Polemik Vaksin Untuk Migran Ilegal, Presiden Meksiko Janji Akan Bertanggung Jawab

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador/Net

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan ia siap menyediakan vaksin Covid-19 untuk migran ilegal tanpa dokumen di Amerika Serikat (AS).

Pernyataan kesediaan itu disampaikan Lopez Obrador dalam konferensi pers pada Rabu (6/1). Ketika itu ia dinyata nasib para migran yang didominasi oleh warga negara Meksiko.

"Itu hak universal. Kami akan melakukannya," kata Lopez Obrador, seperti dikutip Reuters.

Meski begitu, presiden sayap kiri-tengah itu tidak merinci bagaimana pihaknya akan memvaksinasi para migran yang sudah berada di AS itu, atau migran mana yang memenuhi syarat.

Sehari sebelumnya, Selasa (5/1), Gubernur Negara Bagian Nebraska AS, Pete Ricketts yang seorang anggota Partai Republik mengatakan pemerintah kemungkinan tidak akan memvaksinasi para migran karena statusnya.

Pernyataan itu disampaikannya terkait dengan para migran yang bekerja di pabrik pengepakan daging di Nebraska, dan langsung memicu kritik dari ahli dan aktivis.

"Anda seharusnya menjadi penduduk resmi negara untuk dapat bekerja di pabrik itu, jadi saya tidak berpikir migran ilegal akan menjadi bagian dari program vaksin," kata Ricketts.

Institut Kebijakan Migrasi yang berbasis di Washington memperkirakan, 11 persen pekerja pengepakan daging di Nebraska, dan 10 persen pekerja di seluruh negeri tidak memiliki status imigrasi resmi.

Seorang diplomat senior Meksiko untuk Amerika Utara, Roberto Velasco menanggapi Ricketts pada Selasa malam.

"Mencabut pekerja penting yang tidak berdokumen dari vaksinasi Covid-19 bertentangan dengan hak asasi manusia," tulisnya di Twitter.

Selain Velasco, Perwakilan AS yang seorang pro-migran dari Partai Demokrat, Alexandria Ocasio-Cortez juga mengkritik penyataan Ricketts.

"Bayangkan menjadi begitu rasis sehingga Anda berusaha keras untuk memastikan bahwa orang yang menyiapkan makanan Anda tidak divaksinasi," tulisnya di Twitter.

Pertanyaan tentang akses terhadap vaksin berdasarkan kewarganegaraan telah menjadi perdebatan di beberapa bagian dunia.

Misalnya, kelompok hak asasi manusia telah menyatakan kemarahan bahwa warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki Israel harus menghadapi penantian yang lama untuk mendapatkan vaksin.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Dubes Umar Hadi: Digitalisasi Produk Ekonomi Kreatif, Suatu Keniscayaan
Dunia

Dubes Umar Hadi: Digitalisas..

06 Maret 2021 21:38
Bertemu Ulama Syiah Irak Dan Kunjungi Tempat Kelahiran Nabi Ibrahim, Paus Berterima Kasih Kepada Umat Muslim
Dunia

Bertemu Ulama Syiah Irak Dan..

06 Maret 2021 18:48
Dalai Lama Tenzin Gyatso Terima Suntikan Pertama Vaksin Covid-19, Ajak Pengikutnya Tak Ragu Divaksin
Dunia

Dalai Lama Tenzin Gyatso Ter..

06 Maret 2021 17:58
Menandai Hari Ke-100 Aksi Protes, Petani India Blokir Enam Ruas Jalan Tol
Dunia

Menandai Hari Ke-100 Aksi Pr..

06 Maret 2021 17:47
Konflik Myanmar Dan Jalan Buntu Dewan Keamanan PBB
Dunia

Konflik Myanmar Dan Jalan Bu..

06 Maret 2021 16:29
Ledakan Gas Alam Texas: Satu Rumah Terbakar, Sepuluh Luka-luka
Dunia

Ledakan Gas Alam Texas: Satu..

06 Maret 2021 15:38
Senegal Membara, Massa Lakukkan Protes Besar-besaran Atas Penangkapan Pemimpin Oposisi Ousmane Sonko
Dunia

Senegal Membara, Massa Lakuk..

06 Maret 2021 15:04
Spesialis Keamanan Komputer AS: 30.000 Organisasi Di Seluruh Amerika Serikat Diretas Unit Spionase Dunia Maya China
Dunia

Spesialis Keamanan Komputer ..

06 Maret 2021 14:21