Duta Besar AS Untuk PBB Akan Kunjungi Taiwan Untuk Bertemu Presiden Tsai Ing-wen

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen/Net

Jika tidak ada aral melintang, Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft dijadwalkan akan mengunjungi Taiwan untuk bertemu Presiden Tsai Ing-wen pada Rabu (13/1) esok waktu setempat.

Kunjungan bersejarah itu pertama kali diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada 6 Januari lalu. Saat itu Pompeo membuat pengumuman mengejutkan bahwa Craft akan segera melakukan kunjungan resmi ke Taiwan.

Keesokan harinya, Misi AS untuk PBB (USUN) menyatakan bahwa Craft akan mengunjungi Taipei dari 13 hingga 15 Januari, seperti dikutip dari Taiwan News, Selasa (12/1).

Kunjungan tersebut akan menjadi bersejarah karena dua alasan. Pertama, Craft akan menjadi duta besar Amerika pertama yang mengunjungi Taiwan sejak Presiden Jimmy Carter memutuskan hubungan dengan negara itu pada 1979. Kedua, dia juga akan menjadi orang pertama yang mengunjungi negara itu sejak 1968, ketika George Ball singgah di Taipei sebagai bagian dari perjalanan timur jauh.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan kepada media bahwa Craft akan bertemu dengan Tsai pada 14 Januari, hari kedua dari rencana perjalanannya. Wu mengatakan bahwa dia juga akan bertemu dengan Craft dan dia akan menyampaikan pidato di Institute of Diplomatic & International Affairs.

Wu mengatakan bahwa tujuan utama kunjungan Craft adalah untuk membahas cara-cara mempromosikan partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional. Pidatonya akan menyentuh kontribusi Taiwan kepada komunitas global dan pentingnya partisipasi Taiwan yang berarti dan diperluas dalam organisasi internasional.

Sebelum menjadi Duta Besar untuk PBB, Craft menjabat sebagai duta besar AS untuk Kanada. Dia menjadi duta besar untuk PBB pada September 2019.

Prempuan berusia 58 tahun itu dikenal sebagai salah satu pendukung Taiwan yang paling vokal dalam pemerintahan Trump.

Dalam pidatonya di Heritage Foundation di Washington, DC, Desember lalu, dia menyerukan partisipasi penuh Taiwan di PBB dan menggambarkan negara itu sebagai “kekuatan sejati untuk kebaikan di dunia,” sambil menunjukkan bahwa China dikenal karena “mengerikan contoh pelanggaran hak asasi manusia.”
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Menlu AS Waswas, China Makin Agresif Terhadap Taiwan
Dunia

Menlu AS Waswas, China Makin..

11 April 2021 22:19
IMF: Ketidakadilan Vaksin Covid-19 Ancam Pemulihan Ekonomi Timur Tengah
Dunia

IMF: Ketidakadilan Vaksin Co..

11 April 2021 22:09
Kampanye Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis, India Klaim jadi Negara Tercepat Di Dunia
Dunia

Kampanye Vaksinasi Tembus 10..

11 April 2021 21:48
Peru Gelar Pilpres Di Tengah Pandemi, 18 Capres Bersaing
Dunia

Peru Gelar Pilpres Di Tengah..

11 April 2021 21:32
China Rilis Hotline Untuk Laporkan Komentar Buruk Soal Sejarah Di Dunia Maya
Dunia

China Rilis Hotline Untuk La..

11 April 2021 21:18
Di Tengah Ketegangan Dengan Rusia, Turki Tegas Dukung Ukraina
Dunia

Di Tengah Ketegangan Dengan ..

11 April 2021 20:24
Rombak Pemerintahan, Jenderal Militer Hingga Wamenhan Sudan Selatan Diganti
Dunia

Rombak Pemerintahan, Jendera..

11 April 2021 19:46
Korsel Siap Gunakan Kembali Vaksin AstraZeneca, Tapi Bukan Untuk Orang Usia Di Bawah 30 Tahun
Dunia

Korsel Siap Gunakan Kembali ..

11 April 2021 19:32