Paus Fransiskus Restui Pengunduran Diri Uskup Agung Belarusia Yang Pernah Bikin Marah Lukashenko

Uskup Agung Tadeusz Kondrusiewicz melakukan kebaktian pada Malam Natal di katedral di Minsk, Belarusia 24 Desember 2020/Net

Kepala Gereja Katolik di Belarus, Uskup Agung Tadeusz Kondrusiewicz, mengajukan pengunduran dirinya, setelah ia menghabiskan waktu di pengasingan. Paus Fransiskus telah mengabulkan pengunduran diri itu pada Minggu (3/1).

Kondrusiewicz, 75 tahun, telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Paus. Sangat tidak biasa bagi Paus untuk menerima pengunduran diri seorang uskup dalam waktu yang begitu cepat, dan tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-75. Terlebih lagi mengumumkannya pada hari Minggu, menurut laporan Reuters.

Cepatnya proses penerimaan pengunduran diri itu menunjukkan kemungkinan bahwa kesepakatan kedua belah pihak ditemukan dalam negosiasi antara Vatikan dan pemerintah Belarus, untuk memenangkan kembalinya Kondrusiewicz dari pengasingan pada Desember, kata sumber diplomatik di Roma.

Uskup biasanya ditahan selama berbulan-bulan dan terkadang bertahun-tahun setelah mereka secara resmi menyerahkan surat pengunduran diri mereka, khususnya di wilayah konflik atau dalam posisi yang sulit, sampai penggantinya resmi ditunjuk.

Kondrusiewicz pada tahun lalu telah membuat marah Presiden Alexandr Lukashenko karena membela hak-hak pengunjuk rasa anti-pemerintah. Kondrusiewicz dianggap membela kelompok yang menyerukan pengunduran diri presiden segera setelah pemilihan yang disengketakan pada 9 Agustus.

Vatikan yang mengumumkan pengunduran diri tersebut mengatakan bahwa seorang uskup pembantu Keuskupan Pinsk di Belarus bagian barat, Kazimierz Wielikosielec, akan bertindak sebagai Administrator Apostolik sampai seorang uskup agung baru diangkat di Minsk.

Uskup agung Kondrusiewicz ditolak masuk ke Belarus pada bulan yang sama sekembalinya dari sebuah upacara di negara tetangga Polandia.

Hal itu menyebabkan ketegangan antara Gereja dan pemerintah. Vatikan mengirim utusan khusus untuk bernegosiasi atas nama Kondrusiewicz, dengan para diplomat bekerja selama hampir lima bulan untuk mengamankan kepulangannya

Kondrusiewicz kembali ke Belarus pada 24 Desember, ketika komunitas Kristen merayakan Malam Natal.

Orang Belarusia sangat menganut agama Kristen Ortodoks, tetapi negara itu memiliki minoritas Katolik yang kecil, yang menjalankan ritus Romawi yang umum di Polandia atau ritus Timur yang ditemukan di negara tetangga Ukraina.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet

Selasa, 13 April 2021
Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021

Artikel Lainnya

Austria Hingga Finlandia Berlomba-lomba Jadi Tuan Rumah Pertemuan Biden Dan Putin
Dunia

Austria Hingga Finlandia Ber..

14 April 2021 17:47
Soal Proyek KF-X/IF-X, Pengamat: Korsel Paham Kesulitan Indonesia
Dunia

Soal Proyek KF-X/IF-X, Penga..

14 April 2021 17:12
Trudeau: Pandemi Covid-19 Kanada Masih Dalam Level Yang Sangat Serius
Dunia

Trudeau: Pandemi Covid-19 Ka..

14 April 2021 16:29
Kuba Kutuk Serangan Natanz, Menlu Rodriguez: Ini Dilakukan Penentang Pencabutan Sanksi AS
Dunia

Kuba Kutuk Serangan Natanz, ..

14 April 2021 16:02
Pilihan Terbaik Untuk Korea Utara Dan Korea Selatan Adalah Status Quo
Dunia

Pilihan Terbaik Untuk Korea ..

14 April 2021 15:57
Menlu Kuba Ucapkan Selamat Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan Bagi Umat Muslim
Dunia

Menlu Kuba Ucapkan Selamat M..

14 April 2021 15:34
Pengamat: Kanada Sengaja Ciptakan Citra Teror Tentang Xinjiang, Hasil Koordinasi Dengan AS
Dunia

Pengamat: Kanada Sengaja Cip..

14 April 2021 15:27
Utusan PBB Untuk Yaman: Hentikan Pertikaian, Biarkan Penduduk Beribadah Ramadhan Dengan Aman
Dunia

Utusan PBB Untuk Yaman: Hent..

14 April 2021 14:52