Pakistan Tuding India Dukung ISIS Dan Rusak Perdamaian Afghanistan

Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi/Net

India dituding telah merusak proses perdamaian di Afghanistan karena memberikan dukungan kepada organisasi teroris.

Tudingan itu dilontarkan oleh Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi dalam sebuah pernyataan yang dikutip Anadolu Agency pada Senin (11/1).

"Dunia telah menyaksikan bahwa India menghancurkan perdamaian kawasan, dan memainkan perannya sebagai perusak dalam proses perdamaian Afghanistan," ujar Qureshi.

"New Delhi memberikan dukungan kepada organisasi teroris di Pakistan," tambahnya.

Bahkan ia menyebut, Pakistan sudah berbagi bukti mengenai dukungan India terhadap aksi teror dengan komunitas internasional, termasuk anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

"Kami berhubungan dengan rekan-rekan kami di PBB dan di DK PBB untuk melindungi kepentingan Pakistan," jelasnya.

Pernyataan Qureshi muncul sehari setelah Perdana Menteri Imran Khan menuduh India sudah memberikan dukungan untuk ISIS agar memicu sektarianisme di Pakistan.

Khan kemudian menyebutkan aksi pembunuhan 11 penambang Syiah di Balochistan pada pekan lalu yang diklaim oleh ISIS.

"Ini adalah pendapat bulat dari pemerintah kami dan badan keamanan kami bahwa India mendukung ISIS," ujarnya.

"Tujuan dari pemerintahan (Perdana Menteri India) Narendra Modi adalah untuk mengobarkan sektarianisme di Pakistan dengan membunuh ulama Syiah dan Sunni. Tetapi badan keamanan kami tepat waktu mendahului rencana itu, dan menangkap banyak teroris," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pashinyan: Rusia Banyak Mengulurkan Tangan Untuk Armenia, Mulai Dari Perdamaian Hingga Pandemi
Dunia

Pashinyan: Rusia Banyak Meng..

07 Mei 2021 06:26
Blinken:  Kami Tidak Mengatakan Anda Harus Memilih China Atau AS, Tapi Barat Perlu Berhati-hati
Dunia

Blinken: Kami Tidak Mengata..

07 Mei 2021 06:02
'Tsunami' Covid-19 India Bikin Waswas, Negara Tetangga Kompak Tutup Perbatasan
Dunia

'Tsunami' Covid-19 India Bik..

06 Mei 2021 22:26
Geser Spanyol Dan AS, China Jadi Pasar Teratas Cerutu Legendaris Kuba
Dunia

Geser Spanyol Dan AS, China ..

06 Mei 2021 17:33
Trump Diusir Lagi, Twitter Tangguhkan Akun 'From the Desk of Donald J. Trump'
Dunia

Trump Diusir Lagi, Twitter T..

06 Mei 2021 17:31
Bolsonaro: Rusia Dan Putin Sangat Menarik Untuk Brasil
Dunia

Bolsonaro: Rusia Dan Putin S..

06 Mei 2021 15:37
Disuntik Vaksin Sinopharm Tanpa Izin, Duterte: Jangan Ikuti Saya, Berbahaya!
Dunia

Disuntik Vaksin Sinopharm Ta..

06 Mei 2021 15:29
Laju Pandemi Belum Terkendali, Gubernur Tokyo Pertimbangkan Opsi Perpanjangan Keadaan Darurat
Dunia

Laju Pandemi Belum Terkendal..

06 Mei 2021 15:08