Tertunda Belasan Tahun, Jaksa AS Jatuhkan Dakwaan Untuk Tiga Tersangka Bom Bali

Insiden Bom Bali pada 12 Oktober 2002/Net

Setelah 18 tahun ditangkap, Riduan Isamuddin alias Hambali secara resmi didakwa oleh jaksa militer Amerika Serikat (AS) terkait serangan Bom Bali 2002 dan Hotel JW Marriot Jakarta 2003.

Serangan Bom Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002 menewaskan 202 orang. Sementara serangan terhadap Hotel JW Marriott di Jakarta pada 5 Agustus 2003 menewaskan 12 orang dengan puluhan lainnya terluka.

Pentagon menyebut dua serangan itu didalangi oleh Hambali yang merupakan pemimpin Jemaah Islamiyah.

Hambali sendiri ditangkap di Thailand pada 2003 bersama dua pengikutnya, Mohammed Nazir bin Lep dan Mohammed Farik bin Amin. Keduanya warga negara Malaysia dan dilaporkan menjalani pelatihan oleh Al Qaeda.

Setelah ditangkap, ketiganya masing-masing menghabiskan lebih dari 14 tahun di penjara militer AS di Teluk Guantanamo, Kuba. Tidak jelas mengapa dakwaan terhadap mereka tertunda selama belasan tahun.

Pentagon baru mengumumkan dakwaan terhadap ketiganya pada Kamis (21/1), hari pertama Presiden Joe Biden dilantik. Namun tidak disebutkan kapan Hambali akan menjalani sidang di pengadilan militer.

"Tuduhan tersebut termasuk persekongkolan, pembunuhan, percobaan pembunuhan, dengan sengaja menyebabkan luka tubuh yang serius, terorisme, menyerang warga sipil, menyerang objek sipil, perusakan properti, dan aksesori, semuanya melanggar hukum perang," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP.

Pada 2016, permintaan pembebasan Hambali ditolak oleh jaksa karena ia dianggap masih menjadi "ancaman signifikan" bagi AS.

Penjara militer Guatanamo sendiri dikelola oleh angkatan laut. Pada pemerintahan Barack Obama, penjara itu gagal ditutup karena masih memiliki 40 tahanan yang tersisa.

Setelah itu, mantan Presiden Donald Trump tidak menunjukkan ketertarikan pada Guantanamo.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Dubes Umar Hadi: Digitalisasi Produk Ekonomi Kreatif, Suatu Keniscayaan
Dunia

Dubes Umar Hadi: Digitalisas..

06 Maret 2021 21:38
Bertemu Ulama Syiah Irak Dan Kunjungi Tempat Kelahiran Nabi Ibrahim, Paus Berterima Kasih Kepada Umat Muslim
Dunia

Bertemu Ulama Syiah Irak Dan..

06 Maret 2021 18:48
Dalai Lama Tenzin Gyatso Terima Suntikan Pertama Vaksin Covid-19, Ajak Pengikutnya Tak Ragu Divaksin
Dunia

Dalai Lama Tenzin Gyatso Ter..

06 Maret 2021 17:58
Menandai Hari Ke-100 Aksi Protes, Petani India Blokir Enam Ruas Jalan Tol
Dunia

Menandai Hari Ke-100 Aksi Pr..

06 Maret 2021 17:47
Konflik Myanmar Dan Jalan Buntu Dewan Keamanan PBB
Dunia

Konflik Myanmar Dan Jalan Bu..

06 Maret 2021 16:29
Ledakan Gas Alam Texas: Satu Rumah Terbakar, Sepuluh Luka-luka
Dunia

Ledakan Gas Alam Texas: Satu..

06 Maret 2021 15:38
Senegal Membara, Massa Lakukkan Protes Besar-besaran Atas Penangkapan Pemimpin Oposisi Ousmane Sonko
Dunia

Senegal Membara, Massa Lakuk..

06 Maret 2021 15:04
Spesialis Keamanan Komputer AS: 30.000 Organisasi Di Seluruh Amerika Serikat Diretas Unit Spionase Dunia Maya China
Dunia

Spesialis Keamanan Komputer ..

06 Maret 2021 14:21