Covax Janjikan Bantuan Vaksin Covid-19 Untuk Afghanistan, Taliban Kemungkinan Tidak Akan Ganggu

Seorang pekerja UNICEF membantu seorang gadis pengungsi internal memakai masker wajah di kamp darurat, di tengah wabah penyakit virus corona di Afghanistan pada Juni 2020/Reuters

Afghanistan merupakan salah satu negara yang menjadi perhatian serius dalam program Covax yang diinisiasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (26/1), salah satu pejabat kesehatan WHO menegaskan bahwa pihaknya menjanjikan 112 juta dolar AS untuk menyediakan vaksin Covid-19 agar bisa menjangkau 20 persen populasi Afghanistan.

Sebagai informasi, program Covax adalah skema global untuk memvaksinasi orang-orang di negara berpenghasilan menengah dan miskin terhadap virus corona.

Program ini bertujuan untuk memberikan setidaknya dua miliar dosis vaksin pada akhir 2021 untuk mencakup 20 persen orang yang paling rentan di 91 negara berpenghasilan menengah dan miskin, Afghanistan masuk ke dalam salah satu di antaranya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Kesehatan Afghanistan Waheed Majroh mengatakan bahwa dibutuhkan waktu enam bulan untuk mendapatkan vaksin, tetapi pihak berwenang sedang berdiskusi untuk bisa mendapatkannya lebih awal.

Kehadiran vaksin Covid-19 menjadi salah satu hal yang paling dinantikan di Afghanistan di mana Covid-19 telah menginfeksi total 54.854 orang dan menyebabkan setidanya 2.390 kematian di negara tersebut.

Sementara itu, Kepala Perluasan Program Imunisasi di kementerian kesehatan Afghanistan Dr Ghulam Dastagir Nazari menjelaskan kepada Reuters bahwa selain COVAX, negara itu juga telah menerima janji 500 ribu dosis vaksin AstraZeneca dari India.

"Merek AstraZeneca yang diproduksi di India akan segera tiba di Afghanistan," kata Nazari.

Kampanye vaksinasi Covid-19 di Afghanistan sendiri akan berlangsung di tengah pertempuran yang terus berlanjut antara Taliban dan pasukan pemerintah.

Tetapi Nazari mengatakan dia yakin kelompok pemberontak tersebut tidak akan menentang kampanye vaksin Covid-19 itu karena tidak akan dilakukan dari pintu ke pintu.

"Sebelumnya Taliban menentang vaksinasi polio di wilayah yang mereka kuasai karena prosesnya dari pintu ke pintu, Taliban tidak menentang kampanye apa pun yang dilakukan dari pusat kesehatan," ujarnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Dubes Umar Hadi: Digitalisasi Produk Ekonomi Kreatif, Suatu Keniscayaan
Dunia

Dubes Umar Hadi: Digitalisas..

06 Maret 2021 21:38
Bertemu Ulama Syiah Irak Dan Kunjungi Tempat Kelahiran Nabi Ibrahim, Paus Berterima Kasih Kepada Umat Muslim
Dunia

Bertemu Ulama Syiah Irak Dan..

06 Maret 2021 18:48
Dalai Lama Tenzin Gyatso Terima Suntikan Pertama Vaksin Covid-19, Ajak Pengikutnya Tak Ragu Divaksin
Dunia

Dalai Lama Tenzin Gyatso Ter..

06 Maret 2021 17:58
Menandai Hari Ke-100 Aksi Protes, Petani India Blokir Enam Ruas Jalan Tol
Dunia

Menandai Hari Ke-100 Aksi Pr..

06 Maret 2021 17:47
Konflik Myanmar Dan Jalan Buntu Dewan Keamanan PBB
Dunia

Konflik Myanmar Dan Jalan Bu..

06 Maret 2021 16:29
Ledakan Gas Alam Texas: Satu Rumah Terbakar, Sepuluh Luka-luka
Dunia

Ledakan Gas Alam Texas: Satu..

06 Maret 2021 15:38
Senegal Membara, Massa Lakukkan Protes Besar-besaran Atas Penangkapan Pemimpin Oposisi Ousmane Sonko
Dunia

Senegal Membara, Massa Lakuk..

06 Maret 2021 15:04
Spesialis Keamanan Komputer AS: 30.000 Organisasi Di Seluruh Amerika Serikat Diretas Unit Spionase Dunia Maya China
Dunia

Spesialis Keamanan Komputer ..

06 Maret 2021 14:21