Pakai Topeng Sinterklas, Ribuan Orang Kembali Tuntut Lukashenko Mundur: Beri Belarusia Hadiah, Pergilah!

Demo tuntut Presiden Lukashenko mundur pada Minggu 6 Desember 2020/Net

Lebih dari 300 orang ditahan di ibu kota Belarusia pada hari Minggu (6/12) waktu setempat, dalam aksi lanjutan yang sudah berlangsung selama 18 pekan berturut-turut. Mereka terus menuntut penggulingan Presiden Alexandr Lukashenko dari kursi kepemimpinan.

Ribuan orang pendemo turun ke jalan, membentuk beberapa aksi demonstrasi kecil yang tersebar di seluruh Minsk, ibu kota Belarusia. Cara ini menjadi pilihan, sebuah taktik baru yang digunakan oposisi alih-alih membuat satu pertemuan besar. Dengan demonstrasi kecil-kecil yang tersebar di beberapa titik tentu mempersulit pasukan keamanan menargetkan para pengunjuk rasa.

"Kami percaya! Kita dapat! Kita akan menang!" teriak para demonstran. Beberapa orang mengenakan kostum dan topeng Sinterklas yang menggambarkan Lukashenko, sambil membentangkan spanduk bertuliskan 'beri Belarusia hadiah: pergilah', seperti dikutip dari AFP, Minggu (6/12).

Polisi di Minsk mengatakan mereka menahan lebih dari 300 orang. Kelompok hak asasi manusia Viasna merilis nama 189 orang yang ditahan di Minsk dan kota-kota lain, tempat demonstrasi juga berlangsung.

Protes massal telah mengguncang Belarus, bekas republik Soviet di Eropa timur, sejak hasil resmi dari pemilihan presiden 9 Agustus memberi Lukashenko kemenangan telak atas lawannya, Sviatlana Tsikhanouskaya.

Tsikhanouskaya dan pendukungnya menolak untuk mengakui hasil tersebut, dengan mengatakan pemungutan suara itu penuh dengan penipuan.

Pada hari Minggu, meriam air, kendaraan lapis baja dan truk militer terlihat di pusat kota Minsk. Beberapa stasiun kereta bawah tanah ditutup dan akses internet dibatasi.

Setidaknya empat jurnalis telah ditahan di Minsk dan kota barat Grodno, menurut Asosiasi Jurnalis Belarusia. Nina Bahinskaya, seorang pengunjuk rasa berusia 73 tahun yang terkenal karena ketangguhannya, juga termasuk di antara mereka yang ditahan.

Pada Jumat (4/12), Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa situasi hak asasi manusia di Belarusia semakin memburuk. .

"Sangat mendesak bahwa pemerintah Belarusia mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia yang sedang berlangsung," kata Bachelet.

Sementara itu, para pengunjuk rasa mengatakan mereka tidak berkecil hati dengan tindakan keras tersebut.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Menlu AS Waswas, China Makin Agresif Terhadap Taiwan
Dunia

Menlu AS Waswas, China Makin..

11 April 2021 22:19
IMF: Ketidakadilan Vaksin Covid-19 Ancam Pemulihan Ekonomi Timur Tengah
Dunia

IMF: Ketidakadilan Vaksin Co..

11 April 2021 22:09
Kampanye Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis, India Klaim jadi Negara Tercepat Di Dunia
Dunia

Kampanye Vaksinasi Tembus 10..

11 April 2021 21:48
Peru Gelar Pilpres Di Tengah Pandemi, 18 Capres Bersaing
Dunia

Peru Gelar Pilpres Di Tengah..

11 April 2021 21:32
China Rilis Hotline Untuk Laporkan Komentar Buruk Soal Sejarah Di Dunia Maya
Dunia

China Rilis Hotline Untuk La..

11 April 2021 21:18
Di Tengah Ketegangan Dengan Rusia, Turki Tegas Dukung Ukraina
Dunia

Di Tengah Ketegangan Dengan ..

11 April 2021 20:24
Rombak Pemerintahan, Jenderal Militer Hingga Wamenhan Sudan Selatan Diganti
Dunia

Rombak Pemerintahan, Jendera..

11 April 2021 19:46
Korsel Siap Gunakan Kembali Vaksin AstraZeneca, Tapi Bukan Untuk Orang Usia Di Bawah 30 Tahun
Dunia

Korsel Siap Gunakan Kembali ..

11 April 2021 19:32