Kecam Kerusuhan Capitol Hill, Trump: Bagi Mereka Yang Melanggar Hukum Akan Membayarnya

Presiden AS Donald Trump/Net

Kerusuhan di Capitol Hill pada Rabu (6/1) telah menyisakan luka bagi demokrasi Amerika Serikat (AS). Bukan hanya itu, peristiwa tersebut juga memakan empat korban jiwa.

Semua dimulai ketika Presiden Donald Trump mengerahkan para pendukungnya ke Washington DC saat Sidang Kongres yang bertujuan untuk memverifikasi suara elektoral pilpres AS.

Sayangnya situasi menjadi tidak terkendali ketika para pro-Trump yang berusaha menggagalkan hasil pilpres mulai bentrok dengan petugas keamanan dan merangsek masuk ke gedung, berupaya untuk menghentikan sesi gabungan DPR dan Senat.

Dari berbagai video, foto, dan laporan dari tempat kejadian, para pro-Trump terlihat melakukan kekerasan hingga pengrusakan di gedung parlemen.

Sehari setelah kerusuhan berlangsung, Trump menyampaikan kecamannya terhadap insiden tersebut.

Itu disampaikan Trump dalam sebuah video berdurasi 2 menit 41 detik yang diunggah ke akun media sosialnya pada Kamis (7/1) waktu setempat.

"Seperti semua orang Amerika, saya marah dengan kekerasan, pelanggaran hukum, dan kekacauan," ujar Trump.

Trump mengatakan, ia langsung mengerahkan pasukan Garda Nasional dan penegak hukum federal untuk mengamankan gedung dan mengusir para penyusup.

"Kepara para demonstran yang menyusup ke Capitol, Anda sudah mencemari kursi demokrasi Amerika," kecamnya.

"Kepada mereka yang terlibat dalam tindakan kekerasan dan perusakan, Anda tidak mewakili negara kami. Dan bagi mereka yang melanggar hukum, Anda akan membayarnya," lanjutnya.

Di dalam pernyataannya tersebut, Trump juga telah menyampaikan keikhlasannya untuk menyerahkan kekuasaan pada Joe Biden sebagai Presiden terpilih AS yang akan dilantik pada 20 Januari.

Di samping itu, Trump juga mengungkap bagaimana beratnya tahun 2020 yang harus dihadapi oleh Amerika karena pandemi. Ia menyoroti bagaimana kehidupan berubah, jutaan orang terisolasi, ekonomi rusak, hingga nyawa berjatuhan.

"Untuk mengalahkan pandemi ini dan membangun kembali ekonomi terbesar di dunia, kita semua harus bekerja sama. Ini akan membutuhkan penekanan baru pada nilai-nilai sipil patriotisme, iman, amal, komunitas dan keluarga," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Bangladesh Relokasi Lagi Ribuan Pengungsi Rohingya Ke Pulau Terpencil
Dunia

Bangladesh Relokasi Lagi Rib..

04 Maret 2021 08:11
Pengadilan Kriminal Internasional Luncurkan Penyelidikan Kejahatan Di Wilayah Palestina
Dunia

Pengadilan Kriminal Internas..

04 Maret 2021 08:07
Pelaku Gunakan Pisau Di Swedia, Tiga Orang Kritis
Dunia

Pelaku Gunakan Pisau Di Swed..

04 Maret 2021 07:55
Myanmar: Kepala UE Kecam Pelanggaran HAM Oleh Militer
Dunia

Myanmar: Kepala UE Kecam Pel..

04 Maret 2021 07:42
Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan, Turki Dan Bosnia Herzegovina Teken Perjanjian Keuangan Militer
Dunia

Tingkatkan Kerja Sama Pertah..

04 Maret 2021 07:09
PBB: 38 Orang Tewas Dalam Hari Paling Berdarah Di Myanmar
Dunia

PBB: 38 Orang Tewas Dalam Ha..

04 Maret 2021 06:59
Blinken: China Adalah Ujian Terbesar, AS Siap Menghadapi Kapan Saja
Dunia

Blinken: China Adalah Ujian ..

04 Maret 2021 06:25
Korban Covid Muslim Dikuburkan Di Pulau Terpencil, Sri Lanka Menuai Protes
Dunia

Korban Covid Muslim Dikuburk..

04 Maret 2021 06:11