Sempat Dikecam China, Dubes AS Untuk PBB Kelly Craft Batal Kunjungi Taiwan

Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kelly Craft/Net

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS mengkonfirmasi bahwa mereka telah membatalkan seluruh perjalanan luar negeri minggu ini, termasuk rencana kunjungan Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kelly Craft ke Taiwan

Sebelumnya, Craft dijadwalkan akan mengunjungi Taiwan selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (13-16 Januari), sebuah rencana yang disebut China sebagai tanda bahwa Washington sedang bermain api.

Sementara, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan pada hari Selasa (12/1) bahwa pembatalan semua perjalanan minggu ini, termasuk perjalanannya sendiri ke Eropa sebagai bagian dari transisi ke pemerintahan Biden yang akan datang.

Tetapi diplomat Eropa dan seseorang yang mengetahui masalah itu mengatakan, pembatalan itu terjadi lantaran menteri luar negeri Luksemburg dan pejabat tinggi Uni Eropa telah menolak untuk bertemu Pompeo selama perjalanan Eropa yang direncanakannya minggu ini.

Perjalanan Craft ke Taiwan tampaknya menjadi bagian lain dari upaya Pompeo dan pemerintahan Republik Presiden Donald Trump untuk mengunci pendekatan yang sulit ke China sebelum Presiden terpilih Demokrat Joe Biden menjabat pada 20 Januari.

Menanggapi pembatalan tersebut, pemerintah Taiwan menyatakan pengertian dan penghormatan, sekaligus menyesal atas keputusan itu.

"Kementerian Luar Negeri menyesalkan Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kelly Craft tidak dapat memimpin delegasi untuk mengunjungi Taiwan dari 13 hingga 15 Januari sesuai jadwal, tetapi menyambut Duta Besar Craft untuk berkunjung pada waktu yang tepat di masa mendatang," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/1).

Craft sendiri akan meninggalkan peran sebagai Dubes AS untuk PBB saat Biden mengambil alih kursi presiden minggu depan.

China mengatakan sangat menentang kunjungan itu. Perwakilan misi China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York mendesak Washington untuk berhenti “menciptakan rintangan” bagi hubungan antara China dan Amerika Serikat.

"Sudah waktunya perilaku gila dan irasional dari orang-orang tertentu dihentikan," kata perwakilan China itu.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet

Selasa, 13 April 2021
Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021

Artikel Lainnya

Austria Hingga Finlandia Berlomba-lomba Jadi Tuan Rumah Pertemuan Biden Dan Putin
Dunia

Austria Hingga Finlandia Ber..

14 April 2021 17:47
Soal Proyek KF-X/IF-X, Pengamat: Korsel Paham Kesulitan Indonesia
Dunia

Soal Proyek KF-X/IF-X, Penga..

14 April 2021 17:12
Trudeau: Pandemi Covid-19 Kanada Masih Dalam Level Yang Sangat Serius
Dunia

Trudeau: Pandemi Covid-19 Ka..

14 April 2021 16:29
Kuba Kutuk Serangan Natanz, Menlu Rodriguez: Ini Dilakukan Penentang Pencabutan Sanksi AS
Dunia

Kuba Kutuk Serangan Natanz, ..

14 April 2021 16:02
Pilihan Terbaik Untuk Korea Utara Dan Korea Selatan Adalah Status Quo
Dunia

Pilihan Terbaik Untuk Korea ..

14 April 2021 15:57
Menlu Kuba Ucapkan Selamat Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan Bagi Umat Muslim
Dunia

Menlu Kuba Ucapkan Selamat M..

14 April 2021 15:34
Pengamat: Kanada Sengaja Ciptakan Citra Teror Tentang Xinjiang, Hasil Koordinasi Dengan AS
Dunia

Pengamat: Kanada Sengaja Cip..

14 April 2021 15:27
Utusan PBB Untuk Yaman: Hentikan Pertikaian, Biarkan Penduduk Beribadah Ramadhan Dengan Aman
Dunia

Utusan PBB Untuk Yaman: Hent..

14 April 2021 14:52