prancis juga telah dikritik karena meninggalkan netralitasnya dan mendukung Armenia dalam konflik Nagorno-Karabakh sebagai salah satu negara Ketua Bersama OSCE Minsk Group

Parlemen Azerbaijan telah menyerukan agar Prancis dicabut dari peran mediasinya dalam konflik Nagorno-Karabakh untuk menghukum Senat Prancis karena mengadopsi resolusi tersebut.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dapat Konfirmasi Senat, Antony Blinken Resmi Jadi Menteri Luar Negeri AS
Dunia

Dapat Konfirmasi Senat, Anto..

27 Januari 2021 08:02
Perkuat Sektor Pertahanan, Kenya Borong 118 Kendaraan Militer Canggih Dari Turki
Dunia

Perkuat Sektor Pertahanan, K..

27 Januari 2021 07:52
Inggris Lampaui Angka 100 Ribu Kematian, Boris Johnson Sampaikan Rasa Sedihnya
Dunia

Inggris Lampaui Angka 100 Ri..

27 Januari 2021 07:44
Priti Patel Tangkis Pernyataan Mantan Pejabat Tinggi Soal Aturan Karantina Inggris
Dunia

Priti Patel Tangkis Pernyata..

27 Januari 2021 07:16
Perkuat Hubungan Diplomatik, Sudan Dan Israel Sepakat Bangun Kantor Kedutaan Dalam Waktu Dekat
Dunia

Perkuat Hubungan Diplomatik,..

27 Januari 2021 07:02
Iran Dan Rusia Makin Kompak, Teken Kerja Sama Keamanan Siber
Dunia

Iran Dan Rusia Makin Kompak,..

27 Januari 2021 06:48
Ketua Partai MHP Minta Joe Biden Tak Ulangi Kegagalan Donald Trump Di Turki
Dunia

Ketua Partai MHP Minta Joe B..

27 Januari 2021 06:37
Inggris Berkolaborasi Dengan UE Pastikan Rantai Pasokan Vaksin
Dunia

Inggris Berkolaborasi Dengan..

27 Januari 2021 06:27