Remaja Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel, Kemenlu Ancam Bawa Ke Pengadilan Internasional

Ilustrasi/Net

Seorang remaja Palestina berumur 13 tahun dilaporkan tewas ditembak pasca bentrokan antara demonstran dengan tentara Israel di sela-sela protes pendirian pemukiman Israel di wilayah Tepi Barat.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi remaja tersebut sebagai Ali Ayman Nasr Abu Aliya.

"Dia meninggal karena luka-lukanya setelah ditembak dengan peluru tajam di perut selama bentrokan di utara Ramallah," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (5/12).

"Pemuda itu dipukuli selama demonstrasi di desa Mughayir dan diangkut dalam kondisi kritis ke rumah sakit di Ramallah, di mana dia meninggal," katanya.

Utusan PBB untuk Timur Tengah Nickolay Mladenov mengatakan dalam sebuah tweet bahwa dia terkejut dengan pembunuhan itu.

"Israel harus dengan cepat dan independen menyelidiki insiden yang mengejutkan dan tidak dapat diterima ini," ungkapnya.

Sementara Kementerian luar negeri Palestina mengatakan akan menuntut Israel di Pengadilan Kriminal Internasional atas penembakan tersebut, kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan.

Tentara Israel membantah menggunakan peluru tajam, tetapi mengatakan pihaknya mengetahui laporan mengenai sejumlah perusuh yang terluka dan korban Palestina.

Seorang juru bicara militer mengatakan kepada AFP, puluhan pengunjuk rasa telah melemparkan batu ke arah pasukan keamanan.

"Para perusuh berusaha menggelindingkan batu besar dan membakar ban dari punggung bukit di atas jalan Allon, membahayakan nyawa warga sipil di rute itu," katanya.

"Pasukan keamanan mencegah perusuh memblokir jalan dan menanggapi dengan cara pembubaran kerusuhan," lanjutnya.

Desa Mughayir di Palestina terletak di dekat beberapa permukiman Israel dan telah menjadi lokasi bentrokan antara warga Palestina dan pemukim Israel di masa lalu.

Itu juga dekat daerah Ras al-Teen, di mana Israel telah mengancam untuk menghancurkan sebuah sekolah, sebuah langkah yang dikutuk pada awal November oleh Uni Eropa, yang mendanai pembangunannya.

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak 1967.

Lebih dari 450 ribu orang Israel tinggal di permukiman di wilayah itu, rumah bagi lebih dari 2,8 juta orang Palestina.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Pidato Perpisahan Donald Trump: Saya Pergi Dari Tempat Megah Ini Dengan Hati Yang Setia Dan Gembira
Dunia

Pidato Perpisahan Donald Tru..

20 Januari 2021 07:52
Irak Tunda Pemilu Hingga Oktober, Aktivis:  Ini Seperti Tusukan Terhadap Tuntutan Kami
Dunia

Irak Tunda Pemilu Hingga Okt..

20 Januari 2021 07:21
Putin Dicurigai Ada Di Balik Kerusuhan Capitol Hill, Hillary Clinton Dan Nancy Pelosi Desak Kongres AS Bentuk Tim Investigasi
Dunia

Putin Dicurigai Ada Di Balik..

20 Januari 2021 06:58
Hitungan Jam Jelang Pelantikan Biden, Washington DC Bagai Kota Hantu Yang Dijaga Tentara
Dunia

Hitungan Jam Jelang Pelantik..

20 Januari 2021 06:33
Pakar Kesehatan Ragukan Target Herd Immunity Covid-19 Korsel
Dunia

Pakar Kesehatan Ragukan Targ..

19 Januari 2021 23:36
Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta Dosis Vaksin Sputnik V Pada Akhir Maret
Dunia

Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta..

19 Januari 2021 23:10
Maroko Dapat Dukungan 40 Negara Atas Solusi Otonomi Di Sahara
Dunia

Maroko Dapat Dukungan 40 Neg..

19 Januari 2021 23:00
Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53