Protes Berujung Kerusuhan Di Tunisia, Lebih Dari 1.000 Orang Ditangkap

Aksi protes di Tunisia/Net

Aksi protes berujung kerusuhan di Tunisia selama tiga malam terakhir membuat lebih dari 1.000 orang ditangkap.

Protes yang dilakukan warga di kota-kota seluruh negeri berubah menjadi kekacauan setelah di antara mereka melemparkan batu ke arah polisi dan bentrok dengan pasukan keamanan.

Jurubicara Kementerian Pertahanan Mohamed Zikri mengatakan, pihaknya telah mengerahkan bala bantuan pasukan tentara ke Bizerte di utara, Sousse di timur, serta Kasserine dan Siliana di tengah pada Senin (18/1).

Sementara itu, jurubicara Kementerian Dalam Negeri Khaled Hayouni menyebut, terdapat 632 orang ditangkap pada aksi protes Minggu (17/1). Mereka yang ditangkap umumnya berusia antara 15 hingga 20 tahun karena memicu kerusuhan seperti membakar ban dan tempat sampah untuk memblokir pergerakan pasukan keamanan.

“Ini tidak ada hubungannya dengan gerakan protes yang dijamin oleh undang-undang dan konstitusi. Protes biasanya berlangsung di siang hari bolong tanpa tindakan kriminal apa pun," ujar Hayouni, seperti dikutip Eurasia Review.

Aksi protes besar-besaran di Tunisia terjadi setelah pemerintah memberlakukan lockdown nasional untuk menghentikan lonjakan kasus Covid-19.

Namun warga dibuat marah karena layanan publik yang buruk dan pemerintah dianggap tidak menjalankan tugasnya setelah satu dekade revolusi.

Tahun lalu, Produk Domestik Bruto (PDB) Tunisia menyusut 9 persen, sementara harga sembako naik dan pengangguran bertambah.

Di Bourguiba Avenue, sejumlah pengunjuk rasa kembali melakukan aksi protes pada Senin, menuntut mereka yang ditangkap segera dibebaskan.

"Jangan takut, jangan takut! Jalan itu milik rakyat!" teriak para pengunjuk rasa.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Bangladesh Relokasi Lagi Ribuan Pengungsi Rohingya Ke Pulau Terpencil
Dunia

Bangladesh Relokasi Lagi Rib..

04 Maret 2021 08:11
Pengadilan Kriminal Internasional Luncurkan Penyelidikan Kejahatan Di Wilayah Palestina
Dunia

Pengadilan Kriminal Internas..

04 Maret 2021 08:07
Pelaku Gunakan Pisau Di Swedia, Tiga Orang Kritis
Dunia

Pelaku Gunakan Pisau Di Swed..

04 Maret 2021 07:55
Myanmar: Kepala UE Kecam Pelanggaran HAM Oleh Militer
Dunia

Myanmar: Kepala UE Kecam Pel..

04 Maret 2021 07:42
Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan, Turki Dan Bosnia Herzegovina Teken Perjanjian Keuangan Militer
Dunia

Tingkatkan Kerja Sama Pertah..

04 Maret 2021 07:09
PBB: 38 Orang Tewas Dalam Hari Paling Berdarah Di Myanmar
Dunia

PBB: 38 Orang Tewas Dalam Ha..

04 Maret 2021 06:59
Blinken: China Adalah Ujian Terbesar, AS Siap Menghadapi Kapan Saja
Dunia

Blinken: China Adalah Ujian ..

04 Maret 2021 06:25
Korban Covid Muslim Dikuburkan Di Pulau Terpencil, Sri Lanka Menuai Protes
Dunia

Korban Covid Muslim Dikuburk..

04 Maret 2021 06:11