Pakai Tanda Pengenal Karyawan Saat Ikut Kerusuhan Di Capitol Hill, Pria Ini Dipecat Perusahaan

Seorang pria yang dipecat akibat ikut kerusuhan di Capitol Hill/Net

Seorang pendukung Presiden Donald Trump yang ikut dalam aksi kerusuhan di Capitol Hill pada Rabu (6/1) harus menerima konsekuensi berat.

Pria yang tidak diketahui namanya itu dipecat dari perusahaan karena menggunakan tanda pengenal karyawan ketika ikut dalam kerusuhan di Capitol Hill.

Sosok pria itu terlihat dalam rilis yang diberikan oleh Departemen Kepolisian Metropolitan (MPD) Washington DC untuk melacak para perusuh.

Dalam satu foto, terlihat pria itu mengenakan baju hitam dan topi merah 'Make America Great Again' dengan tulisan Trump sembari membawa bendera. Terlihat jelas juga tanda pengenal yang ia kalungkan, berserta foto dan nama perusahaan.

Sehari setelah kerusuhan terjadi, sebuah perusahaan swasta di Maryland, Navistar Direct Marketing (NDM) mengeluarkan pernyataan telah memecat pria tersebut karena ikut dalam pelanggaran keamanan.

"Navistar Direct Marketing diberi tahu bahwa seorang pria yang mengenakan tanda pengenal perusahaan terlihat di dalam Capitol AS pada 6 Januari 2021 selama pelanggaran kemarin. Setelah meninjau bukti foto, karyawan tersebut telah diberhentikan karena suatu alasan," ujar perusahaan, seperti dikutip The Hill.

"Meskipun kami mendukung hak semua karyawan untuk melaksanakan kebebasan berbicara secara damai dan sesuai hukum, setiap karyawan yang menunjukkan perilaku berbahaya, termasuk membahayakan kesehatan dan keselamatan orang lain tidak akan lagi memiliki peluang kerja dengan Navistar Direct Marketing," lanjut perusahaan.

Selain itu, CEO NDM Persio Lisboa juga merilis kecaman atas insiden kerusuhan di Capitol Hill.

Saat ini, pihak kepolisian tengah gencar memburu para pelaku perusuh di Capitol Hill yang telah melanggar hukum karena merangsek masuk ke gedung parlemen, merusak properti, dan menganggu Kongres.

Para perusuh sendiri merupakan pendukung Trump yang ingin menghentikan sertifikasi Kongres atas kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

Kerusuhan berhasil menghentikan sementara sesi gabungan DPR dan Senat. Tetapi pada Rabu malam, sesi dilanjutkan dan berakhir pada Kamis dini hari dengan pengakuan kemenangan Biden.

Di sisi lain, kerusuhan juga membuat empat orang tewas, termasuk seorang wanita yang ditembak oleh petugas polisi Capitol berpakaian preman.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Bangladesh Relokasi Lagi Ribuan Pengungsi Rohingya Ke Pulau Terpencil
Dunia

Bangladesh Relokasi Lagi Rib..

04 Maret 2021 08:11
Pengadilan Kriminal Internasional Luncurkan Penyelidikan Kejahatan Di Wilayah Palestina
Dunia

Pengadilan Kriminal Internas..

04 Maret 2021 08:07
Pelaku Gunakan Pisau Di Swedia, Tiga Orang Kritis
Dunia

Pelaku Gunakan Pisau Di Swed..

04 Maret 2021 07:55
Myanmar: Kepala UE Kecam Pelanggaran HAM Oleh Militer
Dunia

Myanmar: Kepala UE Kecam Pel..

04 Maret 2021 07:42
Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan, Turki Dan Bosnia Herzegovina Teken Perjanjian Keuangan Militer
Dunia

Tingkatkan Kerja Sama Pertah..

04 Maret 2021 07:09
PBB: 38 Orang Tewas Dalam Hari Paling Berdarah Di Myanmar
Dunia

PBB: 38 Orang Tewas Dalam Ha..

04 Maret 2021 06:59
Blinken: China Adalah Ujian Terbesar, AS Siap Menghadapi Kapan Saja
Dunia

Blinken: China Adalah Ujian ..

04 Maret 2021 06:25
Korban Covid Muslim Dikuburkan Di Pulau Terpencil, Sri Lanka Menuai Protes
Dunia

Korban Covid Muslim Dikuburk..

04 Maret 2021 06:11