Sambut Normalisasi Maroko-Israel, Dubes AS David Fischer Puji Langkah Raja Mohammed VI

Duta Besar AS untuk Maroko David Fischer ikut/Net

Duta Besar AS untuk Maroko David Fischer ikut menyambut baik normalisasi Maroko-Israel dengan mengatakan hal tersebut adalah tonggak bersejarah.

Fischer mengungkapkan, dia ikut merayakan perkembangan yang mendebarkan itu pasca pengumuman yang disampaikan Presiden AS Donald Trump di akun Twitternya pada Kamis (10/12) bahwa Maroko setuju untuk menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

Sama seperti Trump, Fischer menyebut Maroko dan Israel sebagai dua sekutu terdekat Amerika Serikat.

“Perjanjian normalisasi mewakili tonggak sejarah yang benar-benar bersejarah dalam hubungan yang sudah kuat antara Maroko dan Amerika Serikat,” lanjut Fischer, mengingat persahabatan yang telah berlangsung berabad-abad antara kedua negara, seperti dikutip dari Morocco News, Jumat (11/12).

“Saya ingin mengakui kepemimpinan Raja Mohammed VI yang berjangkauan luas atas dukungannya yang terus-menerus dan berharga pada masalah kepentingan bersama, seperti perdamaian di Timur Tengah, dan stabilitas, keamanan, dan pembangunan di seluruh kawasan dan benua Afrika,” kata Fischer.

“Berita hari ini hanyalah permulaan dari banyak perkembangan penting yang akan datang di tahun-tahun mendatang seiring kita memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara kita,” lanjutnya.

Maroko menjadi negara Arab keempat yang secara resmi setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel di bawah ‘Persetujuan Abraham’ Trump, menyusul tiga negara lainnya UEA, Bahrain, dan Sudan.

Sebagai bagian dari kesepakatan normalisasi Maroko-Israel, kedua negara akan melanjutkan kantor penghubung dan membuka penerbangan langsung.  Selain itu AS juga akan membuka konsulat jenderal di Dakhla, kota di Maroko selatan yang termasuk dalam wilayah Sahara Barat.

Sebagai bagian dari perjanjian AS juga mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, Trump sendiri menyebut itu adalah langkah yang tepat, mengingat Maroko adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Amerika Serikat pada 1777.

Tahun itu, Sultan Maroko Sidi Mohammed Ben Abdullah mengizinkan semua kapal yang berlayar di bawah bendera AS untuk dengan bebas memasuki pelabuhan Maroko.

Pada 1786, Sultan menandatangani Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan dengan AS, membangun hubungan terlama dalam sejarah kedua negara.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021

Artikel Lainnya

Indonesia Raih Finalis Human City Design Award 2020 Di Korsel
Dunia

Indonesia Raih Finalis Human..

08 Maret 2021 17:48
KDCA: Tak Ada Hubungan Antara Vaksinasi Dan Kasus Kematian Setelah Divaksin
Dunia

KDCA: Tak Ada Hubungan Antar..

08 Maret 2021 15:53
Hari Perempuan Internasional, Perempuan Myanmar Turun Ke Jalan Lawan Kudeta
Dunia

Hari Perempuan Internasional..

08 Maret 2021 15:17
Pangeran Harry Merasa Terjebak Dengan Kerajaan Hingga Bertemu Meghan Markle
Dunia

Pangeran Harry Merasa Terjeb..

08 Maret 2021 14:27
AS Minta Turki Jadi Tuan Rumah Dialog Perdamaian Intra-Afghan
Dunia

AS Minta Turki Jadi Tuan Rum..

08 Maret 2021 13:33
Finlandia: Skema Pengadaan Vaksin Kolektif Uni Eropa Hambat Program Vaksinasi
Dunia

Finlandia: Skema Pengadaan V..

08 Maret 2021 13:08
Korsel Sepakat Tambah Biaya Konstribusi Pasukan AS
Dunia

Korsel Sepakat Tambah Biaya ..

08 Maret 2021 12:41
China Siapkan Pusat Vaksinasi Untuk Suntik Warganya Di Luar Negeri
Dunia

China Siapkan Pusat Vaksinas..

08 Maret 2021 11:45