Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Dikunjungi PM Sudan, Abiy Ahmed Enggan Bahas Konflik Tigray

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Senin, 14 Desember 2020, 09:19 WIB
Dikunjungi PM Sudan, Abiy Ahmed Enggan Bahas Konflik Tigray
Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok dan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed/Net
Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok melakukan kunjungan singkat ke Ethiopia untuk menawarkan diri sebagai penengah konflik Tigray.

Sayangnya, menurut tiga pejabat pemerintah Sudan, tawaran tersebut ditolak oleh Perdana Menteri Abiy Ahmed dengan mengatakan pertempuran telah usai.

Kunjungan pada Minggu (13/12) itu dilakukan Hamdok bersama dengan pejabat keamanan Sudan. Ia mengaku khawatir dengan ancaman keamanan Sudan di sepanjang perbatasan akibat konflik Tigray.

Dilaporkan Reuters, Hamdok sendiri hanya melakukan kunjungan selama beberapa jam. Sementara sebelumnya Abiy menyebutnya kunjungan dua hari.

Di akun Twitter-nya, Abiy mengatakan diskusinya dengan Hamdok berlangsung dengan baik, di mana keduanya membahas sejumlah isu, termasuk kerja sama Sudan dan Ethiopia.

Ia tidak membahas tawaran Hamdok untuk menengahi gencatan senjata atau konflik Tigray.

“Menengahi apa? Pertikaian telah berhenti dengan perintah Mekelle. Pemerintahan sementara sudah dibentuk. Sisa-sisa kelompo kriminal telah melarikan diri," ujar jurubicara Abiy, Billene Seyoum.

Konflik Tigray meletus pada 4 November, antara pemerintah Ethiopia dan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF). Ribuan orang diyakini menjadi korban jiwa, sementara puluhan ribu lainnya mengungsi ke Sudan.

Pemerintah Abiy mengumumkan kemenangan atas TPLF setelah pasukannya menguasai ibukota Mekelle, pada 29 November. Sementara TPLF mengatakan pihaknya terus bertempur dengan pasukan federal.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA