Gara-gara Beri Laporan Wabah Corona Di Wuhan, Jurnalis China Terancam Hukuman Lima Tahun Penjara

Zhang Zhan/Net

Seorang jurnalis berkewarganegaraan China, Zhang Zhan terancam hukuman lima tahun penjara karena laporannya terkait wabah Covid-19 di WUhan dianggap mengacaukan masalah.

Zhang telah ditahan sejak Mei 2020 karena siaran langsungnya dari Wuhan pada Februari, ketika wabah 'pneumonia misterius' menyebar.

AFP melaporkan, Zhang yang merupakan seorang mantan pengacara akan diadili pada Senin (28/12). Jika ia terbukti memicu atau memprovokasi masalah, ia akan menghadapi hukuman lima tahun penjara.

Menjelang peradilan, sejumlah diplomat dan pendukung pria 37 tahun itu berkumpul di Pengadilan Rakyat Distrik Baru Shanghai Pudong pada Senin pagi. Tetapi polisi mendorong jurnalis dan pengamat menjauh dari pintu masuk ketika Zhang dan pengacaranya tiba.

Menurut salah satu pengacaranya, Ren Quanniu, Zhang sudah memulai mogok makan pada Juni dan dicekok paksa makan melalui selang hidung.

"Dia berkata ketika saya mengunjunginya (pekan lalu), 'Jika mereka memberi saya hukuman berat, maka saya akan menolak makan sampai akhir'. Dia pikir dia akan mati di penjara," ujar Ren.

"Ini adalah metode ekstrem untuk memprotes," lanjutnya.

Pengacara Zhang yang lain, Zhang Keke mengungkap kesehatan kliennya menurun karena menderita sakit kepala, pusing, dan sakit perut. Ia bahkan butuh bantuan untuk ke kamar mandi.

"Dia merasa lelah secara psikologis, seperti setiap hari adalah siksaan," ujarnya.

Dalam laporan dan esainya yang sudah tersebar di media sosial pada Februari, Zhang mengkritik tanggapan awal pemerintah China terhadap wabah di Wuhan.

Ia menyebut pemerintah tidak memberikan informasi yang cukup kepada warga dan kemudian hanya mengunci kota.

"Ini adalah pelanggaran besar hak asasi manusia," tulisnya.

Zhang adalah jurnalis pertama yang menghadapi persidangan setelah memberikan laporan wabah dari Wuhan. Selain Zhang, ada Chen Qiuchi, Fang Bin, dan Li Zehua yang juga sudah ditangkap.

Di samping jurnalis, pihak berwenang juga sudah menghukum delapan pelapor terkait wabah Covid-19 di China.

Peradilan Zhang sendiri dilakukan di antara Hari Natal dan Tahun Baru dengan tujuan untuk meminimalkan pengawasan Barat. Terlebih, itu juga dilakukan beberapa pekan sebelum tim ahli internasional untuk menyelidiki asal-usul virus corona tiba di China.

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Menlu AS Waswas, China Makin Agresif Terhadap Taiwan
Dunia

Menlu AS Waswas, China Makin..

11 April 2021 22:19
IMF: Ketidakadilan Vaksin Covid-19 Ancam Pemulihan Ekonomi Timur Tengah
Dunia

IMF: Ketidakadilan Vaksin Co..

11 April 2021 22:09
Kampanye Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis, India Klaim jadi Negara Tercepat Di Dunia
Dunia

Kampanye Vaksinasi Tembus 10..

11 April 2021 21:48
Peru Gelar Pilpres Di Tengah Pandemi, 18 Capres Bersaing
Dunia

Peru Gelar Pilpres Di Tengah..

11 April 2021 21:32
China Rilis Hotline Untuk Laporkan Komentar Buruk Soal Sejarah Di Dunia Maya
Dunia

China Rilis Hotline Untuk La..

11 April 2021 21:18
Di Tengah Ketegangan Dengan Rusia, Turki Tegas Dukung Ukraina
Dunia

Di Tengah Ketegangan Dengan ..

11 April 2021 20:24
Rombak Pemerintahan, Jenderal Militer Hingga Wamenhan Sudan Selatan Diganti
Dunia

Rombak Pemerintahan, Jendera..

11 April 2021 19:46
Korsel Siap Gunakan Kembali Vaksin AstraZeneca, Tapi Bukan Untuk Orang Usia Di Bawah 30 Tahun
Dunia

Korsel Siap Gunakan Kembali ..

11 April 2021 19:32