Blinken Tinjau Ulang Keputusan Pemerintahan Trump Yang Masukkan Houthi Sebagai Organisasi Teroris

Menteri Luar Negeri Antony Blinken/Net

Pemerintahan Biden meninjau ulang beberapa kebijakan luar negeri di era Donald Trump.

Menteri Luar Negeri yang baru dilantik Antony Blinken mengatakan saat ini dia sedang mempelajari penetapan pemberontak Houthi sebagai organisasi teroris yang diberlakukan oleh pendahulunya Mike Pompeo beberapa saat sebelum masa tugasnya berakhir.

Ia mengatakan sangat prihatin dengan sebutan "organisasi teroris asing' untuk Houthi yang didukung Iran itu. Keputusan Pompeo itu dianggap akan memperburuk  apa yang sudah menjadi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

"Dari semua langkah yang diambil Trump dan Pompeo di hari-hari terakhir mereka, (penunjukkan Houti sebagai organisasi teroris) itu menjadi prioritas dalam agenda saya," kata Blinken, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/1).

“Kami sedang mendalami hal ini, melakukan pemeriksaan yang sangat mendesak,” ujar Blinken.

Tentang Iran, Blinken mengulangi komentar yang dibuat Biden sebelumnya bahwa pemerintah siap untuk meringankan sanksi yang diberlakukan kembali oleh pemerintahan Trump terhadap Iran selama Iran kembali mematuhi sepenuhnya kesepakatan 2015, seperti yang dilaporkan AFP.

Pemerintah akan berupaya memperkuat dan memperpanjang ketentuan perjanjian. Tapi, dia berkata, "Kita masih jauh dari titik itu."

Blinken mengatakan bahwa setelah empat tahun, Amerika Serikat akan kembali terlibat dengan sekutu secara timbal balik.

Untuk sementara AS juga akan menghentikan bantuan dan beberapa penjualan senjata skala besar ke Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Menlu AS Waswas, China Makin Agresif Terhadap Taiwan
Dunia

Menlu AS Waswas, China Makin..

11 April 2021 22:19
IMF: Ketidakadilan Vaksin Covid-19 Ancam Pemulihan Ekonomi Timur Tengah
Dunia

IMF: Ketidakadilan Vaksin Co..

11 April 2021 22:09
Kampanye Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis, India Klaim jadi Negara Tercepat Di Dunia
Dunia

Kampanye Vaksinasi Tembus 10..

11 April 2021 21:48
Peru Gelar Pilpres Di Tengah Pandemi, 18 Capres Bersaing
Dunia

Peru Gelar Pilpres Di Tengah..

11 April 2021 21:32
China Rilis Hotline Untuk Laporkan Komentar Buruk Soal Sejarah Di Dunia Maya
Dunia

China Rilis Hotline Untuk La..

11 April 2021 21:18
Di Tengah Ketegangan Dengan Rusia, Turki Tegas Dukung Ukraina
Dunia

Di Tengah Ketegangan Dengan ..

11 April 2021 20:24
Rombak Pemerintahan, Jenderal Militer Hingga Wamenhan Sudan Selatan Diganti
Dunia

Rombak Pemerintahan, Jendera..

11 April 2021 19:46
Korsel Siap Gunakan Kembali Vaksin AstraZeneca, Tapi Bukan Untuk Orang Usia Di Bawah 30 Tahun
Dunia

Korsel Siap Gunakan Kembali ..

11 April 2021 19:32