Jepang: Tuntutan Kompensasi Korsel Atas Korban Jugun Ianfu Merusak Hubungan

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in/Net

Tuntutan pengadilan Korea Selatan kepada pemerintah Jepang untuk membayar kompensasi kepada para korban jugun ianfu telah memperburuk hubungan kedua negara.

Jugun ianfu merupakan perempuan Korea Selatan yang dipekerjakan di rumah bordil tentara Jepang selama Perang Dunia II. Mereka kerap mengalami pelecehan seksual dari para tentara.

Sejarawan menyebut, hingga 200 ribu wanita yang kebanyakan dari Korea dan China dipaksa bekerja di rumah bordil militer Jepang selama Perang Dunia II.

Berbicara dalam pidato di parlemen, Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi mengatakan, tuntutan tersebut adalah perkembangan abnormal yang sama sekali tidak terpikirkan di bawah hukum internasional.

"Kami sangat mendesak Korea Selatan untuk memperbaiki pelanggaran hukum internasional ini secepat mungkin dan memulihkan hubungan yang sehat," kata Motegi, seperti dikutip Reuters.

Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada 8 Januari memutuskan pemerintah Jepang harus memberikan 100 juta won kepada masing-masing dari 12 wanita yang mengajukan tuntutan hukum pada tahun 2013.

Putusan pengadilan Korea Selatan sendiri adalah hasil proses hukum yang dimulai sejak delapan tahun lalu, di mana para korban yang menggugat sudah banyak meninggal dunia dan digantikan kerabat mereka.

Jepang telah berulang kali memboikot proses hukum, menegaskan semua kompensasi terkait pemerintahan kolonial sudah diselesaikan dalam perjanjian 1965 dan perjanjian terkait yang menormalkan hubungan diplomatik antara tetangga.

Pada Senin, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan, hubungan antara Seoul dan Tokyo tidak akan berlangsung tanpa menyelesaikan tuntutan pengadilan.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Setelah Nicolas Sarkozy, Pengadilan Prancis Akan Vonis Mantan PM Atas Skandal Korupsi
Dunia

Setelah Nicolas Sarkozy, Pen..

04 Maret 2021 17:12
Enggan Patuhi Junta Militer, Tiga Polisi Myanmar Kabur Ke India
Dunia

Enggan Patuhi Junta Militer,..

04 Maret 2021 16:22
Ketika Barat Sibuk 'Timbun' Vaksin, Afrika Tak Punya Pilihan Selain Kepada China Dan Rusia
Dunia

Ketika Barat Sibuk 'Timbun' ..

04 Maret 2021 16:05
San Paulo Berlakukan 'Kode Merah' Saat Angka Kasus Covid-19 Melonjak
Dunia

San Paulo Berlakukan 'Kode M..

04 Maret 2021 15:58
Kerusakan Bangunan Azerbaijan Di Nagorno-Karabakh Oleh Armenia Mencapai Rp 713 Triliun
Dunia

Kerusakan Bangunan Azerbaija..

04 Maret 2021 15:28
Aktivis Myanmar: Kami Melawan Dengan Cara Apa pun, Tidak Ada Artinya Tetap Hidup Di Bawah Junta
Dunia

Aktivis Myanmar: Kami Melawa..

04 Maret 2021 14:59
Singapura Tak Akan Keluarkan Izin Mobil Diesel Baru Mulai 2025
Dunia

Singapura Tak Akan Keluarkan..

04 Maret 2021 14:42
Teror Bom Misterius Gegerkan Pengunjung Taj Mahal, Aparat Langsung Lakukan Penggeledahan
Dunia

Teror Bom Misterius Gegerkan..

04 Maret 2021 14:23