Rusia Beri Ultimatum, Alexei Navalny Harus Segera Pulang Atau Dipenjara

Alexei Navalny/Net

Rusia memberikan ultimatum kepada pemimpin oposisi Alexei Navalny. Di mana Navalny harus pulang ke Rusia sebelum tenggat waktu atau dipenjara.

Ultimatum itu diberikan oleh Layanan Penjara Federal (FSIN) pada Senin (28/12). Lantaran menurut FSIN, Navalny telah melanggar persyaratan hukuman penjara yang masih dijalaninya karena kasus pada 2014.

Navalny menjalani hukuman penjara tiga setengah tahun yang ditangguhkan atas kasus korupsi yang katanya bermotif politik. Masa percobaannya berakhir pada 30 Desember.

Mengutip sebuah artikel di publikasi medis Inggris The Lancet tentang perawatannya, dikatakan Navalny telah keluar dari rumah sakit di Berlin pada 20 September dan bahwa semua gejala yang dialaminya telah lenyap pada 12 Oktober.

“Oleh karena itu terpidana tidak memenuhi semua kewajiban yang diberikan kepadanya oleh pengadilan, dan menghindari pengawasan dari Inspektorat Kriminal," jelas FSIN, seperti dikutip Reuters.

FSIN mengatakan, hukuman yang ditangguhkan dapat diubah menjadi hukuman penjara yang sebenarnya jika dugaan pelanggaran terbukti benar.

FSIN sendiri tidak menyebut tenggat waktu Navalnya harus pulang. Tetapi Navalny mengunggah tangakapan layar percakapannya dengan sang pengacara yang berisi bahwa ia harus pulang ke Rusia pada Selasa (29/12) pukul 09.00 waktu setempat.

Jurubicara Navalny, Kira Yarmysh mengatakan tidak mungkin bagi Navalny untuk pulang karena masih menjalani pemulihan.

Sementara itu, Kremlin mengatakan Navalny bebas kembali ke Rusia kapan saja seperti halnya warga negara Rusia lainnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Setelah Nicolas Sarkozy, Pengadilan Prancis Akan Vonis Mantan PM Atas Skandal Korupsi
Dunia

Setelah Nicolas Sarkozy, Pen..

04 Maret 2021 17:12
Enggan Patuhi Junta Militer, Tiga Polisi Myanmar Kabur Ke India
Dunia

Enggan Patuhi Junta Militer,..

04 Maret 2021 16:22
Ketika Barat Sibuk 'Timbun' Vaksin, Afrika Tak Punya Pilihan Selain Kepada China Dan Rusia
Dunia

Ketika Barat Sibuk 'Timbun' ..

04 Maret 2021 16:05
San Paulo Berlakukan 'Kode Merah' Saat Angka Kasus Covid-19 Melonjak
Dunia

San Paulo Berlakukan 'Kode M..

04 Maret 2021 15:58
Kerusakan Bangunan Azerbaijan Di Nagorno-Karabakh Oleh Armenia Mencapai Rp 713 Triliun
Dunia

Kerusakan Bangunan Azerbaija..

04 Maret 2021 15:28
Aktivis Myanmar: Kami Melawan Dengan Cara Apa pun, Tidak Ada Artinya Tetap Hidup Di Bawah Junta
Dunia

Aktivis Myanmar: Kami Melawa..

04 Maret 2021 14:59
Singapura Tak Akan Keluarkan Izin Mobil Diesel Baru Mulai 2025
Dunia

Singapura Tak Akan Keluarkan..

04 Maret 2021 14:42
Teror Bom Misterius Gegerkan Pengunjung Taj Mahal, Aparat Langsung Lakukan Penggeledahan
Dunia

Teror Bom Misterius Gegerkan..

04 Maret 2021 14:23