Children in the DPR Korea
Under the Leadership of Great Commanders
Dimensy Mobile
Farah.ID
Dimensy
Farah.ID

Kemenangan Joe Biden Tunjukkan Pemberontakan Mike Pence Yang Sudah Kehilangan Kesabaran

LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN
  • Kamis, 07 Januari 2021, 16:20 WIB
Kemenangan Joe Biden Tunjukkan Pemberontakan Mike Pence Yang Sudah Kehilangan Kesabaran
Presiden AS Donald Trump dan wakilnya, Mike Pence/Net
Bak senjata makan tuan, keputusan Presiden Donald Trump untuk meminta para pendukungnya mengganggu Sidang Kongres telah merugikan dirinya sendiri.

Setelah para pendukung Trump membuat kerusuhan di Capitol Hill, sejumlah staf di Gedung Putih satu per satu mulai menanggalkan jabatannya dengan alasan kecewa dengan sang presiden petahana.

Terbaru, pada Rabu sore (6/1), Wakil Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Matt Pottinger menyampaikan pengunduran dirinya. Keputusan yang sama sudah ambil oleh Kepala Staf Ibu egara Stephani Grisham, Sekretaris Sosial Rickie Niceta dan Wakil Sekretaris Pers Sara Matthews pada hari yang sama.

Bukan hanya para stafnya yang kecewa pada Trump, Wakil Presiden Mike Pence juga disebut telah kehilangan kesabarannya.

Senator Republik dari Oklahoma, Jim Inhofe mengungkap ia tidak pernah melihat Pence marah seperti saat ini, ketika kerusuhan paling buruk dalam sejarah Amerika terjadi di Capitol Hill.

Dimuat Tulsa World, menurut Inhofe, Pence dibuat geram dengan Trump dalam pembicaraan mereka pada Selasa (5/1).

Ketika itu, Trump meminta Pence untuk mendukung menggagalkan hasil pilpres AS 2020 dalam sidang di Kongres, meski secara ilegal. Tetapi Pence menentangnya dan akan melaksanakan keputusan sesuai Konstitusi.

Trump kemudian menghina Pence dan meminta massa untuk mengerumuni Capitol Hill. Dalam kerusuhan sendiri, setidaknya ada 1.000 orang di Gedung Kongres yang harus dievakuasi.

Meski sempat dihentikan selama delapan jam, sesi gabungan Kongres kemudian dilanjutkan pada Rabu malam (6/1). Pence bergabung dengan anggota DPR dan Senat yang bersikeras melanjutkan sidang dan menyelesaikan sertifikasi.

"Saya kenal Mike Pence. Saya belum pernah melihat Pence semarah ini," kata Inhofe

"Saya mengobrol lama dengannya. Dia berkata, 'Setelah semua ini, saya cukup untuk (Trump)'," ujarnya.

Lebih lanjut, Inhofe juga mengaku sempat mendapat ancaman dalam beberapa hari terakhir karena menolak memprotes hasil Electoral College.

"Kami telah menerima telepon. Kami mendapat ancaman. Saya memiliki banyak teman yang sangat, sangat dekat yang marah kepada saya, ketika yang saya lakukan hanyalah menegakkan sumpah saya," ujarnya.

Sementara itu, saat ini Kongres telah menyatakan kemenangan bagi Biden. Pence pada Kamis (7/1) pukul 3.40 pagi waktu setempat mengumumkan Biden sebagai Presiden terpilih AS.

Biden dan wakilnya, Kamala Harris akan dilantik pada 20 Januari 2021.
EDITOR:

ARTIKEL LAINNYA