Sehari Sebelum Kerusuhan, Asosiasi Jaksa Agung Republik Kirim Robocall Ajakan Untuk Warga Memprotes Di Capitol Hill

Kerusuhan di Capitol Hill/Net

Kerusuhan di Capitol Hill, Washington DC pada Rabu (6/1) menjadi kenangan buruk bagi demokrasi Amerika Serikat (AS). Tidak hanya itu, insiden tersebut juga memakan lima korban jiwa.

Dalam proses pengusutan insiden tersebut ditemukan, sehari sebelum kerusuhan, para jaksa agung dari Partai Republik meminta para pendukung Presiden Donlad Trump untuk berkumpul melakukan aksi.

Permintaan tersebut disampaikan lewat sebuah panggilan suara di telepon oleh Asosiasi Jaksa Agung Republik (RAGA), yang terdiri dari beberapa penegak hukum di Amerika.

"Pada pukul 1 siang, kami akan berkumpul ke gedung Capitol dan meminta Kongres untuk menghentikan pencurian," kata sebuah suara dalam panggilan telepon itu, seperti dikutip Business Insider.

Bukan hanya satu kelompok ternyata yang mengirim panggilan tersebut. Badan penggalangan dana, the Rule of Law Defense Fund (RLDF), juga menyebarkan robocall kepada orang-orang, mendesak mereka pergi ke Capitol pada 6 Januari.

Menurut NBC News, tidak ada seruan untuk menyerbu gedung Capitol dalam panggilan suara itu. Kekerasan pun tidak dianjurkan.

Jaksa Agung Alabama Steve Marshall yang bertanggung jawab atas RLDF mengatakan dia tidak menyadari panggilan itu keluar.

"Saya tidak mengetahui keputusan tidak sah yang dibuat oleh staf RLDF sehubungan dengan unjuk rasa pekan ini," kata Marshall.

"Meskipun saat ini beralih ke peran saya sebagai ketua RLDF yang baru terpilih, tidak dapat diterima bahwa saya tidak diajak berkonsultasi atau diberitahu tentang keputusan itu. Saya telah mengarahkan tinjauan internal atas masalah ini," tambahnya.

Hal yang serupa juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif RAGA Adam Piper.

"Asosiasi Jaksa Agung Republik dan Dana Pertahanan Negara Hukum tidak terlibat dalam perencanaan, sponsor, atau pengorganisasian acara hari Rabu," tegas Piper.

Kerusuhan yang dimulai setelah Trump mendorong para pendukungnya untuk memprotes hasil pemilu. Para perusuh menyerbu gedung Capitol ketika anggota parlemen bertemu di dalam untuk mengesahkan hasil pemilihan presiden 2020.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53
Kolombia Akan Usir WNA Yang Gelar Pesta Di Tengah Pembatasan Covid-19
Dunia

Kolombia Akan Usir WNA Yang ..

19 Januari 2021 16:01
Mantan PNS Thailand Divonis 43 Tahun Penjara Usai Kritik Kerajaan
Dunia

Mantan PNS Thailand Divonis ..

19 Januari 2021 15:51
Filipina Dinyatakan Terbebas Dari Flu Burung H5N6
Dunia

Filipina Dinyatakan Terbebas..

19 Januari 2021 15:00
Ikhwanul Muslimin Kecam Keputusan Pemerintah Mesir Sita Aset Milik Kelompoknya: Ini Balas Dendam Bermotif politik
Dunia

Ikhwanul Muslimin Kecam Kepu..

19 Januari 2021 14:34
Nahas, 15 Buruh Migran Tewas Tertindih Truk Ketika Tidur Di Trotoar
Dunia

Nahas, 15 Buruh Migran Tewas..

19 Januari 2021 14:27
Siap Tangkis Serangan China, Taiwan Gelar Latihan Pertahanan Di Pangkalan Tentara Hukou
Dunia

Siap Tangkis Serangan China,..

19 Januari 2021 14:10
WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01