Dendam Membara Iran Pada Donald Trump Belum Padam, Posting Ancaman Mengerikan

Gambar yang diposting di situs Khamenei, menunjukkan seseorang yang mirip Donald Trump menjadi sasaran drone/Net

Meskipun Donald Trump sudah lengser, kebencian Iran terhadapnya belum hilang. Terutama soal pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani. Hal itu ditunjukkan dengan postingan terbaru di situs web Pemimpin Tertinggi Iran yang memuat gambar seorang pegolf yang menyerupai mantan Presiden Donald Trump.

Dalam gambar tersebut, nampak pria berbaju merah sedang bermain golf dengan bayangan drone di atasnya. Seolah menggambarkan bahwa pria (yang dimiripkan Trump) siap menjadi sasaran tembakan drone. Terlebih pada gambar itu ada tulisan bernada ancaman:  

Al-Arabiya melaporkan pada Jumat (22/1), di bawah gambar di situs itu terdapat pernyataan Khamenei pada bulan Desember lalu menjelang peringatan tahun pertama pembunuhan komandan militer Jenderal Soleimani di Irak, yang (diduga) diperintahkan oleh Trump.

"Pembunuh Soleimani dan mereka yang memerintahkan pembunuhannya, harus menghadapi pembalasan dendam. Meski seperti kata seorang sahabat, sepatu Soleimani lebih berharga dari pada kepala pembunuhnya," bunyi kata-kata di bawah gambar tersebut.

"Bahkan jika pembunuhnya dipenggal, itu bahkan tidak akan mengganti salah satu sepatu Soleimani. Tetapi mereka sangat salah dalam melakukan ini dan harus menghadapi balas dendam. Baik para pembunuh maupun yang memerintahkannya harus tahu bahwa balas dendam bisa datang kapan saja," lanjut tulisan itu.

Gambar itu pertama kali muncul di feed Twitter berbahasa Persia @khamenei_site yang memuat tautan ke situs Ayatollah Ali Khamenei. Namun, Twitter menghapus feed tersebut setelah mengatakan akun tersebut palsu pada hari Jumat (22/1).

Seorang pejabat yang dekat dengan lingkaran dalam Khamenei mengatakan: "Tujuan (dari tweet itu) adalah untuk mengingatkan pelaku (Trump), bahwa lengser dari jabatan dan meninggalkan kantor tidak berarti dia  aman, lalu pembunuhan martir kita, Soleimani, akan dilupakan."

"Dan sekarang, pasukan Amerika tidak dapat melindunginya," kata pejabat itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, kepada Reuters tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Awal bulan ini, Twitter menghapus tweet oleh Khamenei di mana dia mengatakan vaksin buatan AS dan Inggris tidak dapat diandalkan dan mungkin dimaksudkan untuk "mencemari negara lain". Platform itu mengatakan tweet itu melanggar aturannya terhadap informasi yang salah.

Ketegangan antara Teheran dan Washington semakin membara setelah 2018, ketika Trump keluar dari kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan terhadap Iran.

Teheran membalas pembunuhan Soleimani dengan serangan rudal terhadap target AS di Irak tetapi kedua belah pihak mundur dari konfrontasi lebih lanjut.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pashinyan: Rusia Banyak Mengulurkan Tangan Untuk Armenia, Mulai Dari Perdamaian Hingga Pandemi
Dunia

Pashinyan: Rusia Banyak Meng..

07 Mei 2021 06:26
Blinken:  Kami Tidak Mengatakan Anda Harus Memilih China Atau AS, Tapi Barat Perlu Berhati-hati
Dunia

Blinken: Kami Tidak Mengata..

07 Mei 2021 06:02
'Tsunami' Covid-19 India Bikin Waswas, Negara Tetangga Kompak Tutup Perbatasan
Dunia

'Tsunami' Covid-19 India Bik..

06 Mei 2021 22:26
Geser Spanyol Dan AS, China Jadi Pasar Teratas Cerutu Legendaris Kuba
Dunia

Geser Spanyol Dan AS, China ..

06 Mei 2021 17:33
Trump Diusir Lagi, Twitter Tangguhkan Akun 'From the Desk of Donald J. Trump'
Dunia

Trump Diusir Lagi, Twitter T..

06 Mei 2021 17:31
Bolsonaro: Rusia Dan Putin Sangat Menarik Untuk Brasil
Dunia

Bolsonaro: Rusia Dan Putin S..

06 Mei 2021 15:37
Disuntik Vaksin Sinopharm Tanpa Izin, Duterte: Jangan Ikuti Saya, Berbahaya!
Dunia

Disuntik Vaksin Sinopharm Ta..

06 Mei 2021 15:29
Laju Pandemi Belum Terkendali, Gubernur Tokyo Pertimbangkan Opsi Perpanjangan Keadaan Darurat
Dunia

Laju Pandemi Belum Terkendal..

06 Mei 2021 15:08