Lagi, Pembunuhan Misterius Sasar Aktivis Perempuan Top Afghanistan

Ilustrasi/Net

Afghanistan kembali dihantui teror penembakan misterius yang menyasar sejumlah aktivis dan jurnalis. Kali ini yang jadi korban adalah seorang aktivis hak-hak perempuan Afghanistan, Freshta Kohistani yang tewas setelah ditembaki orang-orang bersenjata dengan sepeda motor pada Kamis (24/12) waktu setempat.

Saat itu ia dan saudara lali-lakinya yang juga tewas, sedang berada di ibukota. Kohistani (29), adalah aktivis kedua yang terbunuh hanya sehari setelah seorang aktivis pro-demokrasi ditembak mati di Kabul pada Rabu (23/12).

Pembunuhan kedua aktivis ini memiliki pola serupa yang terlihat dalam beberapa pekan terakhir, di mana warga Afghanistan terkemuka tewas dalam pembunuhan yang ditargetkan di siang hari bolong, beberapa di antaranya terjadi di ibu kota.

"Orang-orang bersenjata tak dikenal dengan sepeda motor membunuh Freshta Kohistani di distrik Kohistan di provinsi Kapisa," kata juru bicara kementerian dalam negeri Tariq Arian, seperti dikutip dari AFP, Jumat (25/12).

Gubernur provinsi Kapisa Abdul Latif Murad mengatakan kepada AFP bahwa penembakan itu terjadi di dekat rumah Kohistani dan bahwa saudara laki-lakinya juga tewas dalam serangan itu.

Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim serangan itu.

Kohistani, yang pernah berkampanye untuk pemimpin veteran Abdullah Abdullah selama pemilihan presiden tahun lalu, memiliki pengikut yang relatif banyak di media sosial, dan secara teratur menyelenggarakan acara masyarakat sipil di Kabul yang menyerukan hak-hak perempuan.

 Abdullah mengatakan Kohistani tewas dalam "serangan teroris". Dalam sebuah posting Facebook, dia menggambarkan Kohistani sebagai aktivis "pemberani dan tak kenal takut" yang berada di garis depan kehidupan sipil dan sosial di Afghanistan.

Beberapa hari sebelum kematiannya, Kohistani, yang meninggalkan suami dan satu anaknya, menulis di Facebook bahwa dia telah meminta perlindungan dari pihak berwenang setelah menerima ancaman.

Dia juga mengutuk gelombang pembunuhan jurnalis dan tokoh terkemuka lainnya yang sedang berlangsung.

"Afghanistan bukanlah tempat tinggal. Tidak ada harapan untuk perdamaian. Katakan kepada penjahit untuk mengukur (untuk kain kafan pemakaman), besok bisa jadi giliran Anda," cuitnya pada November.

Gelombang pembunuhan telah memicu ketakutan di seluruh negeri, terutama di Kabul.

"Situasi keamanan memburuk dari hari ke hari," kata Ahmad Jawed, pegawai pemerintah di Kabul.

"Ketika kami meninggalkan rumah di pagi hari, kami tidak yakin kami akan kembali ke rumah hidup-hidup pada malam hari," lanjutnya.

Jurnalis, politisi dan aktivis hak semakin menjadi sasaran karena kekerasan meningkat di Afghanistan, meskipun ada pembicaraan damai antara pemerintah dan Taliban.

Pada Rabu (23/12), Mohammad Yousuf Rasheed, yang memimpin organisasi pemantau pemilu independen, disergap dan ditembak saat tengah berada di jalanan pada pagi hari di Kabul bersama dengan sopirnya.

Pembunuhannya terjadi sehari setelah lima orang - termasuk dua dokter yang bekerja di sebuah penjara di pinggiran Kabul - terbunuh oleh bom mobil.

Seorang jurnalis Afghanistan terkemuka juga ditembak minggu ini saat dalam perjalanan ke sebuah masjid di kota Ghazni di timur.

Rahmatullah Nekzad adalah jurnalis keempat yang tewas di Afghanistan dalam dua bulan terakhir, dan pekerja media ketujuh tahun ini, menurut Komite Keamanan Jurnalis Afghanistan yang berbasis di Kabul.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Apa Kabar Vaksin Nusantara?

Kamis, 15 April 2021

Artikel Lainnya

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing-wen Beberkan Komitmen Taiwan Jaga Perdamaian Indo-Pasifik
Dunia

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing..

15 April 2021 12:12
Komentar Pedas Erdogan Untuk PM Italia Yang Menyebutnya Diktator
Dunia

Komentar Pedas Erdogan Untuk..

15 April 2021 11:52
Perseteruan Rusia-Ukraina: Kapal Perang AS Mundur Dari Laut Hitam
Dunia

Perseteruan Rusia-Ukraina: K..

15 April 2021 11:20
Peringatan China Untuk Barat: Jangan Jadikan Hong Kong Sebagai Pion
Dunia

Peringatan China Untuk Barat..

15 April 2021 11:16
Kontroversi Penyebab Kematian George Floyd, Kehabisan Oksigen Hingga Penyakit  Jantung
Dunia

Kontroversi Penyebab Kematia..

15 April 2021 10:49
Perkuat Sistem Pertahanan Udara, Turki Punya Teknologi Rudal Udara-Ke-Udara Bozdogan
Dunia

Perkuat Sistem Pertahanan Ud..

15 April 2021 10:48
Pasang Badan, AS Akan Bantu Pertahanan Ukraina Lawan Rusia
Dunia

Pasang Badan, AS Akan Bantu ..

15 April 2021 10:23
Dukung Kompetisi Sepak Bola Copa America 2021, Sinovac Sepakat Kirim 50.000 Dosis Vaksin Covid-19
Dunia

Dukung Kompetisi Sepak Bola ..

15 April 2021 10:21