Mantan PM Australia: Kebijakan Baru Pompeo Soal Taiwan Adalah Jebakan 'Ranjau Darat' Untuk Pemerintah Biden

Mantan Perdana Menteri Australia sekaligus pakar China, Kevin Rudd/Net

Mantan Perdana Menteri Australia sekaligus pakar China, Kevin Rudd, memperingatkan bahwa AS sedang meletakkan 'ranjau darat' untuk pemerintahan yang akan datang melalui kebijakan terbarunya terhadap Taiwan.

Peringatan itu datang setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Sabtu (9/1) mencabut pembatasan internal tentang bagaimana pejabat AS dapat berinteraksi dengan pejabat Taiwan. Langkah itu membuat marah Beijing, yang selama ini menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya dan menentang pertukaran resmi antara Taipei dan pemerintah lain.  

Berbicara dengan CNBC pada Senin (11/1), Rudd, yang pemimpin Australia dari 2007 hingga 2010 dan juga pada 2013, menuduh tindakan Pompeo tersebut semata dilakukan untuk kepentingan pribadi.  

"Apa yang dilakukan Pompeo adalah meletakkan seluruh rangkaian ranjau darat untuk pemerintahan Joe Biden yang akan datang," katanya. Menekankan bahwa Pompeo juga sedang mengasinkan bumi dalam hubungan AS-China dan meletakkan ranjau darat juga di Taiwan.

Rudd, yang sekarang jadi presiden Institut Kebijakan Masyarakat Asia yang berbasis di New York, memperkirakan Pompeo saat ini sedang membuka jalan untuk dinominasikan sebagai kandidat Partai Republik pada pemilihan presiden AS berikutnya.

"Pompeo akan bebas untuk menyerang Biden dan pemerintahan Biden karena telah bersikap lunak terhadap Beijing," ungkapnya.

Taiwan telah menjadi pusat ketegangan yang meningkat antara Beijing dan pemerintahan Donald Trump yang sebentar lagi selesai masa tugasnya. Termasuk rencana kunjungan tiga hari Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kelly Craft, yang ternyata batal.

Di bawah Trump, hubungan antara AS dan Taiwan berada pada titik terdekat sejak 1979 - ketika Washington secara resmi mengalihkan pengakuan diplomatik ke Beijing - sementara hubungan dengan China telah memburuk.

Sementara Beijing telah meningkatkan latihan militer di dekat Taiwan dan mengancam akan membawa pulau yang diperintah sendiri itu di bawah kendali daratan, dengan kekerasan jika perlu.

Rudd mengatakan dia tidak melihat pemerintahan AS yang akan datang akan  mengubah kebijakan lamanya dari 'ambiguitas strategis'.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Tanggapi Laporan Panel WHO, Jubir: China Bukan Yang Terbaik Tapi Lebih Baik Dalam Penanganan Krisis Kesehatan
Dunia

Tanggapi Laporan Panel WHO, ..

20 Januari 2021 18:24
Ulama Kanada Minta Umat Islam Agar Tidak Terprovokasi Teori Konspirasi Vaksin Covid-19
Dunia

Ulama Kanada Minta Umat Isla..

20 Januari 2021 18:11
Tentara AS Kedapatan Bantu ISIS Rencanakan Serangan Di Monumen 9/11
Dunia

Tentara AS Kedapatan Bantu I..

20 Januari 2021 17:37
Menlu Zimbabwe Meninggal Terinfeksi Covid-19
Dunia

Menlu Zimbabwe Meninggal Ter..

20 Januari 2021 17:17
Penyebab Efek Samping Kelumpuhan Wajah Usai Disuntik Vaksin Pfizer Belum Diketahui
Dunia

Penyebab Efek Samping Kelump..

20 Januari 2021 16:54
Pabrik Tempe Indonesia Pertama Resmi Dibuka Di Shanghai
Dunia

Pabrik Tempe Indonesia Perta..

20 Januari 2021 16:33
Desa Kecil Di India Penuh Suka Cita Rayakan Pelantikan Kamala Harris
Dunia

Desa Kecil Di India Penuh Su..

20 Januari 2021 16:09
Kantongi Dukungan Di Senat, Pemerintahan Conte Di Italia Terselamatkan
Dunia

Kantongi Dukungan Di Senat, ..

20 Januari 2021 16:05