Penyerbuan Capitol Hill, Netizen China: AS Akhirnya Merasakan Karma Dari Standar Gandanya Selama Ini

Pengunjuk rasa bentrok dengan aparat di depan Capitol Hill, Rabu 6 Januari 2021/Net

Kerusuhan yang terjadi di Capitol Hill di Amerika menjadi santapan netizen Tiongkok. Mereka beramai-ramai mengatakan bahwa apa yang terjadi di AS saat ini adalah 'karma' atas apa yang sering mereka katakan tentang kebijakan Beijing atas Hong Kong.

Pengguna web China sepertinya masih mengingat kesusahan dan kemarahan yang mereka rasakan ketika melihat perusuh di Hong Kong menyerbu Kompleks Dewan Legislatif, mencoret-coret grafiti, menghancurkan dan merampok barang.

Dan alih-alih mengutuk kekerasan, politisi AS saat itu malah memuji 'keberanian' massa. Media Barat juga mengkritisi 'pengekangan' para perusuh, dan Ketua DPR Nancy Pelosi bahkan menyebutnya sebagai 'pemandangan yang indah'.

Sekarang, 'pemandangan indah' ini sedang berlangsung di AS. Seorang netizen Tiongkok berkomentar, "Pelosi bisa menikmati pemandangan yang indah - bahkan di meja kantornya! Sudah sekian lama, politisi AS menyebut perusuh 'pejuang kemerdekaan' di negara lain. Sekarang, mereka akhirnya mendapat pembalasan!"

"Rasanya seperti menonton film aksi yang mendebarkan," ungkap netizen tersebut, seperti dikutip dari Global Times, Kamis (7/1).

Banyak netizen China mengaku dalam komentar mereka bahwa mereka melihat kekacauan di AS saat ini sebagai balas dendam.

"Setelah memicu begitu banyak kekacauan di seluruh dunia dengan dalih kebebasan dan demokrasi, AS akhirnya merasakan 'karma' dari standar ganda," kata mereka.

Shen Yi, seorang profesor di Sekolah Hubungan Internasional dan Urusan Masyarakat Universitas Fudan, mengatakan kepada Global Times bahwa komentar pengguna internet China tentang penyerbuan Capitol adalah "perasaan orang China yang polos dan benar dan tulus."

Apa yang terjadi di Capitol AS dan tanggapan AS terhadapnya telah meledakkan gelembung "demokrasi" dan "kebebasan" dan "nilai universal" yang telah lama digunakan AS untuk membujuk orang lain, kata Shen.

Penyerbuan Capitol AS terjadi pada titik simbolis transisi kekuasaan, dan ini pertama kalinya terjadi dalam sejarah AS. Netizen berkomentar bahwa momen simbolis ini dengan jelas menunjukkan 'jatuhnya mercusuar demokrasi'.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021

Artikel Lainnya

Indonesia Raih Finalis Human City Design Award 2020 Di Korsel
Dunia

Indonesia Raih Finalis Human..

08 Maret 2021 17:48
KDCA: Tak Ada Hubungan Antara Vaksinasi Dan Kasus Kematian Setelah Divaksin
Dunia

KDCA: Tak Ada Hubungan Antar..

08 Maret 2021 15:53
Hari Perempuan Internasional, Perempuan Myanmar Turun Ke Jalan Lawan Kudeta
Dunia

Hari Perempuan Internasional..

08 Maret 2021 15:17
Pangeran Harry Merasa Terjebak Dengan Kerajaan Hingga Bertemu Meghan Markle
Dunia

Pangeran Harry Merasa Terjeb..

08 Maret 2021 14:27
AS Minta Turki Jadi Tuan Rumah Dialog Perdamaian Intra-Afghan
Dunia

AS Minta Turki Jadi Tuan Rum..

08 Maret 2021 13:33
Finlandia: Skema Pengadaan Vaksin Kolektif Uni Eropa Hambat Program Vaksinasi
Dunia

Finlandia: Skema Pengadaan V..

08 Maret 2021 13:08
Korsel Sepakat Tambah Biaya Konstribusi Pasukan AS
Dunia

Korsel Sepakat Tambah Biaya ..

08 Maret 2021 12:41
China Siapkan Pusat Vaksinasi Untuk Suntik Warganya Di Luar Negeri
Dunia

China Siapkan Pusat Vaksinas..

08 Maret 2021 11:45