Tak Ingin Kena Wajib Karantina, Ratusan Turis Inggris Kabur Dari Resor Ski Swiss

Ratusan turis Inggris kabur dari resor ski di Swiss/Net

Ratusan turis Inggris dilaporkan kabur dari sebuah resor ski di Swiss untuk menghindari aturan baru yang mewajibkan karantina selama 10 hari.

Wajib karantina diberlakukan oleh otoritas Swiss setelah Inggris mengumumkan adanya varian baru virus corona yang lebih menular.

Sebanyak lebih dari 400 turis kemudian diharuskan mengisolasi diri di kamar mereka di Verbier, Valais Canton, seperti dimuat The Daily Telegraph.

Tetapi pada Minggu (27/12), pihak resor mengaku banyak tamu yang tidak menjawab telepon atau makan sarapan yang disajikan di nampan di luar pintu kamar mereka.

Setelah diselidiki, pihak berenang hanya menemukan kurang dari selusin turis yang masih bertahan di kamar mereka untuk karantina.

Kaburnya para turis itu memicu saling tuduh di antara pihak berwenang.

Pemerintah daerah telah dituding tidak bertindak tegas. Sementara pemerintah daerah menyalahkan Kantor Federal untuk Kesehatan Masyarakat karena informasi yang diberikan terlambat.

"Beberapa tamu pergi dengan mobil dan sekarang berada di karantina di Inggris. Ada rasa tanggung jawab pribadi. Anda dapat bepergian ke seluruh Eropa tanpa harus mengidentifikasi diri Anda," ujar Presiden Valais, Christophe Derbellay.

Di sisi lain, pihak resor mengaku bingung dengan aturan yang diberikan pemerintah karena informasi yang tidak konsisten.

Direktur Kantor Turis Verbier, Simon Wiget mengungkap, pihaknya mengidentifikasi sekitar 350 turis yang melarikan diri.

"Tetapi mungkin ada 500 orang jika pemilik rumah kedua dan tamu chalet pribadi dimasukkan. Mungkin beberapa orang mungkin mengira mereka melarikan diri, tetapi saya pikir sebagian besar akan percaya bahwa mereka bertindak sesuai hukum dan bertanggung jawab," jelas dia.

"Orang pada dasarnya jujur ​​dan mereka tidak sengaja melanggar hukum. Semuanya sangat membingungkan, bahkan bagi kami,"  lanjutnya.

Swiss sudah memberlakukan denda sebesar 11 ribu dolar AS bagi mereka yang melanggar karantina.

Pemerintah juga sudah melarang penerbangan dari inggris pada 20 Desember dan memberlakukan karantina 10 hari bagi mereka yang sudah berada di negara itu sejak 14 Desember.

Tetapi pemerintah mengatakan, warga Inggris dapat kembali pulang jika mengambil tindakan khusus tertentu.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Dubes Umar Hadi: Digitalisasi Produk Ekonomi Kreatif, Suatu Keniscayaan
Dunia

Dubes Umar Hadi: Digitalisas..

06 Maret 2021 21:38
Bertemu Ulama Syiah Irak Dan Kunjungi Tempat Kelahiran Nabi Ibrahim, Paus Berterima Kasih Kepada Umat Muslim
Dunia

Bertemu Ulama Syiah Irak Dan..

06 Maret 2021 18:48
Dalai Lama Tenzin Gyatso Terima Suntikan Pertama Vaksin Covid-19, Ajak Pengikutnya Tak Ragu Divaksin
Dunia

Dalai Lama Tenzin Gyatso Ter..

06 Maret 2021 17:58
Menandai Hari Ke-100 Aksi Protes, Petani India Blokir Enam Ruas Jalan Tol
Dunia

Menandai Hari Ke-100 Aksi Pr..

06 Maret 2021 17:47
Konflik Myanmar Dan Jalan Buntu Dewan Keamanan PBB
Dunia

Konflik Myanmar Dan Jalan Bu..

06 Maret 2021 16:29
Ledakan Gas Alam Texas: Satu Rumah Terbakar, Sepuluh Luka-luka
Dunia

Ledakan Gas Alam Texas: Satu..

06 Maret 2021 15:38
Senegal Membara, Massa Lakukkan Protes Besar-besaran Atas Penangkapan Pemimpin Oposisi Ousmane Sonko
Dunia

Senegal Membara, Massa Lakuk..

06 Maret 2021 15:04
Spesialis Keamanan Komputer AS: 30.000 Organisasi Di Seluruh Amerika Serikat Diretas Unit Spionase Dunia Maya China
Dunia

Spesialis Keamanan Komputer ..

06 Maret 2021 14:21