Joe Biden Dan Kamala Harris Soroti Perlakuan 'Lunak' Aparat Terhadap Pelaku Penyerbuan Capitol Hill

Joe Biden dan Kamala Harris/Net

Presiden terpilih AS Joe Biden menuduh perlakuan pihak berwenang terhadap pengunjuk rasa pendukung Donald Trump jauh berbeda dengan perlakuan terhadap demonstran anti-rasisme yang dibubarkan secara paksa oleh polisi di Washington pada tahun lalu.

Joe Biden mengklaim, polisi di Capitol Hill sangat lunak terhadap pendukung Trump kemarin.

"Jika (para penyerang) itu adalah sekelompok pengunjuk rasa Black Lives Matter kemarin...," Biden berhenti sebentar. Lalu katanya, "Mereka diperlakukan sangat, sangat, berbeda dari gerombolan preman yang menyerbu Capitol."

"Kita semua tahu itu benar, dan itu tidak bisa diterima," lanjut Biden, berbicara di Wilmington, Delaware, Kamis (7/1), seperti dikutip dari AFP.

Kepolisian yang seharusnya bertugas melindungi jalannya sidang dan anggota parlemen malah membiarkan para perusuh masuk ke Capitol Hill, menggedor-gedor pintu ruang sidang, memecahkan jendela, merusak perabot, dan mencuri. Mereka juga berteriak dan memaksa politisi untuk mengungsi.

Para pengunjuk rasa pro-Trump juga menggeledah kantor anggota, mencuri setidaknya satu komputer dan meninggalkan pesan-pesan yang mengancam saat mereka menjelajahi gedung selama berjam-jam.

Pemandangan mengerikan itu jelas menjadi pertanyaan semua pihak, apa yang terjadi terhadap keamanan gedung dan bagaimana aparat begitu lunak terhadap para 'teroris' itu.

Peristiwa kerusuhan yang dilakukan para pengunjuk rasa anti-rasisme Black Live Matter pada tahun lalu tidak mendapat perlakuan yang sama.

Wakil Presiden terpilih Kamala Harris mengatakan dunia "menyaksikan dua sistem keadilan" atas peristiwa pada Rabu itu.

"Kami melihat aparat membiarkan ekstremis menyerbu Capitol Amerika Serikat, sementara aparat malah  melepaskan gas air mata pada pengunjuk rasa damai musim panas tahun lalu," katanya.

"Kami tahu ini tidak bisa diterima, kami tahu kami harus lebih baik dari ini," katanya.

Kamala mengatakan, ketidakadilan itu akan menjadi PR bagi pemerintahannya bersama Biden.  

"Tantangan yang kami hadapi di negara kami lebih dari sekadar tindakan beberapa orang yang kami saksikan kemarin. Ini tentang bagaimana mereformasi, bagaimana mentransformasi, sistem peradilan yang tidak bekerja sama untuk semua," katanya.

Menambahkan, bahwa sistem peradilan yang berlangsung selama ini berbeda, tergantung pada apakah mereka berkulit putih atau hitam, kaya atau miskin, dan itu adalah tugasnya ke depan untuk membuatnya menjadi lebih baik.

Jalan-jalan di sekitar Capitol justru dibuka pada Rabu pagi jelang sidang kongres. Kepolisian Capitol berjaga di penghalang logam yang rendah yang hanya menyerupai rak sepeda. Penjagaan yang terasa minim, seperti dituliskan oleh SBS. Padahal, potensi kekerasan yang beredar online selama berminggu-minggu sebelum unjuk rasa mestinya menjadi peringatan bagi aparat untuk bersiaga lebih matang lagi.

Ditambah dengan viralnya video dan gambar petugas polisi yang berswafoto dengan seorang anggota gerombolan kekerasan. Menambah keyakinan bahwa ada yang tidak beres terhadap perlakuan aparat.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Setelah Nicolas Sarkozy, Pengadilan Prancis Akan Vonis Mantan PM Atas Skandal Korupsi
Dunia

Setelah Nicolas Sarkozy, Pen..

04 Maret 2021 17:12
Enggan Patuhi Junta Militer, Tiga Polisi Myanmar Kabur Ke India
Dunia

Enggan Patuhi Junta Militer,..

04 Maret 2021 16:22
Ketika Barat Sibuk 'Timbun' Vaksin, Afrika Tak Punya Pilihan Selain Kepada China Dan Rusia
Dunia

Ketika Barat Sibuk 'Timbun' ..

04 Maret 2021 16:05
San Paulo Berlakukan 'Kode Merah' Saat Angka Kasus Covid-19 Melonjak
Dunia

San Paulo Berlakukan 'Kode M..

04 Maret 2021 15:58
Kerusakan Bangunan Azerbaijan Di Nagorno-Karabakh Oleh Armenia Mencapai Rp 713 Triliun
Dunia

Kerusakan Bangunan Azerbaija..

04 Maret 2021 15:28
Aktivis Myanmar: Kami Melawan Dengan Cara Apa pun, Tidak Ada Artinya Tetap Hidup Di Bawah Junta
Dunia

Aktivis Myanmar: Kami Melawa..

04 Maret 2021 14:59
Singapura Tak Akan Keluarkan Izin Mobil Diesel Baru Mulai 2025
Dunia

Singapura Tak Akan Keluarkan..

04 Maret 2021 14:42
Teror Bom Misterius Gegerkan Pengunjung Taj Mahal, Aparat Langsung Lakukan Penggeledahan
Dunia

Teror Bom Misterius Gegerkan..

04 Maret 2021 14:23