China Sambut Rencana Kedatangan Kembali AS Ke Perjanjian Paris Di Bawah Joe Biden

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying/Net

Pemerintah China menyambut baik rencana kembalinya Amerika Serikat ke Perjanjian Paris tentang perubahan iklim di bawah pemerintahan baru Joe Biden.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying dalam pernyataan terbarunya pada Selasa (19/1) waktu setempat, mengatakan hal itu sebagai tanggapan atas laporan media yang menyebutkan bahwa tim Biden yang akan datang berencana untuk menandatangani perintah eksekutif itu.

Hua mengatakan perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan upaya bersama dari komunitas internasional.

"China mendorong semua upaya yang kondusif untuk kerja sama internasional tentang perubahan iklim dan akan terus bekerja dengan komunitas internasional untuk secara aktif mengimplementasikan Perjanjian Paris tentang perubahan iklim, dan memberikan kontribusi yang lebih besar pada respons global terhadap perubahan iklim," katanya, seperti dikutip dari CGTN, Rabu (20/1).

"China menyambut dan menantikan kembalinya pemerintahan baru AS ke Perjanjian Paris dan kontribusi positifnya terhadap tata kelola iklim global," demikian Hua.

Perjanjian Paris adalah pakta global yang dicapai lima tahun lalu di antara hampir 200 negara di seluruh dunia untuk menghindari dampak terburuk perubahan iklim.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump secara resmi menarik negara itu dari perjanjian pada 4 November 2020. Langkah AS ini dikecam banyak pihak, termasuk aktivis lingkungan hidup.

Sementara itu, Biden mengatakan perlu secara resmi memberitahu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai kesediaan AS untuk kembali dalam perjanjian tersebut.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Bangladesh Relokasi Lagi Ribuan Pengungsi Rohingya Ke Pulau Terpencil
Dunia

Bangladesh Relokasi Lagi Rib..

04 Maret 2021 08:11
Pengadilan Kriminal Internasional Luncurkan Penyelidikan Kejahatan Di Wilayah Palestina
Dunia

Pengadilan Kriminal Internas..

04 Maret 2021 08:07
Pelaku Gunakan Pisau Di Swedia, Tiga Orang Kritis
Dunia

Pelaku Gunakan Pisau Di Swed..

04 Maret 2021 07:55
Myanmar: Kepala UE Kecam Pelanggaran HAM Oleh Militer
Dunia

Myanmar: Kepala UE Kecam Pel..

04 Maret 2021 07:42
Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan, Turki Dan Bosnia Herzegovina Teken Perjanjian Keuangan Militer
Dunia

Tingkatkan Kerja Sama Pertah..

04 Maret 2021 07:09
PBB: 38 Orang Tewas Dalam Hari Paling Berdarah Di Myanmar
Dunia

PBB: 38 Orang Tewas Dalam Ha..

04 Maret 2021 06:59
Blinken: China Adalah Ujian Terbesar, AS Siap Menghadapi Kapan Saja
Dunia

Blinken: China Adalah Ujian ..

04 Maret 2021 06:25
Korban Covid Muslim Dikuburkan Di Pulau Terpencil, Sri Lanka Menuai Protes
Dunia

Korban Covid Muslim Dikuburk..

04 Maret 2021 06:11