Eindhoven Jadi Yang Terparah Dirusak Perusuh Belanda, Walikota: Kota Saya Menangis, Saya Juga!

Polisi di Belanda menangkap para perusuh dalam aksi protes pada Senin malam yang menentang pembatasan jam malam/Net

Kerusuhan dengan kekerasan yang terjadi di beberapa kota di Belanda mengundang kemarahan Perdana Menteri Mark Rutte. Dalam pernyataan penuh kekecawaan yang disampaikan Senin (25/1) malam waktu setempat, ia mengutuk aksi itu dan mengatakan peristiwa itu tidak bisa diterima.

"Ini tidak bisa diterima," kata Rutte. "Setiap orang normal hanya bisa menyadari ini dengan ngeri."

Dia menentang anggapan bahwa kerusuhan terjadi karena aksi protes pembatasan jam malam. Menurutnya itu bukanlah  cara seseorang berunjuk rasa.

"Ini kekerasan kriminal. Ini tidak ada hubungannya dengan protes, ini adalah kekerasan kriminal dan begitulah cara kami memperlakukannya," ujarnya, seperti dikutip dari AP.

Polisi anti huru hara di Belanda kembali bentrok dengan pengunjuk rasa yang menentang jam malam pada Senin, menyusul kerusuhan yang terjadi pada Sabtu.

Polisi menangkap sekitar 250 orang di seluruh negeri, termasuk seorang pria yang memposting ancaman terhadap jurnalis di media sosial, seperti yang dilaporkan ANP.

Den Haag, Tilburg, Venlo, Roermond, Helmond, Breda, Arnhem, dan Apeldoorn, nampak rusak dan sangat berantakan karena aksi protes itu.

Yang terparah adalah Eindhoven, kota di selatan Belanda, tempat polisi bentrok dengan ratusan perusuh yang membakar mobil, melemparkan batu dan kembang api ke arah petugas, memecahkan jendela dan menjarah supermarket di stasiun kereta.

Pemandangan di kota itu sangat mengerikan yang membuat pejabat menetapkan status darurat.

Walikota Eindhoven John Jorritsma mengatakan perusuh bertindak sangat anarkis dan brutal. Dia menggambarkan mereka sebagai 'sampah bumi'.

"Kota saya menangis, dan saya juga, ' katanya pilu, dalam konferensi pers dadakan yang emosional.

"Saya khawatir jika kita terus menempuh jalan ini, kita sedang menuju perang saudara," katanya lagi.

Kerusuhan tersebut bertepatan dengan akhir pekan pertama dari jam malam nasional yang mengharuskan orang untuk tinggal di rumah dari jam 9 malam sampai 4:30 pagi.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Jelang KTT NATO, Menhan Turki, Inggris Dan Italia Bertemu Di Kapal HMS Queen Elizabeth
Dunia

Jelang KTT NATO, Menhan Turk..

12 Juni 2021 18:57
Resmi: Haji Tahun Ini Hanya Untuk Umat Muslim Yang Berada Di Arab Saudi Dan Jumlahnya Tidak Lebih Dari 60.000 Jemaah
Dunia

Resmi: Haji Tahun Ini Hanya ..

12 Juni 2021 18:35
Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39