Polisi Swiss Lacak 12 Turis Inggris Yang Kabur Untuk Hindari Wajib Karantina

Ilustrasi/Net

Polisi di Swiss sedang menyelidiki sekelompok turis Inggris yang melarikan diri dari resor ski setelah mereka diberi tahu harus melewati masa karantina Covid-19.

Sekelompok turis Inggris yang berjumlah 12 orang itu, sampai saat berita ini diturunkan, Kamis (31/12), belum terlacak keberadaannya di antara ratusan warga Inggris yang sedang berlibur di resor Alpine Verbier, sebuah lokasi berlibur yang sangat mewah.

Pemerintah Swiss mengumumkan peraturan karantina 10 hari bagi para pelancong Inggris yang tiba di negeri itu. Langkah tersebut merupakan upaya untuk menahan varian virus corona baru setelah pihak berwenang menyadari bahwa keluarga dari daerah asal varian, Inggris dan Afrika Selatan, telah terbang ke Swiss untuk berlibur di resor populer tersebut, seperti dilaporkan Reuters.

Pemerintah Swiss pada 14 Desember mengeluarkan perintah karantina 10 hari bagi turis dari dua negara itu. Perintah tersebut adalah tamu atau turis asing itu harus tinggal di dalam ruangan dan menjaga jarak.

Ketika pengumuman itu ditegaskan lagi pada 21 Desember dan berlaku pada 22 Desember, banyak turis yang tiba-tiba telah meninggalkan Alpine Verbier.

"Dari 150 orang yang diperiksa di tujuan liburan, 138 tamu secara konsisten mengikuti karantina," kata juru bicara kepolisian Valais, pada Rabu (30/12).

Jumlah pasti warga Inggris yang berlibur di Valais pada saat karantina diberlakukan masih belum diketahui.

"Investigasi saat ini sedang dilakukan dalam 12 kasus di mana turis telah meninggalkan kanton."

Jumlah pasti warga Inggris yang berlibur di Valais pada saat karantina diberlakukan masih belum diketahui.

Di antara warga Inggris yang melarikan diri dari resor itu, adalah Brexiteer teratas Andy Wigmore, juru bicara pendiri kampanye Leave EU, Arron Banks.

Dia sedang berlibur di resor itu ketika dia menerima pesan dari otoritas Swiss yang memberi tahu tentang karantina wajib yang mulai berlaku pada 22 Desember.

Wigmore dan keluarganya langsung meninggalkan resor dan terbang ke Prancis hari itu. Mereka berhasil mencapai perbatasan 20 menit sebelum karantina dimulai.

Dilaporkan oleh The Independent, Wigmore mengatakan seorang temannya yang warga Swiss menyarankannya agar segera 'kabur' sebelum pemberlakuan karantina itu dimulai.

"Maka pada saat itu kami memutuskan untuk melintasi perbatasan Swiss ke Prancis menggunakan jaringan kereta," kata Wigmore.

Kontroversi aturan karantina telah menimbulkan sikap saling menyalahkan antara pemerintah federal dan otoritas Valais.

Setidaknya tujuh orang di Swiss telah terdeteksi dengan varian baru virus corona. Lima terpapar oleh virus mutan dari Inggris dan dua dengan versi yang terdeteksi di Afrika Selatan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Dubes Umar Hadi: Digitalisasi Produk Ekonomi Kreatif, Suatu Keniscayaan
Dunia

Dubes Umar Hadi: Digitalisas..

06 Maret 2021 21:38
Bertemu Ulama Syiah Irak Dan Kunjungi Tempat Kelahiran Nabi Ibrahim, Paus Berterima Kasih Kepada Umat Muslim
Dunia

Bertemu Ulama Syiah Irak Dan..

06 Maret 2021 18:48
Dalai Lama Tenzin Gyatso Terima Suntikan Pertama Vaksin Covid-19, Ajak Pengikutnya Tak Ragu Divaksin
Dunia

Dalai Lama Tenzin Gyatso Ter..

06 Maret 2021 17:58
Menandai Hari Ke-100 Aksi Protes, Petani India Blokir Enam Ruas Jalan Tol
Dunia

Menandai Hari Ke-100 Aksi Pr..

06 Maret 2021 17:47
Konflik Myanmar Dan Jalan Buntu Dewan Keamanan PBB
Dunia

Konflik Myanmar Dan Jalan Bu..

06 Maret 2021 16:29
Ledakan Gas Alam Texas: Satu Rumah Terbakar, Sepuluh Luka-luka
Dunia

Ledakan Gas Alam Texas: Satu..

06 Maret 2021 15:38
Senegal Membara, Massa Lakukkan Protes Besar-besaran Atas Penangkapan Pemimpin Oposisi Ousmane Sonko
Dunia

Senegal Membara, Massa Lakuk..

06 Maret 2021 15:04
Spesialis Keamanan Komputer AS: 30.000 Organisasi Di Seluruh Amerika Serikat Diretas Unit Spionase Dunia Maya China
Dunia

Spesialis Keamanan Komputer ..

06 Maret 2021 14:21