Takut Disalahgunakan Lagi, Mark Zuckerberg Belum Mau Buka Blokiran Akun IG Dan FB Milik Donald Trump

Mark Zuckerberg/Net

Pemilik perusahaan Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan bahwa bahwa raksasa media sosial itu akan memblokir akun milik Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu. Ini menandai eskalasi konflik yang dramatis antara Silicon Valley dan Gedung Putih setelah Trump melalui berbagai postingannya dianggap telah membantu memicu kerusuhan di Capitol AS.

Silicon Valley adalah julukan bagi daerah selatan dari San Francisco Bay Area, California Amerika Serikat,  daerah ini memiliki banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang komputer dan semikonduktor.

“Kami percaya risiko mengizinkan Presiden untuk terus menggunakan layanan kami selama periode ini terlalu besar,” tulis Zuckerberg, seperti dikutip dari Washington Post, Jumat (8/1).

“Oleh karena itu, kami memperpanjang pemblokiran yang kami tempatkan di akun Facebook dan Instagramnya tanpa batas waktu, dan setidaknya selama dua minggu ke depan hingga transisi kekuasaan yang damai selesai,” lanjutnya.

Penangguhan Facebook menandai hukuman paling agresif yang diberikan oleh perusahaan media sosial mana pun kepada Trump selama masa jabatan empat tahun, periode di mana ia berulang kali menjajakan kebohongan, menyerang kritik, dan menyebarkan retorika yang memecah belah secara online.

Twitter pada Rabu malam juga sempat menangguhkan Trump selama 12 jam, tetapi blokade pertama perusahaan itu dicabut pada Kamis (7/1) pagi waktu setempat. Menjelang malam, Trump melanjutkan tweet dengan membagikan video yang mengakui "pemerintahan baru" yang akan segera dilantik.

Raksasa teknologi masing-masing mengambil langkah agresif yang langka setelah ribuan loyalis Trump menyerbu DPR dan Senat pada Rabu (6/1), memaksa anggota parlemen melakukan lockdown dan secara singkat mengganggu proses formal mereka untuk mengesahkan Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat berikutnya.

Karena gagal bertindak sampai setelah kerusuhan mematikan terjadi, Facebook, Twitter, dan YouTube milik Google telah menghadapi kritik tajam yang mengatakan mereka seharusnya melakukan lebih banyak, dan lebih cepat, untuk menghentikan Trump membantu memprovokasi situasi.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021

Artikel Lainnya

Enggan Mundur Usai Terjerat Kasus Pelecehan Seksual, Gubernur Andrew Cuomo Terancam Dimakzulkan
Dunia

Enggan Mundur Usai Terjerat ..

09 Maret 2021 11:48
AS Buka Lagi Pengajuan Aplikasi Visa Dari 13 Negara Muslim Dan Afrika
Dunia

AS Buka Lagi Pengajuan Aplik..

09 Maret 2021 10:52
Tolak Gagasan Paspor Vaksin, WHO: Akan Menimbulkan Ketidakadilan Dalam Sistem
Dunia

Tolak Gagasan Paspor Vaksin,..

09 Maret 2021 10:34
Wawancara Harry Dan Meghan Penuh Kontroversi, Istana Buckingham Diam Seribu Bahasa
Dunia

Wawancara Harry Dan Meghan P..

09 Maret 2021 10:21
Ledakan Di Jembatan Al Aimmah Irak, Seorang Perempuan Tewas
Dunia

Ledakan Di Jembatan Al Aimma..

09 Maret 2021 09:46
Buat Cuitan Misoginis Saat Hari Perempuan Internasional, Burger King Diserang Warga Net
Dunia

Buat Cuitan Misoginis Saat H..

09 Maret 2021 09:32
Belajar Dari RRD Korea, Kesehatan Masyarakat Yang Gratis Tanpa Diskriminasi
Dunia

Belajar Dari RRD Korea, Kese..

09 Maret 2021 08:56
Aparat Blokir Jalan, Ratusan Pengunjuk Rasa Myanmar Terperangkap
Dunia

Aparat Blokir Jalan, Ratusan..

09 Maret 2021 08:05