Soal Kerusuhan Di AS, China: Walaupun Demo Hong Kong Lebih Parah, Tapi Tidak Ada Korban Jiwa

Kerusuhan di Amerika Serikat/Net

China membandingkan kerusuhan yang terjadi di Capitol Hill, Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada Rabu (6/1) dengan aksi demonstrasi pro-demokrasi Hong Kong tahun lalu.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan, walaupun demo Hong Kong lebih parah, nyatanya tidak ada korban jiwa yang jatuh. Sementara kerusuhan di Capitol Hill sejauh ini sudah menghilangkan empat nyawa.

"Tanggapan dan kata-kata yang digunakan oleh beberapa orang di AS terhadap apa yang terjadi di Hong Kong pada tahun 2019 sangat berbeda dengan apa yang mereka gunakan untuk kejadian yang sedang berlangsung hari ini di AS," ujar Hua, seperti dikutip Reuters.

"Kami juga berharap agar rakyat AS dapat menikmati perdamaian, stabilitas, dan keamanan secepat mungkin," lanjutnya.

Kerusuhan yang dipicu oleh para pendukung Presiden Donald Trump di Capitol Hill sendiri memicu banyak perhatian dari publik China, di mana Beijing dan Washington saat ini tengah terlibat ketegangan.

Di Weibo, publik China mengkritik para pemimpin Eropa yang menurut mereka menerapkan standar ganda pada kerusuhan di AS dan demonstrasi Hong Kong. Sementara situasi menunjukkan lebih dari 90 persen serupa.

Televisi pemerintah China bahkan menayangkan berulang kali video kekacauan dari Washington DC.

Berdasarkan keterangan polisi Washington DC, sejauh ini terdapat empat korban tewas dalam kerusuhan di Capitol Hill, dengan 52 lainnya ditangkap.

Kekacauan yang terjadi di AS bermula ketika Trump menyerukan agar para pendukungnya berkumpul untuk menggagalkan hasil pilpres AS 2020 yang dimenangkan oleh lawannya, Joe Biden.

Para pendukung Trump yang bukan hanya membawa bendera dan spanduk, namun juga senjata, kemudian bentrok dengan petugas keamanan. Mereka berusaha merangsek masuk Gedung Kongres yang tengah mengadakan sesi gabungan untuk pengesahan kemenangan Biden.

Walaupun tertunda selama kurang lebih delapan jam, DPR dan Senat melanjutkan sesi hingga akhirnya memenangkan Biden sebagai Presiden terpilih AS yang akan dilantik pada 20 Januari 2021.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Apa Kabar Vaksin Nusantara?

Kamis, 15 April 2021

Artikel Lainnya

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing-wen Beberkan Komitmen Taiwan Jaga Perdamaian Indo-Pasifik
Dunia

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing..

15 April 2021 12:12
Komentar Pedas Erdogan Untuk PM Italia Yang Menyebutnya Diktator
Dunia

Komentar Pedas Erdogan Untuk..

15 April 2021 11:52
Perseteruan Rusia-Ukraina: Kapal Perang AS Mundur Dari Laut Hitam
Dunia

Perseteruan Rusia-Ukraina: K..

15 April 2021 11:20
Peringatan China Untuk Barat: Jangan Jadikan Hong Kong Sebagai Pion
Dunia

Peringatan China Untuk Barat..

15 April 2021 11:16
Kontroversi Penyebab Kematian George Floyd, Kehabisan Oksigen Hingga Penyakit  Jantung
Dunia

Kontroversi Penyebab Kematia..

15 April 2021 10:49
Perkuat Sistem Pertahanan Udara, Turki Punya Teknologi Rudal Udara-Ke-Udara Bozdogan
Dunia

Perkuat Sistem Pertahanan Ud..

15 April 2021 10:48
Pasang Badan, AS Akan Bantu Pertahanan Ukraina Lawan Rusia
Dunia

Pasang Badan, AS Akan Bantu ..

15 April 2021 10:23
Dukung Kompetisi Sepak Bola Copa America 2021, Sinovac Sepakat Kirim 50.000 Dosis Vaksin Covid-19
Dunia

Dukung Kompetisi Sepak Bola ..

15 April 2021 10:21