Undang Aktivis Pro-Demokrasi, Politisi Denmark Kena Amukan China: Jangan Ikut Campur Urusan Hong Kong!

Ted Hui, mantan anggota parlemen Hong Kong bersma aparat/Net

Pemerintah China mengecam politisi Denmark karena dianggap telah melanggar norma dasar yang mengatur hubungan internasional, setelah Ted Hui, mantan anggota parlemen Hong Kong mengunjungi Denmark atas undangan dari anggota parlemen negara Skandinavia itu.

Aktivis pro-demokrasi itu ditangkap di Hong Kong pada Mei lalu setelah melakukan protes di Dewan Legislatif kota itu, tetapi telah memperoleh visa untuk melakukan perjalanan ke Eropa.

Juru bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying mengatakan tindakan anggota parlemen Denmark yang tidak disebutkan namanya itu telah merusak citra negara tersebut sebagai negara yang selalu menekankan supremasi hukum.

“Kami dengan tegas menentang siapa pun, organisasi, atau negara mana pun yang mencampuri urusan Hong Kong dengan cara apa pun, mencampuri kedaulatan peradilan dan melindungi penjahat ilegal di Hong Kong,” kata Hua pada briefing harian pada hari Jumat, seperti dikutip dari Euro News, Sabtu (5/12).

“Saya ingin menekankan bahwa China adalah negara di bawah aturan hukum dan Hong Kong adalah masyarakat di bawah aturan hukum,” lanjutnya.

Dalam sebuah posting Facebook pada hari Kamis (3/12), Hui mengatakan bahwa dia akan pergi ke pengasingan dan mundur dari partai.

"Saya baru saja menyelesaikan kunjungan tiga hari saya ke Denmark, dengan ini saya mengumumkan bahwa saya berada di pengasingan, dan mundur dari partai demokrasi Hong Kong, meninggalkan Hong Kong," katanya dalam sebuah posting Facebook, dikutip dari HKFP.

Hong Kong telah menjadi titik nyala utama dalam hubungan luar negeri China setelah aksi protes anti-pemerintah melanda kota itu tahun lalu.

Pada bulan Juni, Beijing memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional, yang banyak dikritik oleh para kritikus. Mereka menyebut China telah mengkhianati janjinya untuk mengizinkan Hong Kong mempertahankan hak politik dan sipilnya yang terpisah.

Sejak dimulainya demonstrasi anti-pemerintah pada Juni 2019, polisi Hong Kong telah melakukan lebih dari 10 ribu penangkapan tokoh-tokoh pro-demokrasi terkemuka termasuk aktivis Joshua Wong dan Agnes Chow, serta taipan media Jimmy Lai.

Bersama dengan Hong Kong, China sebelumnya telah berselisih dengan negara-negara Eropa atas hak asasi manusia, Taiwan, dan perdagangan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Gelar Pesta Saat Keadaan Darurat, 89 WNA Ditangkap Polisi Thailand
Dunia

Gelar Pesta Saat Keadaan Dar..

28 Januari 2021 17:52
Sindir AS, Dubes Cui Tiankai: Menganggap China Sebagai Saingan Strategis Adalah Sebuah Kesalahan
Dunia

Sindir AS, Dubes Cui Tiankai..

28 Januari 2021 17:10
Armenia Peringati Hari Tentara, PM Pashinyan Letakkan Bunga Di Makam Pahlawan
Dunia

Armenia Peringati Hari Tenta..

28 Januari 2021 17:06
Angela Merkel Dukung Seruan Xi Jinping Untuk Hindari Perang Dingin Baru, Tapi Tetap Tekan China Soal HAM
Dunia

Angela Merkel Dukung Seruan ..

28 Januari 2021 16:04
Karantina Selesai, Tim Ilmuwan WHO Lancarkan Misi Selidiki Asal-usul Virus Corona
Dunia

Karantina Selesai, Tim Ilmuw..

28 Januari 2021 15:35
Boneka Rajut Meme Bernie Sanders Laku Terjual Ratusan Juta Rupiah
Dunia

Boneka Rajut Meme Bernie San..

28 Januari 2021 14:44
53 Orang Hangus Terbakar Dalam Tabrakan Maut Bus VS Pengangkut Bahan Bakar Di Kamerun
Dunia

53 Orang Hangus Terbakar Dal..

28 Januari 2021 14:34
Pendeta Di Rumania Di-Bully Netizen Gara-gara Sosialisasikan Vaksinasi Di Medsos
Dunia

Pendeta Di Rumania Di-Bully ..

28 Januari 2021 14:25