Kebijakan Wajib Masker Joe Biden Jadi Berkah Tersendiri Bagi Produsen APD China

Ilustrasi/Net

Kebijakan baru Presiden AS Joe Biden terkait perang melawan pandemi Covid-19 membawa angin segar bagi para produsen alat pelindung diri (APD) di China. Mereka mengaku telah melihat peningkatan permintaan masker dari negara yang saat ini masih menduduki peringkat pertama dalam jumlah kasus virus corona tersebut.

Produsen masker domestik Huang Yuhao mengatakan bahwa jumlah permintaan dari AS pada Januari telah berlipat ganda sejak Desember, termasuk beberapa rencana pembelian senilai 10 juta yuan atau setara 1,54 juta dolar AS.

“Kenaikan pesanan APD sangGlobat kontras dengan tahun lalu,” kata Huang, seperti dikutip dari Global Times, Sabtu (23/1).

Huang mengatakan kemampuan produksi perusahaannya juga sangat siap untuk melayani kenaikan permintaan AS. Perusahaannya sendiri dapat menghasilkan 5 juta masker KN95 dan N95 kelas atas yang memenuhi sertifikasi UE setiap hari.

“Kami masih sangat menghargai pasar AS, dan berharap dapat berbisnis dengan AS. Kami yakin bahwa pemerintah AS yang baru akan memperlakukan pemasok bahan epidemi China dengan sikap yang lebih obyektif, tidak seperti pendahulunya,” kata Huang.

Zhang Wen, manajer agen ekspor masker di Wuxi, Provinsi Jiangsu, China Timur, mengatakan kepada media lokal bahwa mereka juga melihat 'sedikit peningkatan' dalam permintaan dari pelanggan AS dalam beberapa hari terakhir.

"Kami memperkirakan lebih banyak pesanan akan masuk," kata Zhang, mencatat bahwa segera setelah ekonomi terbesar dunia itu mulai secara serius memerangi pandemi, yang lain akan menyusul.

Data Bea Cukai menunjukkan, dari Maret hingga akhir 2020 China telah mengekspor 224,2 miliar masker, itu sama dengan menyediakan hampir 40 masker untuk semua orang di dunia di luar China.

Kenaikan permintaan AS terjadi ketika Biden mulai mengambil tindakan yang lebih efektif untuk mengekang virus.

“Total kematian akibat pandemi virus korona di AS mungkin akan mencapai 500 ribu bulan depan,” kata Biden pada Kamis (21/1).

Biden telah menandatangani 10 perintah eksekutif pada hari penuh pertamanya di kantor untuk memerangi epidemi Covid-19, mewajibkan penggunaan masker di semua transportasi umum dan mengarahkan agensi untuk meminta perusahaan AS membuat masker, penyeka, dan peralatan N95 lainnya.

Sejumlah analis menilai, kebijakan masker AS datang  pada tahap yang sangat terlambat, tetapi ibarat pepatah lama, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kata para analis.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Setelah Nicolas Sarkozy, Pengadilan Prancis Akan Vonis Mantan PM Atas Skandal Korupsi
Dunia

Setelah Nicolas Sarkozy, Pen..

04 Maret 2021 17:12
Enggan Patuhi Junta Militer, Tiga Polisi Myanmar Kabur Ke India
Dunia

Enggan Patuhi Junta Militer,..

04 Maret 2021 16:22
Ketika Barat Sibuk 'Timbun' Vaksin, Afrika Tak Punya Pilihan Selain Kepada China Dan Rusia
Dunia

Ketika Barat Sibuk 'Timbun' ..

04 Maret 2021 16:05
San Paulo Berlakukan 'Kode Merah' Saat Angka Kasus Covid-19 Melonjak
Dunia

San Paulo Berlakukan 'Kode M..

04 Maret 2021 15:58
Kerusakan Bangunan Azerbaijan Di Nagorno-Karabakh Oleh Armenia Mencapai Rp 713 Triliun
Dunia

Kerusakan Bangunan Azerbaija..

04 Maret 2021 15:28
Aktivis Myanmar: Kami Melawan Dengan Cara Apa pun, Tidak Ada Artinya Tetap Hidup Di Bawah Junta
Dunia

Aktivis Myanmar: Kami Melawa..

04 Maret 2021 14:59
Singapura Tak Akan Keluarkan Izin Mobil Diesel Baru Mulai 2025
Dunia

Singapura Tak Akan Keluarkan..

04 Maret 2021 14:42
Teror Bom Misterius Gegerkan Pengunjung Taj Mahal, Aparat Langsung Lakukan Penggeledahan
Dunia

Teror Bom Misterius Gegerkan..

04 Maret 2021 14:23