Pemimpin Sekte Seks Nxivm Mohon Pengampunan Presiden Donald Trump

Presiden Donald Trump/Net

Pemimpin kelompok sekte seks Nxivm, Keith Raniere, yang saat ini tengah menjalani masa hukuman seumur hidup nampak mencoba mencari peruntungan untuk memohon pengampunan Presiden Donald Trump di hari-hari terakhirnya sebagai Presiden AS.

Raniere yang divonis 120 tahun penjara karena tuduhan melakukan perdagangan seks, kerja paksa, dan pemerasan, dilaporkan telah menulis surat terakhir yang aneh kepada Trump, yang memiliki sembilan hari tersisa untuk memberikan pengampunan.

“Meskipun situasi pribadi saya salah dan tidak manusiawi, itu memiliki konsekuensi yang sama beratnya bagi siapa pun yang terpengaruh oleh sistem peradilan AS kami,” kata Raniere, seperti dikutip dari Knewz, Selasa (12/1).

“Mudah-mudahan semua orang akan mengucapkan sumpah: 'Untuk kebebasan dan keadilan untuk semua!' Bagi saya, secara kebetulan, saya menjadi sosok yang terlihat secara nasional, dan tenggelam dalam ketidakadilan yang diperkuat dan penuh kebencian. Saya tidak bersalah, tetapi dapatkah saya bebas? Presiden Trump, terserah Anda,” lanjutnya.

Frank Parlato, mantan humas yang menjadi pelapor yang membantu mengungkap kejahatan Raniere dan kultus seksnya, mencemooh gagasan pengampunan bagi pria berusia 60 tahun itu.

Parlato mengatakan: “Kemungkinan Keith mendapatkan pengampunan dari Trump hampir sama seperti membujuk jaksa Departemen Kehakiman untuk mencari keadilan daripada menipu untuk memenangkan hukuman."

Konsultan politik Roger Stone, yang baru-baru ini menerima pengampunan dari Trump, juga mengecam gagasan Trump akan mengampuni Raniere - yang dia gambarkannya sebagai ‘guru sekte seks’.

Stone, yang mendapat hukuman tiga tahun karena menghalangi penyelidikan kongres yang diringankan oleh Trump pada Juli, bekerja sebentar sebagai konsultan untuk Nxivm pada 2007.

“Itu tidak akan pernah terjadi, tidak mungkin." Kata Stone.

“Trump dan pemerintahannya yang memimpin jalan untuk membawa Raniere ke pengadilan, setelah dia bebas selama bertahun-tahun tanpa pemeriksaan,” lanjutnya.

Namun dia tidak menampik kemungkinan Presiden AS yang akan datang Joe Biden bisa saja memberikannya pengampunan.

“Mengingat sumbangan finansial Raniere dalam kontribusinya yang besar kepada Hillary Clinton dan Demokrat New York terkenal lainnya, mungkin Biden akan memaafkannya.”

Raniere telah dihukum atas berbagai tuduhan pemerasan, konspirasi pemerasan, konspirasi penipuan online, konspirasi kerja paksa, konspirasi perdagangan seks, dan perdagangan seks.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Tanggapi Laporan Panel WHO, Jubir: China Bukan Yang Terbaik Tapi Lebih Baik Dalam Penanganan Krisis Kesehatan
Dunia

Tanggapi Laporan Panel WHO, ..

20 Januari 2021 18:24
Ulama Kanada Minta Umat Islam Agar Tidak Terprovokasi Teori Konspirasi Vaksin Covid-19
Dunia

Ulama Kanada Minta Umat Isla..

20 Januari 2021 18:11
Tentara AS Kedapatan Bantu ISIS Rencanakan Serangan Di Monumen 9/11
Dunia

Tentara AS Kedapatan Bantu I..

20 Januari 2021 17:37
Menlu Zimbabwe Meninggal Terinfeksi Covid-19
Dunia

Menlu Zimbabwe Meninggal Ter..

20 Januari 2021 17:17
Penyebab Efek Samping Kelumpuhan Wajah Usai Disuntik Vaksin Pfizer Belum Diketahui
Dunia

Penyebab Efek Samping Kelump..

20 Januari 2021 16:54
Pabrik Tempe Indonesia Pertama Resmi Dibuka Di Shanghai
Dunia

Pabrik Tempe Indonesia Perta..

20 Januari 2021 16:33
Desa Kecil Di India Penuh Suka Cita Rayakan Pelantikan Kamala Harris
Dunia

Desa Kecil Di India Penuh Su..

20 Januari 2021 16:09
Kantongi Dukungan Di Senat, Pemerintahan Conte Di Italia Terselamatkan
Dunia

Kantongi Dukungan Di Senat, ..

20 Januari 2021 16:05