Takut Tindakan China, Ribuan Orang Meninggalkan Hong Kong Pindah Ke Inggris

Bandara Internasional Hong Kong/Net

Ribuan warga Hong Kong nekat meninggalkan kampung halaman mereka dan pindah ke Inggris. Mereka didera ketakutan bahwa China akan memberikan hukuman karena mendukung protes pro-demokrasi.

Situasi politik yang semakin mengerikan dan kekerasan tindakan aparat China menjadi alasan bagi sekitar 7.000 orang Hong Kong memilih pindah ke negara yang memberikan hak tinggal yang dapat diperpanjang selama lima tahun ke depan itu.

AP melaporkan sebagian besar menyatakan, tinggal di Hong Kong sudah sangat tidak nyaman dan mereka tidak akan berencana untuk kembali.

Mike, seorang jurnalis foto, mengatakan dia berencana untuk mengajukan visa dan pindah ke Leeds bersama istri dan putrinya pada bulan April mendatang. Keinginan meninggalkan Hong Kong muncul setelah situasi politik kota memburuk setelah protes anti-pemerintah.

Sikap polisi yang tidak netral dan penggunaan kekerasan yang berlebihan membuatnya mantap untuk segera mengurus visanya. Menurut Mike, pindah ke Inggris penting karena dia yakin sistem pendidikan di Hong Kong akan dipengaruhi oleh situasi politik dan akan lebih baik bagi putrinya untuk belajar di Inggris.

Sejak Inggris mengumumkan pada Juli 2020 bahwa negara itu membuka jalur imigrasi khusus bagi sekitar lima juta warga Hong Kong, ribuan warga Hong Kong serempak mengambil kesempatan itu.

Warga Hong Kong yang memiliki visa British National Overseas (BNO) dapat tinggal, belajar, dan bekerja di Inggris selama lima tahun. Setelah itu mereka dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan.

Aplikasi untuk visa BNO secara resmi dibuka pada hari Minggu (31/1), namun jauh sebelum itu banyak warga Hong Kong yang telah pindah ke Inggris dan memulai kehidupan mereka.

Cindy misalnya. Pengusaha Hong Kong ini tiba di London pekan lalu bersama dua anaknya. Dia rela meninggalkan property yang dimiliki serta kehidupannya yang nyaman untuk mendapatkan hidup yang tenang.

Dia merasa bahwa kebebasannya dan kebebasan semua orang di Hong Kong sedang terkikis dan dia ingin memastikan masa depan yang baik untuk anak-anaknya.

Menurutnya, penting untuk segera meninggalkan Hong Kong dan pindah ke Inggris sebelum Beijing menghentikan eksodus.

Beijing mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya tidak akan lagi mengakui paspor Luar Negeri Inggris sebagai dokumen perjalanan atau bentuk identifikasi. Beijing mengkritik tawaran kewarganegaraan Inggris sebagai langkah yang melanggar  kedaulatan China.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

Putra Mahkota MBS: China Mitra Penting Arab Saudi Dan Saudara Yang Dapat Dipercaya
Dunia

Putra Mahkota MBS: China Mit..

21 April 2021 06:16
Terjebak Kasus Voice Phising Di Korsel, Mahasiswa Indonesia Butuh Bantuan Sewa Pengacara
Dunia

Terjebak Kasus Voice Phising..

20 April 2021 22:39
Kronologi Penangkapan Mahasiswa Indonesia Di Korsel, Terjebak Voice Phising Dengan Kerugian Rp 468 Juta
Dunia

Kronologi Penangkapan Mahasi..

20 April 2021 21:51
Tolak Hegemoni, Xi Jinping: Dunia Harus Dikendalikan Semua Negara, Bukan Satu
Dunia

Tolak Hegemoni, Xi Jinping: ..

20 April 2021 17:42
Pangeran Harry Kirim Surat Untuk Sang Ayah Sebelum Terbang Ke Inggris
Dunia

Pangeran Harry Kirim Surat U..

20 April 2021 17:18
Awal Mei, India Izinkan Vaksinasi Covid-19 Kepada Penduduk Berusia Di Atas 18 Tahun
Dunia

Awal Mei, India Izinkan Vaks..

20 April 2021 17:01
Joe Biden Dan Jimmy Carter Berduka Atas Meninggalnya  Walter Mondale: Dia Wakil Presiden Terbaik Dalam Sejarah AS
Dunia

Joe Biden Dan Jimmy Carter B..

20 April 2021 16:47
Mantan Wakil Presiden AS Walter Mondale Meninggal Dunia Di Usia 93 Tahun
Dunia

Mantan Wakil Presiden AS Wal..

20 April 2021 16:40