Imbas Kerusuhan Capitol Hill, New York City Putus Kontrak Bisnis Dengan Trump Organization

Walikota New York City, Bill de Blasio/Net

Pemerintah New York City memutuskan tiga kontrak dengan Trump Organization setelah insiden kerusuhan di Capitol Hill pada 6 Januari.

Walikota New York City, Bill de Blasio pada Rabu (13/1) mengatakan keputusan itu diambil karena peran Presiden Donald Trump untuk "menghasut" para pendukungnya dalam insiden tersebut.

"Presiden menghasut pemberontakan melawan pemerintah Amerika Serikat yang menewaskan lima orang dan mengancam akan menggagalkan pemindahan kekuasaan secara konstitusional," ujarnya seperti dikutip Reuters.

"New York City tidak akan dikaitkan dengan tindakan tak termaafkan dalam bentuk atau cara apa pun," tambahnya.

"Jika perusahaan dan pimpinan perusahaan terlibat tindak pidana, kami berhak memutuskan kontrak. Menghasut pemberontakan terhadap pemerintah Amerika Serikat jelas merupakan tindak pindana," imbuhnya.

Sebelum insiden kerusuhan, Trump mengatakan kepada ribuan pendukungnya bahwa pemilihan telah dicuri. Ia pun mengajak mereka berkumpul di Capitol ketika Kongres tengah menjalankan sesi gabungan untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden.

Para pendukung Trump dengan cepat membanjiri Capitol Hill, banyak di antaranya merangsek masuk gedung, Mereka menghentikan sementara Kongres dan merusak properti.

Lima orang tewas dalam insiden tersebut. Setidaknya 25 kasus terorisme domestik juga telah dibuka setelah serangan itu.

Sementara itu, menurut de Blasio, kontrak dengan Trump Organization yang berbasis di New York terkait dengan operasi korsel di Central Park Manhattan, arena skating dan lapangan golf di Bronx. Itu bernilai sekitar 17 juta dolar AS setahun.

"Membatalkan kontrak lapangan golf bisa memakan waktu beberapa bulan, sementara yang lain bisa diputus dalam 25-30 hari," begitu pernyataan kantor walikota.

Setelah kerusuhan di Capitol Hill, PGA of America dan R&A mengumumkan bahwa mereka akan menghindari dua lapangan golf milik presiden.

Selain itu, New York Times melaporkan pada Selasa (12/1) bahwa Deutsche Bank tidak akan melakukan bisnis dengan Trump atau perusahaannya.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53
Kolombia Akan Usir WNA Yang Gelar Pesta Di Tengah Pembatasan Covid-19
Dunia

Kolombia Akan Usir WNA Yang ..

19 Januari 2021 16:01
Mantan PNS Thailand Divonis 43 Tahun Penjara Usai Kritik Kerajaan
Dunia

Mantan PNS Thailand Divonis ..

19 Januari 2021 15:51
Filipina Dinyatakan Terbebas Dari Flu Burung H5N6
Dunia

Filipina Dinyatakan Terbebas..

19 Januari 2021 15:00
Ikhwanul Muslimin Kecam Keputusan Pemerintah Mesir Sita Aset Milik Kelompoknya: Ini Balas Dendam Bermotif politik
Dunia

Ikhwanul Muslimin Kecam Kepu..

19 Januari 2021 14:34
Nahas, 15 Buruh Migran Tewas Tertindih Truk Ketika Tidur Di Trotoar
Dunia

Nahas, 15 Buruh Migran Tewas..

19 Januari 2021 14:27
Siap Tangkis Serangan China, Taiwan Gelar Latihan Pertahanan Di Pangkalan Tentara Hukou
Dunia

Siap Tangkis Serangan China,..

19 Januari 2021 14:10
WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01