The Washington Post: Trump Semakin Terisolasi, Marah Dan Putus Asa

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Hari-hari terakhir Donald Trump duduk di kursi kepresidenan Amerika Serikat (AS) semakin terisolasi. Ia dianggap menjadi biang keladi dari kerusuhan 6 Januari di Capitol Hill.

Mengutip pejabat senior pemerintah, The Washington Post pada Rabu (13/1) melaporkan, Trump marah pada sekutu-sekutu yang tidak membelanya.

Salah satu kemarahan Trump ditujukan kepada Wakil Presiden Mike Pence yang enggan menolak sertifikasi hasil pemilu. Meski begitu, Pence yang dilaporkan memutuskan hubungan dengan Trump juga menolak untuk mengaktifkan Amandemen ke-25 untuk mendepak mantan kawannya.

Selain Pence, Trump juga menyerang pengacaranya sendiri, Rudi Giuliani terkait pembiayaan gugatan hukum pemilu di sejumlah enagra bagian. The Washington Post menyebut, Trump tidak senang dengan biaya 20 ribu dolar AS yang diminta Giuliani.

"Presiden sudah sangat putus asa," ujar sumber tersebut.

Kemarahan Trump juga semakin menjadi ketika tidak ada yang mendukungnya atas upaya Demokrat untuk memakzulkan dirinya kedua kali. Bahkan sejumlah anggota Republik mendukung upaya tersebut.

"Saya hanya berpikir ini adalah kesimpulan logis dari seseorang yang hanya akan menerima orang-orang di orbit dalamnya jika mereka bersedia untuk benar-benar membakar diri atas namanya, dan Anda baru saja mencapai titik di mana semua orang kelelahan," terang sumber itu.

“Semua orang berpikir, 'Saya akan membakar diri saya sendiri untuk presiden Amerika Serikat untuk ini, untuk ini dan untuk ini,' Tetapi saya tidak melakukannya," tambah dia.

Menurut laporan tersebut, Trump saat ini hanya berbicara dengan anggota keluarnya, kepala staf Mark Meadows, wakil kepala staf Dan Scavino, penasihat kebijakan Stephen Miller, dan direktur personalia Johnny McEntee.

Trump juga disebut tidak melakukan banyak pada hari-hari terakhirnya selain menonton televisi dan mengkritik Republik.

"Dia merasa semakin sendirian dan terisolasi dan frustrasi," ucap sumber itu.

"Itu seperti kematian dengan ribuan luka. Salah satu ukuran yang sering dia gunakan untuk menilai banyak hal adalah: 'Siapa di luar sana yang mengatakan hal-hal baik tentang saya atau bertempur atas nama saya? 'Dan dia sepertinya tidak pernah berpikir ada cukup banyak orang yang melakukannya dengan cukup kuat," lanjutnya.

Malapetaka kerusuhan di Capitol Hill tampaknya telah mendorong Trump ke jurang terdalam. Meski ia menyangkal bertanggung jawab atas insiden yang memakan lima korban jiwa itu, tapi banyak pihak berkata lain.

Trump dianggap telah menghasut ribuan pendukungnya untuk berkumpul di Capitol hingga akhirnya terjadi bentrok. Beberapa pendukungnya merangsek masuk ke gedung parlemen yang tengah menjalankan sesi gabungan Kongres untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53
Kolombia Akan Usir WNA Yang Gelar Pesta Di Tengah Pembatasan Covid-19
Dunia

Kolombia Akan Usir WNA Yang ..

19 Januari 2021 16:01
Mantan PNS Thailand Divonis 43 Tahun Penjara Usai Kritik Kerajaan
Dunia

Mantan PNS Thailand Divonis ..

19 Januari 2021 15:51
Filipina Dinyatakan Terbebas Dari Flu Burung H5N6
Dunia

Filipina Dinyatakan Terbebas..

19 Januari 2021 15:00
Ikhwanul Muslimin Kecam Keputusan Pemerintah Mesir Sita Aset Milik Kelompoknya: Ini Balas Dendam Bermotif politik
Dunia

Ikhwanul Muslimin Kecam Kepu..

19 Januari 2021 14:34
Nahas, 15 Buruh Migran Tewas Tertindih Truk Ketika Tidur Di Trotoar
Dunia

Nahas, 15 Buruh Migran Tewas..

19 Januari 2021 14:27
Siap Tangkis Serangan China, Taiwan Gelar Latihan Pertahanan Di Pangkalan Tentara Hukou
Dunia

Siap Tangkis Serangan China,..

19 Januari 2021 14:10
WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01