Kunjungi Kediaman Tokoh Oposisi Yang Sedang Ditahan, Dubes AS Dituding Merusak Pilpres Uganda

Aparat berjaga di kediaman tokoh oposisi Uganda Bobi Wine/Net

Pemerintah Uganda mengecam Duta Besar AS Natalie E. Brown karena mencoba mengunjungi kandidat oposisi utama Bobi Wine di rumahnya yang saat ini dikepung oleh pasukan keamanan sehari setelah pemungutan suara.

Mereka bahkan menuding apa yang dilakukan Brown sebagai upaya untuk merusak hasil pemilihan presiden pekan lalu.

Kedutaan Besar AS mengatakan pada Senin (18/1) malam waktu setempat  bahwa Brown telah dilarang mengunjungi Wine, yang disebut dengan nama aslinya, Robert Kyagulanyi, di kediamannya di pinggiran kota di pinggiran utara ibukota.

Kedubes mengatakan tujuan Brown sebenarnya untuk memeriksa kesehatan dan keselamatan Wine, mengingat bahwa dia dan istrinya secara efektif tidak dapat meninggalkan rumahnya.

Sementara, juru bicara pemerintah Uganda Ofwono Opondo mengatakan Brown tidak punya urusan untuk mengunjungi Wine, yang menurut tentara ditahan untuk mencegah potensi kerusuhan setelah hasil tersebut.

“Apa yang dia coba lakukan secara terang-terangan adalah mencampuri politik internal Uganda, terutama pemilihan umum, untuk menumbangkan pemilihan kami dan keinginan rakyat,” katanya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/1).

Kedutaan Besar AS dalam pernyataannya mengatakan bahwa pemungutan suara pekan lalu telah dinodai oleh pelecehan terhadap kandidat oposisi, penindasan terhadap media dan pendukung hak dan penutupan internet secara nasional.

“Tindakan melanggar hukum ini dan penahanan rumah yang efektif terhadap seorang calon presiden melanjutkan tren yang mengkhawatirkan di jalan demokrasi Uganda,” katanya dalam pernyataan itu.

Selama di tahan di rumahnya, Wine sempat curhat di akun Twitternya, dia mengatakan  bahwa bahkan ayah dari keponakan perempuan istrinya yang mereka rawat telah ditolak masuk untuk menjemputnya.

“Kami sudah kehabisan makanan dan susu. Tidak ada yang diizinkan keluar atau masuk ke kompleks kami,” tulisnya.

Pada hari Selasa, pengacara Wine, Benjamin Katana telah mengajukan petisi ke pengadilan tinggi yang menantang legalitas penahanan Wine dan istrinya tanpa dakwaan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Dubes Umar Hadi: Digitalisasi Produk Ekonomi Kreatif, Suatu Keniscayaan
Dunia

Dubes Umar Hadi: Digitalisas..

06 Maret 2021 21:38
Bertemu Ulama Syiah Irak Dan Kunjungi Tempat Kelahiran Nabi Ibrahim, Paus Berterima Kasih Kepada Umat Muslim
Dunia

Bertemu Ulama Syiah Irak Dan..

06 Maret 2021 18:48
Dalai Lama Tenzin Gyatso Terima Suntikan Pertama Vaksin Covid-19, Ajak Pengikutnya Tak Ragu Divaksin
Dunia

Dalai Lama Tenzin Gyatso Ter..

06 Maret 2021 17:58
Menandai Hari Ke-100 Aksi Protes, Petani India Blokir Enam Ruas Jalan Tol
Dunia

Menandai Hari Ke-100 Aksi Pr..

06 Maret 2021 17:47
Konflik Myanmar Dan Jalan Buntu Dewan Keamanan PBB
Dunia

Konflik Myanmar Dan Jalan Bu..

06 Maret 2021 16:29
Ledakan Gas Alam Texas: Satu Rumah Terbakar, Sepuluh Luka-luka
Dunia

Ledakan Gas Alam Texas: Satu..

06 Maret 2021 15:38
Senegal Membara, Massa Lakukkan Protes Besar-besaran Atas Penangkapan Pemimpin Oposisi Ousmane Sonko
Dunia

Senegal Membara, Massa Lakuk..

06 Maret 2021 15:04
Spesialis Keamanan Komputer AS: 30.000 Organisasi Di Seluruh Amerika Serikat Diretas Unit Spionase Dunia Maya China
Dunia

Spesialis Keamanan Komputer ..

06 Maret 2021 14:21