Pakar Politik Islam India: Indonesia Tak Perlu Impor Solusi Untuk Intoleransi

Asisten Profesor di Jawaharhal Nehru University, Dr. Gautam Kumar Jha dalam diskusi virtual RMOl World View bertajuk "Menjawab Tantangan Global Bersama Pasca Pandemi", Senin, 21 Desember 2020/RMOL

Isu intoleransi kembali mencuat ke permukaan dan menjadi tantangan nyata di tengah pandemi. Tetapi isu intoleransi sendiri pada dasarnya lebih kuat di bawah permukaan.

Begitu yang disampaikan oleh Asisten Profesor di Jawaharhal Nehru University, Dr. Gautam Kumar Jha dalam diskusi virtual RMOl World View bertajuk "Menjawab Tantangan Global Bersama Pasca Pandemi", Senin (21/12).

Gautam menuturkan, baik Indonesia dan India memiliki persoalan dalam hal intoleransi tetapi dengan karakteristik yang berbeda. Intoleransi India terjadi di antara negara-negara tetangga, sementara Indonesia di dalam negeri.

"Intoleransi kami (India) itu tampak secara langsung dari luar negeri, Anda pasti mengerti maksudnya. Kami punya tetangga yang luar biasa baik sekali, itu adalah China, yang kedua Pakistan," ujar Gautam.

Di sisi lain, Gautam melanjutkan, Indonesia adalah negara yang memiliki ribuan etnis dan bahasa. Setiap suku di Indonesia memiliki kearifan lokal tersendiri.

Indonesia bahkan memiliki banyak agama, walaupun yang secara resmi diakui oleh Pancasila hanya enam.

"Saya sendiri punya pengalaman pergi ke tempat-tempat lain seperti Manado, Makasar, Bengkulu, Lombok, Jawa, Bali, dan lainnya. Saya lihat setiap suku etnis punya tujuan hidup yang berbeda, juga ada komunal," jelas pakar politik Islam itu.

Walaupun 88 persen penduduk Indonesia beragama Muslim, ia mengatakan, setiap muslim memiliki pandangan yang berbeda.

"Indonesia sudah menjadi negara akomodatif Islam. Islam yang dipadukan dengan budaya. Islam memberikan penghormatan lebih," tambahnya.

Sementara itu, di tengah pandemi sendiri, Gautam menyebut ada oknum-oknum yang kerap memicu intoleransi demi keuntungan mereka. Hal tersebut yang harus disadari dan diwaspadai oleh Indonesia dan idnia.

"Kami (India) juga sedang mengalami intoleransi. Tapi kalau ada unsur-unsur radikal di India, kami kerjakan cepat sekali. Kami tidak menunggu. Kami cari sumber intoleransinya dan itu cepat," tuturnya.

"Saya pikir Indonesia mempunyai solusi untuk setiap masalah. Indonesia tidak perlu mengimpor solusi dari negara lain. Contohnya gotong royong," imbuh dia.

Penanganan intoleransi sendiri menurut Gautam akan sangat penting bagi keberlanjutan negara, termasuk ekonomi. Mengingat investasi tidak akan datang jika negara tidak aman.

"Saya pikir indonesia sudah punya civil society yang baik sekali," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Menlu AS Waswas, China Makin Agresif Terhadap Taiwan
Dunia

Menlu AS Waswas, China Makin..

11 April 2021 22:19
IMF: Ketidakadilan Vaksin Covid-19 Ancam Pemulihan Ekonomi Timur Tengah
Dunia

IMF: Ketidakadilan Vaksin Co..

11 April 2021 22:09
Kampanye Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis, India Klaim jadi Negara Tercepat Di Dunia
Dunia

Kampanye Vaksinasi Tembus 10..

11 April 2021 21:48
Peru Gelar Pilpres Di Tengah Pandemi, 18 Capres Bersaing
Dunia

Peru Gelar Pilpres Di Tengah..

11 April 2021 21:32
China Rilis Hotline Untuk Laporkan Komentar Buruk Soal Sejarah Di Dunia Maya
Dunia

China Rilis Hotline Untuk La..

11 April 2021 21:18
Di Tengah Ketegangan Dengan Rusia, Turki Tegas Dukung Ukraina
Dunia

Di Tengah Ketegangan Dengan ..

11 April 2021 20:24
Rombak Pemerintahan, Jenderal Militer Hingga Wamenhan Sudan Selatan Diganti
Dunia

Rombak Pemerintahan, Jendera..

11 April 2021 19:46
Korsel Siap Gunakan Kembali Vaksin AstraZeneca, Tapi Bukan Untuk Orang Usia Di Bawah 30 Tahun
Dunia

Korsel Siap Gunakan Kembali ..

11 April 2021 19:32