Priti Patel Tangkis Pernyataan Mantan Pejabat Tinggi Soal Aturan Karantina Inggris

Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel/Net

Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel, menegaskan bahwa saat ini Pasukan Perbatasan Inggris siap menjalani tugasnya dalam 'Pemeriksaan Kepatuhan 100 Persen' terhadap orang-orang yang baru tiba di negara itu.

Mereka yang baru tiba diwajibkan untuk mengikuti karantina sesuai dengan peraturan baru pemerintahan Inggris untuk menjaga penyebaran virus corona baru.

Pernyataan Patel yang dilontarkan pada Selasa (26/1) itu ditanggapi oleh mantan menteri tenaga kerja Dame Angela Eagle yang meragukan bahwa perintah itu bisa berjalan dengan baik.  

“Layanan Jaminan Isolasi saat ini tidak memeriksa semua orang yang diwajibkan untuk melakukan karantina. Jadi, bagaimana Menteri Dalam Negeri dapat meyakinkan kita bahwa penegakan aturan baru ini dijalankan dengan baik dan sesuai? Yang ada malah pelanggaran, bukan ketaatan," kata Eagle, seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (27/1).

Patel pun menjawab, “Tentang Pasukan Perbatasan, jika saya diijinkan memberikan jaminan kepada wanita terhormat yang tepat, saat ini telah memenuhi pemeriksaan kepatuhan 100 persen."

Patel mengatakan, para petugas bandara akan bekerja semaksimal mungkin. Semua penumpang akan diperiksa saat datang. Jajarannya akan bekerja sama dengan bandara dan pelabuhan untuk melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang masuk ke negara itu.

Perdana Meteri Boris Johnson akan membahas lebih dalam lagi terkait karantina untuk para pelancong yang tiba ke Inggris. Mereka yang baru tiba akan dikarantina di hotel sesuai aturan Covid-19 yang diberlakukan di Inggris.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Setelah Nicolas Sarkozy, Pengadilan Prancis Akan Vonis Mantan PM Atas Skandal Korupsi
Dunia

Setelah Nicolas Sarkozy, Pen..

04 Maret 2021 17:12
Enggan Patuhi Junta Militer, Tiga Polisi Myanmar Kabur Ke India
Dunia

Enggan Patuhi Junta Militer,..

04 Maret 2021 16:22
Ketika Barat Sibuk 'Timbun' Vaksin, Afrika Tak Punya Pilihan Selain Kepada China Dan Rusia
Dunia

Ketika Barat Sibuk 'Timbun' ..

04 Maret 2021 16:05
San Paulo Berlakukan 'Kode Merah' Saat Angka Kasus Covid-19 Melonjak
Dunia

San Paulo Berlakukan 'Kode M..

04 Maret 2021 15:58
Kerusakan Bangunan Azerbaijan Di Nagorno-Karabakh Oleh Armenia Mencapai Rp 713 Triliun
Dunia

Kerusakan Bangunan Azerbaija..

04 Maret 2021 15:28
Aktivis Myanmar: Kami Melawan Dengan Cara Apa pun, Tidak Ada Artinya Tetap Hidup Di Bawah Junta
Dunia

Aktivis Myanmar: Kami Melawa..

04 Maret 2021 14:59
Singapura Tak Akan Keluarkan Izin Mobil Diesel Baru Mulai 2025
Dunia

Singapura Tak Akan Keluarkan..

04 Maret 2021 14:42
Teror Bom Misterius Gegerkan Pengunjung Taj Mahal, Aparat Langsung Lakukan Penggeledahan
Dunia

Teror Bom Misterius Gegerkan..

04 Maret 2021 14:23