Nicolas Maduro: Sanksi AS Telah Membahayakan Semua Sektor Ekonomi Venezuela

Presiden Venezuela Nicolas Maduro/Net

Presiden Venezuela Nicolas Maduro kembali mengecam sanksi ilegal dan blokade yang dilakukan pemerintah AS terhadap negaranya. Kecaman itu disampaikan Maduro dalam pidato pertanggungjawaban tahunan di hadapan Majelis Nasional pada Rabu (13/1) waktu setempat.

"Sanksi AS telah mewakili 'beragam serangan' yang secara dramatis telah membahayakan hampir semua sektor ekonomi Venezuela seperti pendapatan, mata uang, utang luar negeri, produksi minyak dan impor barang-barang penting," ungkap Maduro dalam pidatonya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (14/1).

Maduro juga menekankan konsekuensi negatif yang ditimbulkan dari sanksi terhadap sumber pendapatan utama Venezuela, yaitu sektor minyaknya.

Maduro bahkan mengatakan Venezuela belum menjual satu barel minyak pun sejak Desember 2019 karena sanksi tersebut dan akibatnya, negara telah kehilangan 99 persen dari pendapatannya.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Wakil Presiden Venezuela untuk Perencanaan, Ricardo Menendez, mengatakan bahwa negara bagian Venezuela telah bahkan kehilangan lebih dari 40 miliar dolar AS akibat sanksi tersebut.

Di antara topik ekonomi lain yang dibahas dalam pidato tersebut, Maduro juga menyebutkan bahwa Venezuela akan memperdalam proses 'dolarisasi implisit', sebuah istilah yang mengacu pada negara yang meskipun secara resmi mempertahankan mata uang domestiknya juga memungkinkan mata uang asing beredar dan menjadi bagian dari kehidupan ekonominya.

Maduro akan mengusulkan sistem perbankan baru yang akan dberlakukan pada tahun ini untuk memungkinkan orang menyetor dolar mereka sehingga mereka dapat melakukan pembelian dengan kartu debit, bukan uang tunai.

Pada akhirnya, pidato hari Rabu (13/1) menggambarkan ketegangan hubungan antara pemerintah Venezuela dan Amerika.

Pernyataan Maduro datang hanya beberapa jam setelah terjadi perdebatan di media sosial antara Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang juga menyinggung legalitas sanksi tersebut.

Di masa lalu, Nicolas Maduro telah menunjukkan kesediaannya untuk membawa AS ke Pengadilan Kriminal Internasional sebagai tanggapan atas sanksi sepihak.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Peringati Satu Tahun Lockdown, China Rilis Film Days And Night In Wuhan
Dunia

Peringati Satu Tahun Lockdow..

23 Januari 2021 07:51
Gadis 10 Tahun Mencekik Lehernya Sendiri Hingga Tewas, Setelah Ikut 'Blackout Challenge' Di TikTok
Dunia

Gadis 10 Tahun Mencekik Lehe..

23 Januari 2021 07:30
Menlu Saudi Optimis Hubungan Arab-AS Di Bawah Pemerintahan Joe Biden Berjalan Baik
Dunia

Menlu Saudi Optimis Hubungan..

23 Januari 2021 07:11
Xi Jinping Sebut Korupsi Masih Jadi Beban Terbesar Pemerintahannya
Dunia

Xi Jinping Sebut Korupsi Mas..

23 Januari 2021 06:51
Lloyd Austin, Orang Kulit Hitam Pertama Yang Terpilih Jadi Kepala Pentagon
Dunia

Lloyd Austin, Orang Kulit Hi..

23 Januari 2021 06:35
Raih Total 65 Juta Unduhan, Aplikasi Perpesanan Buatan Turki BiP Siap Hadang Popularitas WhatsApp
Dunia

Raih Total 65 Juta Unduhan, ..

23 Januari 2021 06:14
Bagi-bagi Vaksin, India Kirim 1,5 Juta Dosis Untuk Myanmar
Dunia

Bagi-bagi Vaksin, India Kiri..

22 Januari 2021 18:04
15 Tahun Mendekam Di Penjara Israel, Narapidana Palestina Meninggal Dunia Setelah Disuntik Vaksin Virus Corona
Dunia

15 Tahun Mendekam Di Penjara..

22 Januari 2021 17:37