China Marah Akun Kedubes Diblokir Twitter

Ilustrasi/Net

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying angkat bicara setelah pihak Twitter melakukan pembatasan terhadap akun Kedutaan Besar China di AS pada Kamis (21/1) waktu setempat. Ia mendesak platform media sosial AS itu untuk membuang standar ganda mereka.

Twitter diketahui telah memblokir akun @ChineseEmbinUS, setelah akun tersebut merilis tweet yang mengatakan bahwa wanita Uighur bukan lagi "mesin pembuat bayi" dan "mereka lebih percaya diri dan mandiri", pada 8 Januari lalu.

Tweet tersebut mengutip laporan yang baru-baru ini dirilis oleh Li Xiaoxia, seorang peneliti khusus di Pusat Penelitian Pengembangan Xinjiang, yang memberikan gambaran umum tentang perubahan populasi di wilayah tersebut dan menjelaskan mengapa transisi populasi saat ini di Xinjiang adalah pilihan sukarela penduduk setempat.

Cuitan tersebut kemudian mendapat serangan dari beberapa politisi AS dan separatis dari Xinjiang yang terus menekan Twitter untuk menghapus tweet tersebut.

Pada 9 Januari, tweet tersebut dihapus oleh Twitter dengan alasan "tidak manusiawi" dan diganti dengan label yang menyatakan bahwa itu tidak lagi tersedia.

Hua mengatakan pada hari Kamis (21/1) bahwa dia bingung dengan pembatasan akun kedutaan China di Twitter dan berharap perusahaan tidak akan mengadopsi standar ganda dalam masalah ini. Dia mengatakan mereka harus bisa membedakan apa itu disinformasi dan apa itu kebenaran.

"Kami semua memperhatikan bahwa ada sejumlah besar teori disinformasi dan konspirasi di media sosial AS. AS telah sangat terpengaruh dan China juga menjadi korban. Mengingat ada banyak informasi palsu yang menargetkan China, kedutaan China memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk mengklarifikasi dan mengungkapkan fakta sebenarnya," kata Hua, seperti dikutip dari Global Times, Kamis (21/1).

Penangguhan Twitter terhadap Kedutaan Besar China di AS telah memicu diskusi panas di media sosial China. Banyak netizen yang meminta Sina Weibo untuk melakukan hal serupa, dengan menangguhkan akun Kedutaan Besar AS di China sebagai balasan.

"AS selalu membanggakan apa yang disebut kebebasan berbicara, tapi lihat apa yang telah dilakukannya! Mencoba mencegah kedutaan kami berbicara kebenaran tentang Xinjiang. Sina Weibo harus menangguhkan Kedutaan Besar AS," tulis salah seorang netizen.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Setelah Nicolas Sarkozy, Pengadilan Prancis Akan Vonis Mantan PM Atas Skandal Korupsi
Dunia

Setelah Nicolas Sarkozy, Pen..

04 Maret 2021 17:12
Enggan Patuhi Junta Militer, Tiga Polisi Myanmar Kabur Ke India
Dunia

Enggan Patuhi Junta Militer,..

04 Maret 2021 16:22
Ketika Barat Sibuk 'Timbun' Vaksin, Afrika Tak Punya Pilihan Selain Kepada China Dan Rusia
Dunia

Ketika Barat Sibuk 'Timbun' ..

04 Maret 2021 16:05
San Paulo Berlakukan 'Kode Merah' Saat Angka Kasus Covid-19 Melonjak
Dunia

San Paulo Berlakukan 'Kode M..

04 Maret 2021 15:58
Kerusakan Bangunan Azerbaijan Di Nagorno-Karabakh Oleh Armenia Mencapai Rp 713 Triliun
Dunia

Kerusakan Bangunan Azerbaija..

04 Maret 2021 15:28
Aktivis Myanmar: Kami Melawan Dengan Cara Apa pun, Tidak Ada Artinya Tetap Hidup Di Bawah Junta
Dunia

Aktivis Myanmar: Kami Melawa..

04 Maret 2021 14:59
Singapura Tak Akan Keluarkan Izin Mobil Diesel Baru Mulai 2025
Dunia

Singapura Tak Akan Keluarkan..

04 Maret 2021 14:42
Teror Bom Misterius Gegerkan Pengunjung Taj Mahal, Aparat Langsung Lakukan Penggeledahan
Dunia

Teror Bom Misterius Gegerkan..

04 Maret 2021 14:23