Calon Menhan AS Yakin Rusia Jadi Dalang Serangan Siber Besar-besaran Tahun Lalu

Calon Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jenderal Lloyd Austin/Net

Calon Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Jenderal Lloyd Austin akan meminta pertanggungjawaban Rusia setelah mendapatkan bukti bahwa mereka yang menjadi dalang di balik serangan siber terhadap perusahaan IT, SolarWinds.

Hal itu disampaikan Austin selama sidang dengan Senat pada Selasa (19/1), di mana ia akan dilantik di bawah kepemimpinan Joe Biden.

"Saya benar-benar berharap dapat memahami dengan jelas apa yang terjadi. FBI, NSA telah memberikan kredit kepada Rusia untuk ini," kata Austin, seperti dikutip Sputnik.

"Mereka telah menghubungkan aktivitas ini dengan Rusia dan jika itu masalahnya, saya pikir Rusia harus dimintai pertanggungjawaban, itulah keyakinan pribadi saya," lanjutnya.

Pada Desember 2020, media melaporkan serangan siber besar-besaran terhadap entitas dan perusahaan pemerintah, setelah terjadi kerusakan dalam perangkat lunak SolarWinds.

Serangan itu diyakini dilakukan oleh aktor asing dan beberapa pakar menyebut nama Rusia sebagai dalang di baliknya. Baru-baru ini, Kantor Direktur Interlijen, Badan Keamanan Nasional, dan FBI menyatakan bahwa serangan itu kemungkinan berasal dari Rusia setelah dilakukannya penyelidikan.

Meski begitu, jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov membantah klaim tersebut.

Menurut Departemen Kehakiman AS, serangan siber besar-besaran tersebut berhasil mengakses sekitar 3 persen kontak surat.

The Washington Post pada Desember mengklaim bahwa sebuah kelompok peretas bernama APT29, juga dikenal sebagai "The Dukes" atau "Cozy Bear", yang diduga terkait dengan Moskow, berada di balik gangguan tetapi tidak memberikan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut. Laporan itu juga menyebut peretasan terjadi melalui mitra perusahaan Microsoft, yang menangani layanan akses cloud.

Dalam pernyataannya, Presiden Donald Trump justru mengklaim China yang berada di balik serangan itu, alih-alih Rusia.

"Membahas kemungkinan bahwa itu mungkin China (mungkin!). Mungkin juga ada pukulan di mesin pemungutan suara konyol kita selama pemilihan, yang sekarang jelas bahwa saya menang besar, membuatnya semakin memalukan untuk AS," ujar Trump di akun Twitter-nya sebelum ditangguhkan seara permanen.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Dubes Umar Hadi: Digitalisasi Produk Ekonomi Kreatif, Suatu Keniscayaan
Dunia

Dubes Umar Hadi: Digitalisas..

06 Maret 2021 21:38
Bertemu Ulama Syiah Irak Dan Kunjungi Tempat Kelahiran Nabi Ibrahim, Paus Berterima Kasih Kepada Umat Muslim
Dunia

Bertemu Ulama Syiah Irak Dan..

06 Maret 2021 18:48
Dalai Lama Tenzin Gyatso Terima Suntikan Pertama Vaksin Covid-19, Ajak Pengikutnya Tak Ragu Divaksin
Dunia

Dalai Lama Tenzin Gyatso Ter..

06 Maret 2021 17:58
Menandai Hari Ke-100 Aksi Protes, Petani India Blokir Enam Ruas Jalan Tol
Dunia

Menandai Hari Ke-100 Aksi Pr..

06 Maret 2021 17:47
Konflik Myanmar Dan Jalan Buntu Dewan Keamanan PBB
Dunia

Konflik Myanmar Dan Jalan Bu..

06 Maret 2021 16:29
Ledakan Gas Alam Texas: Satu Rumah Terbakar, Sepuluh Luka-luka
Dunia

Ledakan Gas Alam Texas: Satu..

06 Maret 2021 15:38
Senegal Membara, Massa Lakukkan Protes Besar-besaran Atas Penangkapan Pemimpin Oposisi Ousmane Sonko
Dunia

Senegal Membara, Massa Lakuk..

06 Maret 2021 15:04
Spesialis Keamanan Komputer AS: 30.000 Organisasi Di Seluruh Amerika Serikat Diretas Unit Spionase Dunia Maya China
Dunia

Spesialis Keamanan Komputer ..

06 Maret 2021 14:21